Kibar
Selasa, 5 Agustus 2008
Yohanes Surya

Presiden SBY bersama Yohanes Surya di Istana Tapaksiring, Bali, Selasa (5/8) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Pria kelahiran Jakarta 6 November 1963 ini menyukai bidang fisika nuklir, yang ia tekuni di Jurusan Fisika College of William and Mary, Virginia, AS, hingga mendapat PhD tahun 1994 dengan summa cum laude.
Fisikawan pendidik dan peneliti ini telah berjasa membuka jalan bagi untuk merintis jejak bagi murid-murid cemerlang sekolah menengah, Indonesia masuk pada komunitas fisika pemula antarbangsa melalui Olimpiade Fisika Internasional, dan kompetisi riset fisikawan muda dunia. Ia pun bercita-cita mempersiapkan peneliti Indonesia meraih Nobel tahun 2020.
Yohanes banyak memberikan semangat kepada para murid didikannya ketika mengajar di Pusar Pelatihan Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Karawaci. Dari sana, Yohanes Surya berhasil menyemai pelajar-pelajar SMU berbagai kota Indonesia untuk bertanding pada bidang fisika yang diadakan di Amerika, Asia, Australia, dan Eropa, dengan hasil mengagumkan.
Saat ini, Yohanes adalah dekan dan Guru Besar tetap bidang Fisika di Universitas Pelita Harapan. Sehari-hari bergelut dengan fisika, Yohanes Surya memperistri Christina yang tidak mendalami bidang ini. Dia sarjana bahasa Inggris. Bertemu pertama kali di gereja 15 tahun silam, pasangan ini telah dikaruniai tiga putri, yaitu Chrisanthy Rebecca Surya (14), Marie Felicia Surya (5), dan Marcia Ann Surya (6 bulan. (mit)



