Presiden SBY meresmikan pindahnya Ibukota Provinsi Maluku Utara (Malut) dari ibukota sementara, Ternate, ke Sofifi, di Lapangan Ngaralamo, Salero, Rabu (4/8) pagi. Presiden mengingatkan kepada semua daerah pemekaran agar tidak menghabiskan anggaran untuk membangun fasilitas perkantoran, tapi harus memikirkan pelayanan publik. "Jangan berlebihan. Anggarannya bisa untuk pembangunan sarana listrik, air, pasar, jalan, dan sebagainya," kata SBY.

Menurut Presiden, dari hasil evaluasi terdapat 85 persen daerah otonom baru yang tidak cukup untuk melakukan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. "Oleh karena itu, mumpung belum berjalan terlalu jauh, saya ingatkan kepada para gubernur, bupati, dan walikota seluruh Indonesia, kalau ada anggaran dari pusat ataupun daerah utamakan untuk kepentingan publik dan kepentingan rakyat," ujar Presiden SBY.


Keterangan foto: Presiden SBY mengamati maket masjid baru, pada peresmian pindahnya Ibukota Malut dari Ternate ke Sofifi, di Lapangan Ngaralamo, Salero, Rabu (4/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)