Usai sudah kampanye, usai sudah upaya partai dan caleg-calegnya untuk meyakinkan pemilih. Mulai hari Senin ini kita memasuki masa tenang agar rakyat bisa menimbang-nimbang, meresapi dan merefleksi atas pilihan-pilihan yang tersedia, baik partai maupun caleg, dengan tenang. Setelah itu, tanggal 9 April ini rakyat akan menentukan pilihannya dengan bebas. Apapun pilihan rakyat, itulah keputusan tertinggi dalam negara demokrasi. Semuanya harus menghormati dan menerima siapapun yang dipilih oleh rakyat.
Jangan jadi golput, walaupun memilih atau tidak memilih adalah hak Anda. Karena golput tidak menyelesaikan masalah, dan hanya menyerahkan kepada orang lain untuk menentukan pilihan Anda. Karena kalau Anda jadi golput, Anda tidak punya kekuatan moral untuk menagih janji para politisi yang mendapatkan mandat mewakili Anda. Istilahnya, “tinggal gelanggang, colong playu”.
Jangan jadi golput. Biarkan semua partai dan semua caleg merayu Anda dengan berbagai program-program dan kebijakan-kebijakan, dengan berbagai orasi politik dan yel-yelnya. Rasakan nikmatnya menjadi yang dipertuan di negeri ini, karena nasib mereka berada di tangan Anda, ketika Anda menentukan siapa yang berhak mewakili Anda.
Namun jangan lupa untuk menentukan pilihan. Gunakan masa tenang ini untuk memikirkan dalam-dalam yang mana yang akan Anda pilih. Jangan mau diintimidasi oleh siapapun. Laporkan ke yang berwenang jika ada yang menghalang-halangi Anda untuk memilih dengan bebas. Kalau ada yang merayu Anda dengan uang, ambil uangnya tapi jangan pilih partainya. Tetaplah pilih sesuai apa yang bagi Anda adalah yang terbaik.
Idealnya Anda pilih salah satu caleg yang Anda sukai. Jangan lupa sekarang caranya dengan mencontreng atau mencentang, bukan lagi mencoblos. Tapi kalau Anda bingung dengan begitu banyak caleg, Anda juga bisa mencontreng tanda gambar partainya saja. Para caleg itu akan bekerja sesuai dengan platform
atau pikiran dasar partainya. Karena itu, kenali dengan lebih baik rekam jejak masing-masing partai sehingga Anda dapat memilih partai yang terbaik.
Pilih partai yang memberikan solusi bukan hanya wacana. Pilih partai yang sudah terbukti memberi manfaat bagi bangsa dan negara dan bukan hanya sekedar memberikan janji-janji angin surga. Pilih partai yang secara konsisten mendukung kebijakan-kebijakan pemerintahan yang berpihak pada rakyat.
Selain itu, pemilihan legislatif ini juga punya konsekuensi langsung pada pemilihan presiden 2009. Berdasarkan undang-undang, hanya partai atau gabungan partai yang memperoleh kursi DPR sebesar 20% atau memperoleh suara sebesar 25% yang dapat mencalonkan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2009 ini. Artinya, pertimbangkan pula calon presiden yang akan diusung oleh partai tersebut dalam Pilpres 2009.
Artinya pula, jika Anda menyukai atau mendukung tokoh tertentu untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2009, maka pilihlah partai yang nyata-nyata akan mengusung tokoh tersebut sebagai calon presiden pada Pilpres 2009. Jangan salah pilih, pilihan partai Anda menentukan juga pilihan calon presiden pada Pilpres 2009. Kalau Anda puas dengan pemerintahan Presiden SBY, kalau Anda suka dengan kepemimpinan Presiden SBY, dan Anda ingin agar capaian-capaian pemerintahan selama ini untuk dilanjutkan, maka pilihlah partai yang jelas-jelas akan mengusung SBY dalam Pilpres 2009.
Jangan bingung kalau banyak partai sekarang mengklaim untuk mendukung berlanjutnya kepemimpinan Presiden SBY untuk lima tahun lagi. Itu adalah strategi kampanye karena tingginya popularitas Presiden SBY. Lihatlah saja partai mana yang secara konsisten mendukung kebijakan pemerintahan Presiden SBY yang pro rakyat.
Sekali lagi, pilih yang terbaik bagi diri Anda, bagi bangsa dan negara. Semoga Tuhan Yang Maha Esa merahmati negeri kita yang tercinta ini.
Dari Kilometer 0,0
Senin, 6 April 2009
Pilih yang Terbaik!
Dr. Andi A.Mallarangeng, dikutip dari harian Jurnal Nasional



