Presiden SBY menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Madagaskar Marc Ravalomanana di Istana Merdeka, Rabu (5/11) pagi. Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kemitraan dan persahabatan yang kokoh antar kedua negara. Hubungan Indonesia-Madagaskar sesungguhnya telah terjalin sejak sekitar abad ke-7.

Kabarnya, pada abad ke-7 orang Melayu jaman kerajaan Sriwijaya datang ke Madagaskar untuk berdagang. Ada pula yang menyebut rumpun Melayu yang datang itu juga berasal dari Sulawesi dan Madura. Yang jelas, mereka datang secara bergelombang, hingga abad ke-10. Orang-orang Melayu, yang disebut Merina, ini kemudian mendirikan Kerajaan Marina di sana sekitar abad ke-17. Tak heran jika kini etnis Melayu menempati 25 persen dari total populasi Madagaskar.

Madagaskar adalah sebuah pulau di barat daya Samudra Hindia dengan luas hampir 600. 000 km2, tercatat sebagai pulau terbesar keempat di dunia. Secara geografis, pulau ini dekat dengan benua Afrika, tapi secara kultural menunjukkan adanya pengaruh Melayu Nusantara. Nama Madagaskar berasal dari kerajaan Melayu pertama berdiri di pulau ini, yaitu Matakasi. Pedagang Arab menyebutnya Madagasi, orang Persia menyebutnya Madagasibar yang artinya negara Madagasi. Seiring perkembangan, nama itu berubah menjadi Madagasikara dan akhirnya Madagaskar.

Negara pulau ini beribukota di Antananarivo. Madagaskar terbagi ke dalam enam provinsi. Mereka merdeka dari penjajahan Perancis pada 26 Juni 1960. (har/mit)

Keterangan foto: Presiden SBY dan Presiden Marc Ravalomanana berjalan di Istana Merdeka untuk memimpin pertemuan bilateral, Rabu (5/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)