SBY termasuk 100 orang paling berpengaruh di dunia? Banyak yang tidak percaya akan berita itu ketika awalnya diberitakan. Termasuk orang Indonesia sendiri, terutama elit politik tertentu. Dianggapnya ini adalah berita sensasi yang dimunculkan oleh staf khusus kepresidenan dalam rangka mendongkrak suara SBY dalam pilpres mendatang.
Namun ternyata itu adalah berita benar. Majalah TIME, majalah berita paling bergengsi di dunia memasukkan SBY sebagai salah satu dari seratus orang paling berpengaruh di dunia. Hal itu memang tiap tahun dilakukan oleh majalah TIME, dan tidak ada hubungannya dengan pilpres yang akan dilakukan di Indonesia. Bukan main-main, SBY disejajarkan dengan Presiden AS Barack Obama, Kanselir Jerman Angela Merkel, PM Inggris Gordon Brown, dalam kategori Leaders and Revolutionaries.
Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia yang sekarang menjadi pemimpin oposisi utama Malaysia, dalam tulisan pengantarnya tentang SBY di majalah TIME, tentang pemilihan SBY sebagai TIME 100 menganggap Indonesia mengalami kemajuan berar selama pemerintahan Presiden SBY. Indonesia sekarang adalah salah satu negara demokrasi paling maju di Asia, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Indonesia dianggapnya bisa menjadi model bagi negara-negara berpenduduk Muslim di dunia yang sukses menjalankan demokasi dan pembangunan ekonomi bersama-sama. Dan kepemimpinan Presiden SBY tidak terpisahkan dari kemajuan tersebut.
Sebagian dari kita baru membuka mata tentang keberhasilan anak bangsa ketika bangsa lain lebih dulu memberikan penghargaan. Mungkin karena sebagian dari kita memang kurang murah hati dalam memberikan penghargaan atau lebih terpukau dengan keberhasilan bangsa lain dan memicingkan sebelah mata tentang keberhasilan bangsa sendiri. Mungkin juga karena ada faktor politik yang menghalangi untuk memberikan pengakuan. Tapi kalau mau jujur, kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu legislatif sejatinya adalah pengakuan dari rakyat Indonesia tentang kepemimpinan Presiden SBY selama hampir lima tahun. Bagi elit politik yang masih sulit mengakui hal ini, baca saja komentar Anwar Ibrahim, bahwa rakyat Indonesia tampaknya akan memberikan mandat baru kepada Presiden SBY dalam pilpres 2009 ini.
Dalam konteks itu, majalah TIME hanya mengangkat pemimpin pilihan rakyat Indonesia ke dalam ranah global dan menempatkannya sebagai salah seorang yang paling berpengaruh di dunia. Coba lihat, Indonesia sekarang adalah anggota G-20, yaitu kelompok 20 negara yang menentukan arah kebijakan ekonomi dunia. Dan disitu Indonesia adalah satu-satunya negara dengan penduduk Muslim mayoritas. Ketika Presiden SBY berdiri sejajar dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya, kita rakyat Indonesia ikut merasa bangga. Bayangkan, dari satu bangsa jajahan, Indonesia sekarang menjadi salah satu negara elit dunia. Bahkan mantan penjajah kita, Belanda, tidak termasuk dalam kelompok G-20.
Bagi kami staf kepresidenan, hal yang pertama terucap adalah Alhamdulillah, puji Tuhan. Kami ikut bangga, bekerja membantu seorang anak bangsa yang diberi amanah memimpin negeri ini, sekaligus diakui sebagai salah seorang pemimpin dunia. Ini baru lima tahun pertama. Bagaimana pula jika diberi amanah untuk lima tahun lagi. The sky is the limit. Tak ada ada batas bagi cita-cita.
Bagi yang masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Presiden SBY masuk dalam TIME 100, saran saya adalah jalan-jalan ke Surabaya, lalu makan pagi di Pecel Ketabang Kali, di pinggir Kali Surabaya. Minta yang agak pedas. Setelah itu minum teh yang ginastel (legi, panas, kentel). Dijamin, ini bisa menjernihkan pikiran. Ahhhh....mantap!
Dari Kilometer 0,0
Senin, 4 Mei 2009
Time 100
Dr. Andi A.Mallarangeng, dikutip dari harian Jurnal Nasional



