Sabtu, 27 September 2008
Masjid Jenderal M. Jusuf

Presiden SBY disambut ribuan jamaah ketika memasuki Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf, Makassar, untuk menunaikan shalat Jumat, 26 September kemarin. (foto: cahyo/presidensby.info)
Pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf, Makassar, adalah gagasan almarhum Jenderal (Purn) TNI M. Jusuf, ketika menunaikan ibadah haji pada tahun 1989. Gagasan ini akhirnya bergulir terus dan mendapat respon tinggi dari masyarakat Sulawesi Selatan maupun luar Sulsel, sehingga pada 8 Mei 1994 dilakukan pemancangan dan peletakan batu pertama oleh Panglima TNI (kala itu) Jenderal Edy Sudrajat, mewakili Badan Pendiri.
Masjid yang terletak di pusat kota ini menempati lahan bekas kampus lama Universitas Hasanuddin, jalan Masjid Raya No.57. Bangunan utama terdiri atas tiga lantai dengan luas keseluruhan 6.932 m2. Lantai I seluas 2.916 m2, untuk kantor, sekretariat, aula, perpustakaan, pendidikan koperasi, kantor MUI Sulsel, dan Baitul Maal (BMT). Lantai II seluas 2.916 m2 dan lantai III 1.100 M2 untuk shalat dan jamaah perempuan.
Masjid ini dapat menampung 10 ribu jamaah dalam masjid, dan 50 ribu jamaah dapat ditampung apabila menggunakan pekarangan masjid. Tinggi menara 84 meter, dengan ukuran 3x3 meter, kurang 1 meter dari tinggi menara Masjid Nabawi. Pada menara ketinggian 17 meter terdapat bak penampungan air yang mampu menampung 30 m3.
Masjid ini dirancang oleh PT. BIrano, Bandung, pimpinan Ir. Achmad Nu'man. Bangunannya diilhami dari Masjidil Haram, Makkah Al Munawwarah, dan Masjid Nabawi di Madinah. Tapi dengan sentuhan arsitektur lokal, yakni seperti Masjid Katangka Gowa serta rumah Bugis - Makassar pada umumnya. Masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid M. Jusuf ini tidak memiliki kubah (atap bundar), tapi kuncup segi empat menyerupai rumah Bugis-Makassar.
Awalnya masjid ini bernama Al. Markaz Al Islami. Sebagai penghargaan kepada almarhum Jenderal M.Jusuf (mantan Panglima TNI) yang menggagas pembangun masjid ini, maka pada 11 Januari 2005 namanya ditambah menjadi Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf. Walaupun penambahan nama ini sesungguhnya sudah disepakati sejak akhir Desember 2005. Jenderal M.Jusuf wafat pada 8 September 2004.
Diharapkan masjid ini menjadi salah satu pusat peradaban dan kajian Islam di Kawasan Timur Indonesia. Khotbah pertama tercatat diisi oleh Prof.Dr.HM Quraisy Shihab, waktu itu sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Ceramah ilmiah perdana oleh almarhum Prof.Dr.H. Nurcholish Madjid.
Saat berkunjung ke Makassar pada 26 September 2008 kemarin, dalam rangka peresmian Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jalan tol, dan Kapal Motor Gunung Dempo, Presiden SBY melaksanakan shalat Jumat bersama ribuan jamaah muslim di Masjid Al Markaz Al Islami. Kehadiran SBY disambut gembira ribuan jamaah. (win)