Presiden SBY kembali menggelar presidential lecture di Istana Negara, Selasa (15/9) pagi. Pembicara kali ini adalah Prof. David T. Ellwood, Dekan Harvard Kennedy School, John F. Kennedy School of Government. Tema yang diangkat "Creating Job, Reducing Poverty and Improving the Welfare of the People". Dalam kuliahnya Ellwood menjelaskan, banyak gagasan untuk menciptakan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan dimulai dengan empat poin.

Pertama adalah ekonomi yang sehat dan kuat. Kedua, menemukan cara kerja sama jangka panjang kompetitif yang unggul di dunia. Ketiga adalah pemerintahan yang kuat dan efektif. Keempat atau yang terakhir, dipikirkan dengan cermat dan dibangun program bagi masyarakat miskin. “ini adalah kata-kata yang mudah diucapkan, tapi sangat sulit dijalankan,“ ujar Ellwood.

Sementara itu Presiden SBY diakhir presidential lecture menyampaikan beberapa komentarnya tentang topik yang diangakat David T Ellwood. Presiden SBY berpendapat, bila harus berbicara tentang pembangunan ekonomi di negara berkembang maka yang harus dijelaskan adalah sustainable economic development. “Saya kira untuk abad ke 21 itu yang harus diperhatikan oleh siapapun yang membangun ekonominya,“ SBY menegaskan.

SBY tertarik terhadap beberapa subjek yang disampaikan oleh Ellwood karena banyaknya hal yang relevan dan berkaitan dengan apa yang dihadapi Indonesia, walaupun masalah ekonomi adalah sesuatu yang sangat kompleks.

Keterangan foto: Presiden SBY dan peserta yang lain mendengarkan presidential lecture yang disampaikan Prof. David T. Ellwood di Istana Negara, Rabu (15/9) pagi. (foto: abror/presidensby.info)