Kibar
Senin, 8 Februari 2010
KRI 591 Surabaya

Presiden SBY sedang meninjau latihan perang dari KRI-591 Surabaya di Pantai Cilagi, Lampung. (Foto:cahyo/presidensby.info)
Penamaan Surabaya sendiri dipilih untuk menghormati kota Surabaya sebagai kota pahlawan, sama dengan kedua KRI sebelumnya yang juga diberi nama dari nama ibukota provinsi-provinsi di Indonesia. Diresmikan oleh panglima TNI Djoko Suyanto pada 14 maret 2008, KRI 591 Surabaya dapat menampung 400 personil tempur, dua kapal landing craft unit, 22 tank dan 3 helikopter. KRI ini telah menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.
Kapal yang mulai diproduksi pada 26 September 2005 tersebut mampu menempuh kecepatan maksimum 17 knot, kemampuan jelajah 14 knot dan kecepatan ekonomis 12 knot. Sementara untuk bahan bakar, di dalam tangkinya kapal ini mampu menampung 722 ton bahan bakar dan sanggup membawa 624 ton air tawar. Sejak tiba di Indonesia, kapal yang berada di bawah Satuan kapal Ambfibi Koarmatim itu memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut.
Hari Sabtu (6/2), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat mencoba KRI 591 Surabaya saat melakukan kunjungan kerja ke Lampung dalam rangka peninjauan latihan pemantapan terpadu Korps Marinir. Bahkan Presiden SBY dan rombongan juga menginap di atas kapal tersebut, yang diparkir diperairan Pantai Cilagi kurang lebih 2 km lepas pantai. Saat ini pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan alutsista TNI dan Polri, termasuk pembelian kapal. Mulai tahun 2010 peningkatannya cukup nyata, dan akan terus ditingkatkan.
Semoga Kapal KRI 591 Surabaya ini bisa terus memberikan kontribusi, baik bagi kita untuk menjaga keutuhan kedaulatan NKRI maupun bagi operasi kemanusiaan.(dit)



