Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, untuk pertama kalinya, berkunjung ke Indonesia. Tapi ini adalah pertemuan ketiga kalinya bagi Presiden Lula dan Presiden SBY. Keduanya pertama kali bertemu di New York pada tahun 2007 saat menghadiri Sidang PBB. Pertemuan berikutnya berlangsung ketika keduanya sama-sama menghadiri KTT G-8 Outreach Countries di Danau Toya, Hokkaido, Jepang, pekan ini.

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung setelah upacara penyambutan kenegaraan, kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral. ”Kami mengundang Presiden Yudhoyono ke Brasil pada bulan November nanti untuk meningkatkan hubungan strategis kedua negara,” kata Presiden Lula da Silva dalam keterangan pers bersama yang berlangsung di Istana Negara, Sabtu (12/7) pagi.

Kedua pemimpin negara ini juga sempat menyaksikan penandatanganan kerjasama dan perjanjian antara kedua negara. Perjanjian dan kerjasama yang ditandatangani adalah kerjasama di bidang pendidikan, kerjasama teknis di bidang teknik produksi bahan bakar ethanol, dan persetujuan pembebasan visa untuk paspor diplomatik dan dinas.

Presiden Luiz Inacio Lula da Silva memerintah sejak tahun 2002 dan pada Pemilihan Umum 29 Oktober 2006 terpilih kembali untuk periode 2007-2010. Presiden Lula memulai karir di bidang politik ketika bergabung dengan Serikat Buruh pada tahun 1966. Tahun 1989 Lula pernah dicalonkan untuk menjadi presiden, namun ia kalah dalam putaran kedua. Tahun 1994 dan 1998, Lula kembali mencalonkan diri, namun kalah dari Fernando Henrique Cardoso. Baru pada pemilihan 2002, ia memenangkan pilppres Brasil. Pria kelahiran kota Garanhuns pada 27 Oktober 1945 ini menikah dengan Marisa Leticia pada tahun 1974 dan memiliki lima orang anak. (osa)

Keterangan foto:Presiden SBY dan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, di Istana Merdeka, Sabtu (12/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)