Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Usai Peninjauan di Kantor Pusat PLN
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENINJAUAN KE KANTOR PLN PUSAT
GEDUNG PLN PUSAT, 13 DESEMBER 2006
Presiden Republik Indonesia
Dalam kunjungan saya ke PLN hari ini, saya ingin mendengar langsung tentang kondisi dan situasi yang dihadapi PLN, program dan rencana aksi untuk membangun dan meningkatkan ketenagalistrikan di seluruh tanah air, masalah-masalah yang dihadapi oleh PLN dan upaya untuk mengatasi masalah itu, yang tadi telah saya dapatkan dalam presentasi pimpinan PLN. Dengan demikian, kewajiban Pemerintah untuk mendorong, mendukung dan membantu agar semua program dan langkah-langkah yang dilaksanakan PLN bisa mencapai sasaran yang dikehendaki.
Seperti kita ketahui bersama bahwa sumber daya listrik kita di seluruh tanah air atau pada tingkat nasional, itu masih mengalami kekurangan jika dibandingkan dengan kebutuhan riil saat ini, apalagi di waktu yang akan datang, baik itu kebutuhan rumah tangga, industri, publik, maupun bisnis. Sebagai gambaran sering saya katakan, 25.000 megawatt yang kita miliki dewasa ini tentu tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Itulah sebabnya, tiga, empat, lima tahun mendatang kita lakukan program pembangunan pembangkit listrik tenaga uap yang berbasiskan batubara mencapai sasaran sekitar 10.000 megawatt, disamping program-progam yang lain, sehingga terjadi keseimbangan antara penawaran dan permintaan, antara supply dan demand dari tenaga listrik kita.
Semua itu tentu memerlukan resources, sumber daya, apakah investasi, financial dari PLN sendiri, kemudian teknologi, ketersediaan tanah untuk infrastruktur kelistrikannya sampai dengan kebijakan-kebijakan yang memungkinkan semuanya itu berlangsung dengan baik. Itulah yang harus disinkronisasikan satu sama lain, antara PLN dengan Pemerintah, termasuk Pemerintah Daerah, antara PLN dengan mitranya yang berada di luar. Dengan demikian, semua bias bekerja sama secara terpadu untuk menjalankan program ini.
Ada beberapa daerah yang benar-benar memerlukan perhatian serius PLN untuk mengambil langkah-langkah atau solusi yang tepat, terutama daerah-daerah yang betul-betul mengalami kekurangan listrik, misalnya Sumatera Utara dan beberapa kantong yang lain. Atas semuanya itu, tadi saya menyampaikan kepada PLN dan ini menjadi langkah kita bersama.
Pertama, PLN utamanya dan kita semua akan betul-betul menyukseskan program pembangunan atau pengembangan tenaga listrik, terutama 10.000 megawatt yang berbasiskan batubara dan upaya-upaya lain. Kita juga mendorong dengan program pengentasan kemiskinan, program listrik perdesaan. Ada wilayah-wilayah yang bisa kita kembangkan dengan menggunakan angin, matahari diluar yang di luar great-nya yang dikelola oleh PLN. Ini juga akan kita lakukan untuk mengimbangi peningkatan daya yang dilakukan oleh PLN. Program ini meskipun tentu harus kita lakukan dengan profesional, dengan cermat, dengan teliti, tapi waktu sangat menentukan, makin cepat pelaksanaannya, pengembangan 10.000 megawatt ini akan makin baik.
Yang kedua, PLN sebagaimana yang saya tekankan harus betul-betul mengembangkan good corporate governance, korporat yang betul-betul bersih, kemudian responsif terhadap apa yang diinginkan oleh masyarakat, masyarakat pengguna listrik, tentunya ya rumah tangga, sekali lagi, industri, bisnis dan publik. Kemudian transparan apa yang dilakukan dan yang dilakukan oleh PLN, termasuk akuntabilitasnya. Kita ingin benar-benar semua itu bisa diikuti oleh masyarakat luas. Dengan demikian, tidak ada dugaan-dugaan, tidak ada kekhawatiran, apalagi fitnah bahwa pelaksanaan program-program itu tidak berjalan dengan transparan, tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kemudian ada kalanya PLN harus mengambil tindakan tepat, karena keadaan kritis di lapangan, kekurangan sumber daya listrik. Harapan saya, itupun bisa diambil langkah-langkah itu, kalau ada keragu-raguan apakah bertentangan dengan aturan, dengan Undang-Undang, berkonsultasilah ke atasan, ada Menteri, ada Presiden, ada semua. Kalau ini emang ragu-ragu apakah yang diambil itu benar atau tidak benar. Dengan demikian, niat yang baik tidak jadi salah di kelak kemudian hari. Tapi wajib hukumnya kalau ada keadaan yang mendesak, harus segera diambil langkah-langkahnya, dicarikan solusinya. Dengan demikian, bisa segera diatasi.
