Galeri Foto
Sabtu, 22 November 2008
APEC CEO Summit
Presiden SBY menyampaikan pandangan Indonesia pada sesi ketujuh APEC CEO Summit di Auditorium Departemen Pertahanan Peru, Lima, Jumat (21/11) sore waktu setempat atau Sabtu (22/11) pagi di Indonesia. Dalam pidatonya bertajuk "Pertumbuhan Ekonomi, Ketidakadilan dan Kemiskinan: Tantangan Bagi Negara Berkembang APEC", SBY menceritakan pengalaman Indonesia mengatasi berbagai krisis sejak 10 tahun terakhir. Usai pidato, Presiden SBY mendapat tepuk tangan panjang dari hadirin. Intinya, Presiden menjelaskan bahwa krisis keuangan global berdampak pada bertambahnya jumlah orang miskin. Dalam situasi seperti ini, dunia usaha harus menolong warga miskin di sekitarnya sebagai bentuk tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) mereka. "Ini harus bersifat partisipatif, melibatkan dan bisa mengurangi masyarakat miskin," seru SBY. Dalam situasi krsis, setiap negara harus menyelamatkan apa saja yang bisa diselamatkan dan fokus pada harapan akan masa depan. Kita masih akan menghadapi masa-masa sulit, tetapi kita masih memiliki pilihan: pengharapan atau keputusasaan, kesempatan atau kegagalan." Saya percaya bahwa anda akan membuat pilihan yang tepat,” kata SBY. Pidato SBY ini kemudian ditanggapi oleh tiga panelis, masing-masing Chief Research and Strategic Officer Microsoft Corporation Craig Mundie, CEO Freeport McMoran Copper and Gold Richard Adkerson, dan CEO Alibaba Group Jack Ma. Forum APEC ke-16 akan memasuki pertemuan tingkat pemimpin negara pada Sabtu - Minggu ini. Seluruh 21 pkepala negara dan kepala pemerintahan anggota APEC sudah berada di Lima saat ini. (osa) Keterangan foto: Presiden SBY bersama para panelis yang memberi tanggapan atas pidato SBY pada forum APEC ke-16 di Auditorium Departemen Pertahanan Peru, di Lima, Jumat *21/11) sore. (foto: muchlis/presidensby.info) |



