Arsip Kibar

« November 2008 »
M S S R K J S
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      

Kibar

Brigjen Marciano, Dan Paspampres Baru

Brigjen Marciano Norman dan Mayjen Suwarno mengapit Panglima TNI Djoko Santoso, usai sertijab Dan Paspampres, di Mako Paspampres, Tanahabang, Jakarta, Senin (3/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Brigjen Marciano Norman dan Mayjen Suwarno mengapit Panglima TNI Djoko Santoso, usai sertijab Dan Paspampres, di Mako Paspampres, Tanahabang, Jakarta, Senin (3/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Senin 3 Nopember 2008, Brigjen TNI Marciano Norman secara resmi ditetapkan sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menggantikan Mayjen TNI Suwarno yang kini menjabat Panglima Kodam V/Brawijaya. Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Markas Komando Paspampres di Jalan Tanah Abang Jakarta.

Brigjen Marciano merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1978 dan mengawali kariernya sebagai Komandan Peleton Yonkav 7 Kodam Jaya. Kemudian menjadi Komandan Kompi Serbu 73 Yonkav 7 Kodam Jaya, Kasi Ops Yonkav 7 Kodam Jaya, dan terus menanjak hingga menjadi Komandan Kavaleri Batalyon 7 Kodam Jaya.

Pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini sebagian besar menjalani karir militernya di Jakarta. Marciano pernah menjadi Komandan Kodim 1633/Nainaro, Wakil Assisten Operasi Kaskargatap I/Jakarta, Waasops Kasdam Jaya, Asops Kasgartap I/Jakarta, dan Asops Kasdam Jaya. marciano kemudian pindah ke Tanjungpura menjadi Danrem 121/ABW di sana. Terakhi Marcianor menjabat sebagai Direktur Analisis Lingkungan Strategis Ditjen Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan.

Brigjen Marciano adalah putra almarhum Mayjen TNI Norman Sasono yang pernah menjadi Pangdam Jaya dan menduduki berbagai jabatan strategi di lingkungan TNI-AD.

Paspampres sendiri lahir didasari dari peristiwa penyelamatan Presiden Sukarno, Bung Hatta, Bung Syahrir beserta beberapa menteri dan pejabat dari Jakarta ke Yogyakarta pada tanggal 3 Januari 1946. Pengungsian ini dilakukan karena keselamatan para pemimpin RI saat itu terancam. Sekutu melancarkan intimidasi kepada presiden dan wakil presiden. Proses penyelamatannya sendiri dilakukan menggunakan kereta api luar biasa (KLB).

Saat ini tim operasional pengamanan VVIP Paspampres terdiri dari tiga grup: A, B, dan C. Grup A dan B merupakan pengamanan presiden dan wakil presiden. Sementara Grup C bertugas mengamankan tamu-tamu negara setingkat kepala negara dalam kunjungannya ke Indonesia. Setidaknya saat ini organisasi Paspampres diawaki sekitar 2.500 personel. (win)