Kibar
Jumat, 10 Oktober 2008
Masjid Raya Bani Umar

Presiden SBY meresmikan Masjid Raya Bani Umar (latar belakang) di Graha Bintaro Raya, Pondok Aren, Tangerang, Jumat (10/10) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektar ini cukup unik, tanpa kubah. Menurut arsiteknya, Fauzan Noe'man, kubah bukan unsur wajib dalam bangunan sebuah masjid. Selain itu, daya tarik masjid berlantai tiga yang dilengkapi dengan eskalator ini justru terletak pada bangunan menara yang tingginya mencapai 59,62 meter.
Peletakkan batu permata dilakukan pada 7 Juli 2007. Peresmiannya persis sama dengan tanggal dan hari kelahiran almarhum Jenderal TNI (Purn) Umar Wirahadikusumah. Masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas keagamaan. Bukan saja dalam aspek kegiatan ibadah ritual, tetapi juga bagi pembinaan seluruh aspek kehidupan.
Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain, pelayanan ibadah haji, mengelola zakat, infaq dan shodaqoh, dakwah dan kajian Islam. Juga mengembangkan perpustakaan Islam, serta menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan dan pelayanan umum.
Almarhum Umar Wirahadikusumah lahir di Situraja, Sumedang, Jawa Barat, pada 10 Oktober 1924, adalah Wakil Presiden RI periode 1983-1988. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, pada Desember 1969 hingga April 1973. Menurut Presiden SBY, almarhum adalah pejuang bangsa yang tangguh, sekaligus negarawan yang religius. "Saya mengenal pribadi beliau ketika memimpin TNI, saya masih jadi taruna Akademi Militer tahun terakhir. Bahkan saya sempat menghadap ke kediamannya di Jakarta, karena ibu Umar adalah ibu asuh taruna," kenang SBY ketika meresmikan Masjid Raya Bani Umar.
Banyak sekali penghargaan yang diterima oleh almarhum semasa hidupnya. Diantaranya adalah Bintang Dharma, Bintang Gerilya, Kartika Eka Paksi I-II-III, Jalasena Klas I-II, Sapta Marga. Lalu, Wira Dharma, Dwija Sista, Legion of Merit USA, Orde van Oranye Nassau Nederland, dan Bhayangkara I-II.
Mantan Wapres RI ke 4 ini menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 07.53 WIB, Jumat 21 Maret 2003 di Rumah Sakit Pusat TNI-AD, Gatot Subroto, Jakarta, setelah dirawat intensif selama dua pekan. Umar menderita penyakit jantung selama 13 tahun dan telah menjalani operasi by pass jantung pada tahun 1989 di Herz Und Diabetes Zentrum di Badoeyhausen, Jerman. Setelah operasi jantung tersebut, kesehatan almarhum cukup baik, namun dianjurkan untuk tidak melakukan pekerjaan yang berat.
Setelah memasuki masa pensiun, Umar Wirahadikusumah tetap aktif hadir dalam acara-acara yang bersifat kenegaraan, khususnya pada upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka atau Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya. Namun, setelah masa pensiunnya, almarhum memang banyak mengurangi kegiatan di luar. Menurut Ibu Karlibah, suaminya lebih nyaman tinggal di rumah. "Membaca koran atau buku dan kemudian menikmati sayur kacang merah dan empal buatan saya," Ibu Karlinah bercerita.
Masjid Raya Bani Umar dibangun untuk memenuhi keinginan beliau yang belum terlaksana semasa hidupnya. (mit)



