Senin, 12 Desember 2011
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Ibu Ani dan Mendikbud M Nuh mengajak anak-anak bermain angklung, pada puncak perayaan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2011 di TMII, Jakarta, Senin (12/12) pagi. (foto:haryanto/presidensby.info)
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Ini dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Ditinjau dari sejarahnya seperti yang dilansir website resmi Kemendikbud, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia mulai diperhatikan oleh pemerintah secara sungguh-sungguh sejak tahun 2002 dengan rentang usia 0-6 tahun. Dengan demikian pengembangan PAUD yang mencakup rentang usia 0-6 tahun secara nasional baru berjalan selama 9 tahun. Namun karena pemahaman dan kemauan masyarakat selama ini sudah sangat bagus, terhitung sejak tahun 2009 Angka Partisipasi Kasar APK-PAUD sudah mencapai 15,3 juta atau 53,6 persen.
Saat ini PAUD sudah menjadi "Gerakan Masyarakat Secara Nasional" atau National Public Movement. Masyarakat sehari-hari sudah terbiasa membicarakan pentingnya PAUD bagi masa depan putra-putrinya.
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini. Pertama, untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa. Kedua, untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1, rentang anak usia dini adalah 0-6 tahun. Namun, menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun. Adapun ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini yaitu:
• Infant (0-1 tahun)
• Toddler (2-3 tahun)
• Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
• Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)
Terkait perkembangannya di Indonesia, ada beberapa masalah dan tantangan yang harus dihadapi yang dapat menghambat perluasan kesempatan dan pemerataan akses mengikuti PAUD serta peningkatan mutu PAUD di Indonesia. Tantangan yang prioritas untuk diatasi antara lain jumlah anak yang belum mengikuti PAUD masih cukup besar, sarana dan prasarana belajar secara kuantitatif maupun kualitatif masih terbatas yang disebabkan oleh terbatasnya kreativitas guru PAUD untuk menciptakan dan mengembangkan metode pembelajaran dan sumber belajar dengan memanfaatkan potensi budaya dan alam sekitar.
Kompetensi sebagian besar guru PAUD masih belum memadai karena sebagian besar dari mereka tidak berasal dari latar belakang pendidikan PAUD dan mereka belum memperoleh pelatihan yang berkaitan dengan komsep dan ilmu praktis tentang PAUD. Dan, perbedaan Angka Partisipasi Kasar (APK) peserta PAUD di daerah perkotaan dan perdesaan masih sangat besar.
Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini juga sangat menarik perhatian Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono, selaku ibu bangsa. Bertempat di gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Senin (12/12), Ibu Ani menghadiri puncak perayaan Gebyar PAUD Indonesia 2011. Pada puncak perayaan tui, Ibu Ani dinobatkan sebagai Bunda PAUD 2011 atas kepeduliannya akan pendidikan anak usia dini. Ibu Ani pun berjanji akan terus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal dalm bentuk kerja keras yang nyata.
"Saya mengucapkan terima kasih telah dipilih menjadi Bunda PAUD. Saya akan mengemban tugas ini tidak hanya sebagai simbol, tapi juga dibuktikan dengan kerja keras dan nyata untuk lebih baik lagi," kata Ibu Ani.
Disamping itu, Ibu Negara juga menekankan agar PAUD dimasukkan sebagai prapendidikan dasar yang harus diikuti anak Indonesia. "Saya berharap pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat terus memfasilitasi agar jangkauan layanan dan mutu PAUD semakin meningkat," ujar Ibu Ani.
Dalam acara puncak gebyar PAUD ini, Ibu Ani juga menyempatkan diri untuk bermain Angklung bersama anak-anak usia dini yang sudah berkumpul di tenda yang berada di luar gedung. Dengan panas matahari yang lumayan menyengat, Ibu Ani bersama dengan anak-anak memainkan lagu Kasih Ibu menggunakan Angklung dengan bimbingan sanggar Angklung dari Yogyakarta, Saung Angklung Udjo.
(yun)