Rabu, 18 Januari 2012
Letkol (Penerbang) Ali Sudibyo

Letkol (Penerbang) Ali Sudibyo (keenam dari kiri) bersama pilot dan kopilot pesawat F16 dari Skuadron 3 Madiun bersama Presiden SBY, Sabtu (14/1) siang. (foto:abror/presidensby.info)
Saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur pada tanggal 11-14 Januari 2012 lalu, pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-800 milik Garuda yang membawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani mendapatkan pengawalan dari empat pesawat tempur F16 milik TNI-AU. Keempat pesawat F16 itu mengawal di samping kanan dan kiri pesawat kepresidenan saat memasuki dan meninggalkan kawasan udara Madiun.
Letkol (Penerbang) Ali Sudibyo adalah komandan skuadron 3, pasukan udara yang mengawal pesawat khusus kepresidenan saat memasuki dan keluar dari kawasan udara Madiun. Ia bersama ketiga pilot dan dua kopilot lainnya menerbangkan pesawat F16 yang bermarkas di Lanud Iswahyudi, Madiun.
Ali yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1994, telah tiga kali mengawal pesawat kepresidenan sepanjang kariernya. “Ini adalah satu tugas kami, pasukan pesawat tempur yang berada dibawah TNI-AU sebagai pengamanan VVIP. Tidak hanya Presiden RI yang kita kawal, tapi juga kepala negara dari negara sahabat yang datang ke sini, seperti ketika kita melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap kegiatan KTT ASEAN di Bali,” ujar ayah dari dua anak tersebut.
Ketika melakukan pengawalan terhadap pesawat presiden, Ali Sudibyo dan timnya tetap mempersenjatai diri. “Kita membawa peluru kendali dari udara ke udara. Apabila ada kemungkinan pelanggaran udara yang masuk ke wilayah kita dan mengganggu kegiatan perjalanan Presiden RI, kita harus siap mengamankan dan kita harus melakukan pertempuran bila diperlukan,” jelas Ali yang telah memperoleh 1000 jam terbang F16 sejak tahun 2005.
Air escort atau pengawalan udara merupakan salah satu operasi pengamanan dalam mengatasi segala ancaman udara yang mungkin terjadi pada jalur yang dilewati oleh pesawat yang dikawal. Pesawat pengawal yang sempurna untuk melaksanakan misi ini adalah pesawat yang memiliki jarak jangkau yang tinggi, memiliki kemampuan tinggi dalam berpatroli dan memiliki cukup bahan bakar untuk bertempur dan mampu kembali ke pangkalan udara asal. F16 merupakan salah satu pesawat yang mampu melaksanakan misi tersebut.
Unicorn, begitu sandi panggilan Ali saat mengucapkan selamat datang kepada pesawat khusus kepresidenan ketika kawalan pasukan F16 merapat dan menyesuaikan dengan kecepatan 250 knot. "
Assalamu'alaikum. Selamat pagi dan salam sejahtera. Dari ketinggian 22 ribu kaki, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Presiden dan Ibu beserta rombongan. Merupakan satu kehormatan bagi kami, pesawat tempur TNI Angkatan Udara, untuk melaksanakan tugas
escort pesawat 'Indonesia One',” Ali Sudibyo menyapa melalui sistem audio yang dipancarkan di pesawat kepresidenan saat mengawal dari Malang ke Madiun, Kamis (12/1) pagi.
Sebagai pelindung langit nusantara tidak lupa ia mengajak rekan-rekannya yang lain untuk memberikan penghormatan kepada panglima tertinggi Indonesia sebelum menyelesaikan tugas pengawalannya. "Akhirnya kepada Bapak Presiden dan Ibu beserta rombongan kami ucapkan selamat datang di Lanud Iswahyudi. Selamat bertugas, teriring doa semoga Allah, Tuhan yang Maha Esa, senantiasa memberikan yang terbaik untuk kita semua.
Amin ya robbi allamin. Wassalamu'alaikum, have a nice flight and happy landing. All Falcon, kepada Presiden Republik Indonesia, hormat grak! Tegak grak!" seru Ali.
(dit)