Kibar
Rabu, 23 Juli 2008
Ahmad Syukri dan Ida Ayu
Menurut Ahmad Syukri, rumusan hasil Kongres ini merupakan hasil pertemuan dan aspirasi dari anak-anak seluruh Indonesia yang mengadakan pertemuan selama 4 hari di Kinasih Resort, Bogor. ”Allhamdulillah, kami bisa tampil di hadapan Presiden SBY dan Ibu Negara untuk membacakan aspirasi kami. Tak kalah senangnya usai membacakan rumusan itu, Presiden mengancungkan dua jempol kepada kami. Lega rasanya. Terima kasih Pak SBY, ” ujarnya dengan muka cerah. ”Baru semalam saya ditunjuk secara musyawarah oleh teman-teman untuk membaca rumusan ini, ” kata Syukri. yang lahir di Padang, Sumatera Barat, tanggal 21 Desember 1993.
Sementara Ida Ayu Upawati dari Bali, awalnya deg-degan juga membaca pernyataan itu di hadapan Presiden. "Soalnya selama ini kami hanya melihat Pak SBY dan Ibu Ani di televisi. Sekarang berhadapan langsung, seperti mimpi, ” kata Ayu siswa kelas I SMA, yang lahir di Bali tanggal 8 Agustus 1993
Kini, Ayu merasa sedih akan berpisah dengan teman-temannya dari seluruh Indonesia. Dia berharap Kongres Anak ini terus berlanjut, karena sangat penting untuk tukar pengalaman, budaya, dan sebagainya. ”Kami berkumpul dari 33 provinsi, bisa tukar pikiran, saling kenal budaya, sekarang sudah mau pisah lagi, saya besok balik ke Bali,” katanya pelan.
Aspirasi yang dibacakan Ahmad Syukri dan Ida Ayu itu, yang mereka namakan Suara Anak Indonesia , selengkapnya berbunyi :
1. Kami anak Indonesia bercita-cita menjadi anak yang kreatif, cerdas, berkualitas, dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan diskriminasi.
2. Kami anak Indonesia membutuhkan perlindungan dari bahaya tembakau agar kami dapat bertumbuh dan berkembang secara wajar.
3. Kami anak Indonesia bertekad untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran cara hidup sehat , hak kesehatan reproduksi agar kami terhindar dari bahaya penyakit menular, HIV Aids serta penggunaan NAFSA.
4. Kami anak Indonesia bertekad mempersatukan anak bangsa yang berada di daerah terpencil , daerah perbatasan, daerah terisolir dengan adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai
5. Kami anak Indonesia bertekad untuk menyuarakan aspirasi kami melalui forum anak daerah yang akan ditindaklanjuti melalui Kongres Anak Indonesia secara berkelanjutan, sebagai wadah saling berbagi informasi dan pendidikan demokrasi yang santun sejak dini untuk membangun solidaritas anak bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Setiap tanggal 23 Juli, diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN), yang sengaja didedikasikan untuk anak-anak Indonesia. Tema peringatan tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 telah ditetapkan, bunyinya Saya Anak Indonesia Sejati , Mandiri dan Kreatif, dan Sub tema yang berubah tiap tahun kali ini berbunyi Anak Indonesia Sejahtera, Berkualitas dan Terlindungi, dan Anak Indonesia Bisa.



