Galeri Foto
Jumat, 19 September 2008
Pertanian
Jumat (19/9) pagi, Presiden SBY didampingi Ibu Negara dan beberapa menteri berdialog dengan petani, dan masyarakat di Rumah Tasik, Desa Pamoyan, Kecamatan Adipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. "Selama empat tahun saya mengemban amanah, saya sering bertemu dan berdialog dengan para petani di seluruh Indonesia. Tujuannya tiada lain adalah untuk mendorong agar negara kita dapat berswasembada pangan, kata Presiden. Mengapa? karenaPertanian adalah salah satu sektor yang sangat penting. Peran petani juga tidak kalah penting. “Kita berharap di masa depan swasembada tidak hanya beras, tapi juga hasil pertanian lain seperti kedelai, jagung dan tebu," kata Presiden. "Saya senang bertemu dengan petani para pahlawan pangan. Saya berharap kedatangan saya dapat menyelaraskan langkah dengan para pemda dan petani agar hasi esko dapat berbuat lebih baik lagi, " tambahnya. Untuk meningkatkan produksi pangan, tahun depan pemerintah mengalokasikan dana Rp 35 trilyun untuk benih dan pupuk. "Pupuk ini adalah masalah nasional termasuk distribusi pupuk yang memiliki banyak hambatan, dan pabrik pupuk yang sudah tua. Oleh karena itu kami mendorong penggunaan pupuk organik agar ada keseimbangan," jelas Presiden SBY. (osa) Keterangan foto:Presiden SBY memeriksa tanaman usai berdialog dengan petani dan masyarakat di Desa Pamoyan, Kecamatan Adipaten, Tasikmalaya, Jabar, Jumat (19/9) pagi. (foto: rusman/presidensby.info) |



