Aira. Itu nama panggilan si kecil penghuni baru Istana Kepresidenan. Nama lengkapnya Almira Tunggadewi Yudhoyono, cucu pertama Presiden SBY dan Ibu Ani, yang lahir pada 17 Agusus 2008. Almira berarti yang disayang dalam bahasa Arab. Maklum, ayahnya, Kapten (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono, pernah bertugas setahun sebagai penjaga perdamaian TNI di Libanon. Sedangkan Tunggadewi adalah nama Ratu Kerajaan Majapahit yang bercita-cita mempersatukan Nusantara. Nama adalah juga doa, semoga ia tumbuh, sehat, cerdas, menjadi kebanggaan keluarga, serta nusa dan bangsa.
Aira menjadi penghuni istana sampai selesai urusan imunisasi awal dan cukup kuat untuk mengikuti ayahnya bertugas di batalyon Kostrad di Karawang.. Kehadirannya menambah keceriaan bukan hanya bagi Presiden SBY dan Ibu Ani, tetapi juga di lingkungan kepresidenan. Boleh dikata, Aira dan senyum kecilnya menjadi bintang di Istana Kepresidenan.
Khusus untuk jajaran staf kepresidenan, memang ada alasan lain soal menyambut kehadiran Aira ini. Diharapkan, dengan kehadiran sang cucu, Presiden bisa slowdown sedikit, karena memberi waktu menggendong cucu. Bukan apa-apa, selama ini banyak staf kepresidenan, termasuk dokter kepresidenan, menyarankan agar Presiden SBY memberi cukup waktu untuk beristirahat, berolahraga, agar kesehatan tetap terjaga.
Soalnya, selama hampir empat tahun ini, Presiden SBY terus bekerja keras, pagi-sore, siang-malam, termasuk Sabtu dan Minggu. Itu memang sifatnya, pekerja keras. Karena beliau merasa masih banyak persoalan yang harus diselesaikan, dan 24 jam, 7 hari dalam seminggupun terasa kurang. Lagi pula beliau sangat sehat. Selama empat tahun ini, rasanya cuma dua atau tiga kali presiden mengalami sakit, itupun cuma flu dan batuk. Mungkin kondisi fisik yang bagus ini adalah hasil disiplin militer selama lebih dari tiga puluh tahun.
Tetapi, bagaimanapun, presiden juga manusia. Bukan mesin, bukan robot. Presiden juga butuh relaksasi, istirahat, olahraga, agar hidup lebih seimbang, dan kesehatan lebih terjaga. Sama dengan kita semua. Dengan itu, pikiranpun tetap jernih. Ingat pepatah latin, men sana incorpore sano, di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat.
Nah, kehadiran Aira ini diharapkan membuat Presiden SBY sedikit slowdown karena tambahan kesibukan baru mengurus cucu. Namun, mengamati ritme kerja presiden selama dua minggu ini, mereka yang berpandangan seperti itu, tampaknya keliru. Tetap saja Presiden SBY bekerja keras seperti biasa. Bedanya, sekarang wajah beliau tampak lebih berseri, lebih bercahaya, dan senyum lebih mengembang, dan itu lebih dari cukup, untuk menjernihkan beban pikiran dalam menjalankan amanah sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Kalau soal slowdown lebih baik kita pusatkan dalam bulan Ramadan ini, untuk slowdown mengikuti nafsu amarah dan angkara. Kita stop nafsu kolusi dan korupsi. Sebaliknya, kita perbanyak ibadah dan berbuat baik, kepada umat manusia, kepada alam. Tetapi kerja keras dan kerja cerdas harus jalan terus, karena, seperti kata Chairil Anwar, pekerjaan belum selesai, belum apa-apa. Selamat berpuasa, semoga ibadah kita membawa berkah, bagi diri dan bagi negeri.
Dari Kilometer 0,0
Senin, 1 September 2008
Aira
Dr. Andi A.Mallarangeng, dikutip dari harian Jurnal Nasional



