Kecil atau besar memang adalah ukuran. Dalam hal partai politik, kecil atau besar menunjukkan kepercayaan rakyat kepada partai tersebut. Partai kecil artinya adalah partai yang mendapatkan kepercayaan rakyat dalam jumlah yang relatif kecil, sementara partai besar artinya partai yang mendapat dukungan dari rakyat dalam jumlah yang besar. Dalam hal partai politik, urusan kecil-besar ini bisa langsung dilihat dari perolehan suaranya dalam pemilihan umum.
Jangan salah, yang kecil tidak selamanya kecil, dan yang besar tidak selamanya besar. Partai kecil bisa menjadi besar, partai besar bisa menjadi kecil. Peringkat pertama, ke dua, ke tiga dan selanjutnya bukanlah milik partai tertentu yang bisa digendoli sampai kapan pun. Itulah gunanya pemilu yang dilakukan secara berkala, untuk menguji dukungan rakyat kepada masing-masing partai. Dukungan rakyat bisa meningkat kalau kinerja partai dianggap baik. Sebaliknya, dukungan bisa menurun jika kinerja partai dianggap kurang memuaskan.
Pemilu demokratis era reformasi memang berbeda dengan zaman Orde Baru. Pada zaman Orde Baru sebelum pemilu pun hasil pemilu sudah bisa kita ketahui. Tapi pada era reformasi hasil pemilu selalu menjadi diskusi hangat sebelum, pada saat, bahkan sesudah pemilu, karena setiap saat bisa saja ada kejutan politik. Orang bisa menduga-duga hasil pemilu tapi suara rakyat hanya bisa diketahui setelah selesai penghitungan hasil pemilu.
Dalam pemilu demokratis, anything can happen, tergantung suara rakyat. Partai-partai politik nasibnya sepenuhnya ditangan rakyat, karena rakyat bebas memberikan suaranya ke partai mana pun yang menarik hatinya. Jika rakyat menghendaki, partai kecil bisa menjadi besar dan partai besar bisa menjadi kecil. Suara partai bisa naik, bisa turun, walau bisa pula tetap. Bisa tetap besar, bisa pula tetap kecil.
Partai bisa saja berkampanye dengan berbagai strategi dan taktik, melalui berbagai macam media secara kreatif, tetapi jangan lupa bahwa rakyat menilai kinerja suatu partai secara jangka panjang. Di negara kita itu berarti lima tahunan. Karena itu, upaya mendapatkan dukungan rakyat dalam pemilu justru harus dimulai sejak hari-hari pertama setelah pemilu. Jika kampanye adalah marketing, maka setelah pemilu yang harus dilakukan adalah after sales service. Yang terakhir ini bisa berupa kebijakan dan program pemerintahan, maupun prilaku dan integritas anggota-anggotanya, terutama tokoh-tokohnya.
Karena itu, kalau ingin mendapatkan suara rakyat lebih besar lagi atau paling tidak mempertahankan dukungan rakyat yang besar, maka resepnya sederhana. Dan resep ini bisa dipahami tidak perlu dengan membaca text book ilmu politik yang tebal-tebal, karena yang dibutuhkan hanya sekedar akal sehat dan kemauan baik. Apa resepnya? Terus berjuang untuk kepentingan rakyat, dan amanah. Itu saja.
Bagi yang berhasil, jangan takabur. Bagi yang belum berhasil, jangan putus asa. Lima tahun lagi rakyat akan mengevaluasi kinerja masing-masing partai. Dan perolehan suara pun bisa naik, bisa turun, bisa pula tetap. Jika semua parpol ingin menaikkan suaranya dan menjadi partai besar, kemudian semua parpol bekerja keras untuk kepentingan rakyat dan semua tokoh-tokohnya amanah, niscaya negeri kita akan maju. Dan semua partai menjadi partai besar. What a wonderful world...
Dari Kilometer 0,0
Senin, 13 April 2009
Partai Kecil, Partai Besar
Dr. Andi A.Mallarangeng, dikutip dari harian Jurnal Nasional



