Kibar
Kamis, 14 Agustus 2008
Hj. Dr. (HC) Joos Siti Aisjah
Tokoh Penggerak Koperasi Wanita Indonesia

Hj.Dr. Joss Siti Aisjah ketika menerima Bintang Jasa Pratama dari Presiden SBY, di Istana Negara, Kamis (14/8) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
“Saya sangat bangga dan terharu sekali. Ternyata penghargaan ini juga sekaligus suatu beban bagi saya karena saya harus bekerja lebih baik lagi untuk mencapai segala sesuatu dari sekarang,” kata Joos Siti. ”Bagaimanapun perempuan itu harus bisa maju bersama, tidak boleh berpangku tangan, tapi harus bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk negara dan bangsa. Alhamdulillah ini rahmat Allah yang diberikan kepada saya untuk lebih giat lagi bekerja,” lanjut wanita yang ingin menarik kaum perempuan sebanyak-banyaknya untuk berkiprah di negara ini.
Joos Siti sudah mengurusi koperasi wanita sejak tahun 1978. ”Saat itu berawal dari arisan kemudian kami kembangkan koperasi kami menggunakan sistem tangguh renteng. Berkembang dan berkembang serta selalu mendapat penghargaan dan predikat terbaik bagi koperasi kami,” kenang wanita kelahiran Bangkalan, Madura, 6 Juni 1943. ”Dengan sistem tangguh renteng kita bisa mengubah sikap dan perilaku. Awalnya kita sebagai manusia biasa hanya memikirkan diri sendiri, tapi bagaimana caranya agar kita bisa memikirkan lingkungan di sekitarnya. Kalau dengan musyarakah ternyata hasilnya bagus. Menerima anggota dimusyawarkan, mengajukan pinjaman dimusyawarahkan. Ini adalah kesadaran yang tertanam dalam dirinya bahwa kita tidak bisa hidup sendiri,” jelasnya.
Awalnya,koperasi yang didirkan Joos Siti hanya mempunyai 30 anggota. Kini, setelah 23 tahun menjadi 11.000 anggota. Sementara untuk koperasi wanita di Jawa Timur anggotanya sudah 45.000 yang terbagi dalam 45 koperasi. "Saya juga menjadi Ketua Induk Koperasi Wanita di 10 provinsi termasuk Aceh, Sulsel, NTB, Bali, dan Sumatera Barat,” terang Joos Siti.
Ketika ditanya apa resepnya bisa kuat bertahan mengurusi koperasi wanita sehingga berkembang pesat, wanita peraih gelar Doctor Honoris Causa dari Kennedy Western University Amerika Serikat ini menjawab selalu berpikiran positif. ”Saya selalu mecoba untuk positif, bahwa saya harus maju dan membuat perempuan berdaya guna. Anak saya dua-duanya perempuan dan dua-duanya pun juga bekerja, saya tidak memperbolehkan mereka hanya berpangku tangan saja,” ujar Joos Siti.
Sebelumnya Joos Siti juga sudah meraih beberapa penghargaan seperti Aktivis Koperasi, Anugerah Citra Kartini, Indonesia Executive Award, dan Penghargaan Menteri Peranan Wanita RI. Saat ini Joos Siti Aisjah sibuk menjalani aktivitasnya di Surabaya sebagai Ketua Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur. osa)



