Arsip Kibar

« Agustus 2010 »
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

Kibar

Rachmat Witoelar

Rachmat Witoelar usai penganugerahan Tanda Kehormatan RI di Istana Merdeka, Jumat (13/8)
Rachmat Witoelar usai penganugerahan Tanda Kehormatan RI di Istana Merdeka, Jumat (13/8)
Nama Rachmat Witoelar tentu bukan nama yang asing dalam percaturan politik Indonesia. Pria kelahiran Tasikmalaya, 2 Juni 1941 ini sebenarnya adalah seorang arsitek, lulusan ITB tahun 1970. Namun pada tahun 1971 ia bergabung dengan Partai Golkar dan memulai karir politiknya.

Puncak karirnya adalah ketika Rachmat dipercaya menjadi Menteri Lingkungan Hidup pada Kabinet Indonesia Bersatu I, periode 2004-2009. Sebelum menjabat sebagai menteri, Rachmat sempat dua kali dipercaya duduk di kursi DPR sebagai Ketua Komisi V tahun 1976-1977 dan Ketua Komisi VI pada tahun 1977-1978. Dua posisi inilah yang menyiapkannya untuk bisa menjalankan tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

Selama karirnya sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar telah berbicara di berbagai forum Internasional mewakili Indonesia, diantaranya adalah United Nation Climate Change Conference 2007 di Bali, yang menghasilkan The Bali Roadmap dan COP-14 di Poznan, Polandia tahun 2008.

Usai menunaikan tugasnya sebagai Menteri Lingkungan Hidup, pada 10 Mei 2010, Rachmat diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Utusan Khusus bidang Perubahan Iklim. Atas jasanya di bidang lingkungan hidup inilah, Rachmat dianugerahi Bintang Mahaputera Adiprana oleh Presiden SBY pada hari Jumat (13/8) siang melalui acara Penganugerahan Tanda Kehormatan RI kepada 32 tokoh yang dianggap berjasa dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa di Istana Merdeka..

Ketika ditanya mengenai perasaannya menerima tanda kehormatan tersebut Rachmat menjawab bahwa ia merasa bahwa apa yang telah ia baktikan kepada negara dihargai dan akan mendorongnya untuk berbuat lebih banyak lagi. ”Itu bukan penghargaan bagi saya, tetapi bagi jajaran saya, karena saya tidak bisa berprestasi tanpa jajaran saya di kementerian.” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini, masyarakat Indonesia sudah banyak yang peduli dengan masalah lingkungan. Di dunia internasional, Indonesia sudah banyak dikenal dan dihormati sebagai negara yang peduli lingkungan hidup. ”Saya bukan membuat itu untuk menjadi suatu penghargaan. Itu adalah hal yang perlu kita lakukan,” kata Rachmat usai acara penganugerahan.

Kepada seluruh masyarakat Indonesia Rachmat berpesan agar mencintai lingkungan hidup, bukan untuk nilai-nilai komersial, tetapi untuk masa depan Indonesia dan masa depan generasi selanjutnya. (arc)