Kibar
Jumat, 21 November 2008
Vander de Oliveira
Bertemu SBY Setelah 12 Tahun

Presiden SBY, Ibu Ani, dan Oliveira saat bertemu di Hotel JW Marriott, Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (20/11) siang waktu setempat. (foto: anung/presidensby.info)
Oliveira dan SBY pernah sama-sama bertugas sebagai anggota pasukan penjaga perdamaian di Bosnia. Nah, pada tahun 1995, Oliveira menjadi asisten SBY. Saat itu Oliveira berpangkat mayor pada Angkatan Udara Brasil dan menjadi Military Assistant (MA) to Chief Military Observer (CMO). SBY-lah, yang ketika itu berpangkat brigadir jenderal, sang CMO bagi Oliveira.
Setelah 12 tahun berpisah, Oliveira tidak menyangka mantan bosnya itu kini menjadi presiden Indonesia. Ia pertama kali mendengar nama Yudhoyono disebut-sebut di media Brasil ketika terjadi tsunami di Aceh, akhir 2004 silam.
Saat membaca berita itu, awalnya Oliveira mengira itu hanya `Yudhoyono yang lain`. ”Ternyata ada banyak Yudhoyono di Indonesia ya,” Oliveira membatin, sebagaimana diceritrakan SBY dalam jumpa pers dengan wartawan Indfonesia, sebelum bertolak ke Peru. Kisah mengenai Oliveira ini dituturkan SBY dengan penuh gelak tawa.
Rupanya Oliveira penasaran. Semakin sering melihat foto dan gambar pada berita mengenai tsunami itu, ia makin yakin bahwa Yudhoyono itu adalah mantan komandannya di Bosnia dulu. Sebagai mantan anak buah, Oliveira bangga melihat atasannya jadi presiden. Kebanggaan itu ia ceritakan kepada anaknya.
SBY teringat akan Oliveira ketika mendarat di Brasil, sebagai bagian dari rangkaian kunnjungan kerja ke Amerika Serikat dan tiga negara Amerika Latin. Awalnya, SBY lupa nama mantan asistennya yang asal Brasil itu karena 12 tahun tak ada komunikasi. SBY lantas meminta Asisten Sespri, Kolonel Kustanto Widiatmoko, untuk melacaknya. Kustanto juga pernah menjadi asisten SBY di Bosnia.
Singkat cerita, terlacaklah informasi keberadaan Oliveira di Brasil. Saat ini, Oliveira tinggal di Sao Paolo. Ia pun didatangkan ke Rio de Janeiro khusus untuk bertemu SBY. Ibu Ani dan Kustanto ikut mendampingi SBY dalam reuni yang mengharukan itu.
Beberapa benda kenangan lama dibawa serta oleh Oliveira, antara lain kartu nama SBY saat menjadi CMO dan foto-foto bersama SBY di Bosnia. Saat foto dan kartu nama itu diperlihatkan oleh Oliveira, SBY terharu.



