Presiden SBY bertemu BJ Habibie, presiden ketiga RI, di Kantor Presiden, Kamis (12/6) siang hingga sore. Ini pertemuan ketiga mereka sejak SBY menjadi presiden. SBY sangat menghormati para pendahulunya dan berusaha menjaga komunikasi dengan mereka. Dalam pertemuan itu, SBY dan Habibie saling bertukar pikiran. “Presiden SBY sangat menghargai pandangan-pandangan Habibie tentang masalah-masalah kebangsaan, negara, pemerintahan, dan masalah dunia ,” kata Jubir Presiden, Andi A.Mallarangeng.

Berbicara dengan Habibie tidak cukup satu-dua jam. Negarawan kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, ini kaya pengalaman dan memiliki reputasi mendunia. ”Pak Habibie mengatakan bahwa kapan saja beliau selalu bersedia untuk bertemu dan berdiskusi dengan Presiden SBY,” ujar Andi.

Burhanuddin Jusuf Habibie lahir pada 25 Juni 1936, anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Rudy, begitu kawan-kawan dekatnya memanggil, lulus dari jurusan Teknik Mesin ITB tahun 1954. Ia kemudian meneruskan kuliah di RWTH Aachen, Jerman, dan lulus dengan predikat summa cum laude. Spesialisasinya adalah konstruksi pesawat terbang.

Habibie pernah menjabat Kepala BPPT merangkap Menteri Riset dan Teknollogi, lalu menjadi Wakil Presiden –sebelum akhirnya menjadi presiden ketiga Indonesia pada 21 Mei 1998. Ia juga pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Pria yang kalau berbicara matanya sering bergoyang-goyang ini beristerikan Hasri Ainun. Mereka dikaruniai dua putra. (osa)


Keterangan foto: Presiden SBY menerima BJ Habibie, mantan presiden ketiga RI, di Kantor Presiden, Kamis (12/6) siang hingga sore. (foto: anung/presidensby.info)