Kibar
Selasa, 14 Oktober 2008
Letjen George Toisutta

George Toisutta (doreng hijau) saat mendampingi Presiden SBY memeriksa barisan pada upacara peringatan HUT ke-63 TNI, di Mako Armatim, Surabaya, Selasa (14/10) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Angin kencang laut Selat Madura disertai teriknya matahari, tak membuatnya gentar. Sebagai prajurit TNI, apapun tugas yang diberikan siap dilaksanakan. Apalagi menjadi Komandan upacara pada HUT TNI adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dituntaskan. Dan itu dibuktikan oleh pria kelahiran Makassar pada 1 Juni 1953 ini. Upacara HUT ke-63 TNI berjalan khidmat dan tanpa hambatan apapun.
George Toisutta telah memberikan contoh bagi semua prajurit TNI. Usia bukanlah halangan. Selama masih aktif berdinas, seorang prajurit harus siap mendapat tugas di lapangan. Ia menamatkan pendidikan militer di Akabri pada 1976. Mengawali karier militernya pada 1978 sebagai Komandan Pleton 1-Kipan-C Yonif-74/BS. Pada 1988, George diangkat sebagai Kasi-2 Ops Brigif -1/PIK Kodam Jaya dan setahun kemudian menjadi Wakil Komandan Yonif-201/JYB Kodam Jaya.
Ayah tiga anak alumni Sesko Angkatan Darat 1992 itu kemudian dipercaya menduduki Kepala Staf Divisi-2 Kostrad, Kasdam Jaya pada 2003, Pati Mabes TNIB pada 2003, dan menjadi Panglima Divisi-1 Kostrad Jakarta 2004.
Tahun 2005 Greorge diangkat sebagai Pangdam XVII/Trikora, dan Pangdam III/Siliwangi pada 2006. George juga sempat melaksanakan tugas dalam operasi militer di Timor Leste dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Saat ini, George Toisutta menjabat Pangkostrad. (win)
Nama:
George Toisutta
Lahir:
Makassar, 1 Juni 1953
Jabatan:
Panglima Kostrad, 2007-sekarang
Pendidikan:
- Akabri 1976
- Sesko Angkatan Darat 1992
Karir:
- Komandan Pleton 1-Kipan-C Yonif-74/BS
- Kepala Staf Divisi-2 Kostrad
- Kasdam Jaya, 2003
- Pati Mabes TNIB, 2003
- Panglima Operasi (Pangkoops) TNI di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam
- Panglima Divisi-1 Kostrad, 2004
- Pangdam XVII Trikora, 2005
- Pangdam III Siliwangi, 2006
- Panglima Kostrad, 2007



