Presiden SBY hari Kamis (27/11) pagi membuka Sidang Parlemen Asia (Asian Parliamentary Assembly) ke-3, di Ruang Pustaka Loka, gedung DPR-RI, Jakarta. Sidang APA kali ini akan menciptakan sistem keuangan alternative untuk menggantikan sistem keuangan internasional yang rapuh ketika dihantam oleh krisis.

Dalam sambutannya, Presiden SBY optimis dan yakin bahwa Asia dapat menjadi bagian dari solusi untuk dapat mengatasi masalah global. “Karena, seiring dengan adanya krisis global saat ini, negara-negara di dunia menjadi tergantung satu sama lainnya. Oleh karena itu, tantangan global, membutuhkan solusi global. Sehingga tidak ada satu negara yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri,” kata SBY.

APA merupakan organisasi parlemen di Asia, yang sebelumnya bernama Organisasi Parlemen Asia untuk Perdamaian dan Persahabatan (Association of Asian Parliamentarians for Peace), dan berubah nama menjadi Asian Parliamentary Assembly pada tahun 2006. Hingga saat ini, APA beranggotakan 40 negara dan sejumlah negara peninjau di kawasa Asia. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan perdamaian, keadilan sosial dan keamanan, kerjasama dalam akses pertukaran informasi dan pengetahuan antara negara anggotanya. APA juga bertujuan untuk menggerakkan sumber daya yang dimiliki kawasan demi peingkatan kesejahteraan rakyatnya. (mit)


Keterangan foto: Presiden SBY memukul gong untuk membuka Sidang Parlemen Asia (Asian Parliamentary Assembly) ke-3, di gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (27/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)