Kita juga mempersilakan PLN untuk terus mengembangkan korporatnya dengan baik. Dengan demikian, kepercayaan, baik mitra kerja, investor dalam dan luar negeri juga makin baik. Dengan demikian, makin terbuka peluang bisnis bagi PLN. Dan tentunya dalam pembangunan ke depan ini sesuai dengan kebijakan energi baru yang telah Pemerintah canangkan, maka kita ingin benar bahwa ketergantungan pembangkit listrik kita dari BBM harus dikurangi secara sistematis menuju ke sumber yang lain, gas misalnya, batubara, maupun sumber-sumber terbarukan yang akan terus kita kembangkan.
Itulah Saudara-saudara yang saya jelaskan tadi dan satu lagi sebelum saya lupa. Memang harga BBM atau dan tarif dasar listrik ini kita pertahankan mengingat kita perlu waktu untuk meningkatkan ekonomi kita, meningkatkan pendapatan negara kita, meningkatkan pendapatan rakyat kita, termasuk daya beli mereka. Dalam konteks itu, memang masih diperlukan subsidi oleh Pemerintah, tetapi subsidi ini tentu telah kita pikirkan masak-masak dalam porsi yang wajar. Dengan demikian tidak menganggu sehatnya APBN, tapi diperlukan PLN agar tidak terjadi tuntutan untuk menaikkan harga tarif yang akan membebani industri kita dan rumah tangga kita secara keseluruhan.
Itulah Saudara-saudara yang saya sampaikan, barangkali ada satu, dua pertanyaan, saya persilakan.
Sdri. Rosalia Piri, Jurnal Nasional
Apakah tadi dijelaskan oleh Direktur PLN mengenai pembangkit-pembangkit baru, tetapi kinerjanya tidak optimal, misalnya seperti di Cilacap kemudian Tanjung Jati B, di Cilegon kalau tidak salah dari 750 megawatt mejadi 250 megawatt. Apakah itu aritinya kunjungan Bapak hari ini adalah sebagai salah satu bentuk Sidak, karena saya dengar sebelumnya Pak Marsilam sebagai ketua UKP3R telah …
Presiden Republik Indonesia
Dirut PLN melaporkan kepada saya umum, menyeluruh, pulau per pulau, provinsi per provinsi, pembangkit per pembangkit, masalah-masalah secara umum. Secara detail tentunya tidak mungkin disampaikan semua pada hari ini, tetapi instruksi saya sangat jelas, bahwa harus dipastikan semua itu berjalan sesuai rencana kinerjanya, kecepatannya, output-nya. Dan kalau ada yang meleset jangan dianggap harus diselesaikan secara generik, secara umum, tetapi harus ada perlakuan-perlakuan khusus. Dengan demikian, kalau ada titik-titik yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, saya kira bisa dicarikan solusinya.
Jadi yang disampaikan tadi menyeluruh, tidak semua, satu per satu, isu-isu itu karena tentu masih ada Meneg BUMN. Tetapi dengan arahan saya sangat jelas, bahwa jangan dibiarkan suatu proyek yang tidak berjalan dengan baik lantas berlarut-larut, sehingga mencapai atau gagal mencapai sasaran yang kita kehendaki. Satu lagi.
Rakyat Merdeka
Ini berkaitan dengan tadi Pak Presiden mengatakan mengenai tarif dasar listrik, apakah kebijakan Pemerintah bahwa tahun depan Pemerintah tidak akan menaikan tarif dasar listrik? Itu pertama.
Presiden Republik Indonesia
Saya kira sudah sangat jelas kebijakan tarif itu tinjauannya banyak. Yang pertama disesuaikan dengan nilai keekonomian. Yang kedua, disesuaikan dengan situasi pasar, tapi yang ketiga dilihat secara utuh kemampuan rakyat kita, daya beli rakyat kita. Dan apabila itu dinaikan membebani semua hal yang akhirnya terjadi inflasi dan secara menyeluruh tidak baik bagi ekonomi kita. Atas dasar semuanya itulah, Pemerintah memilih subsidi yang diberikan dan tidak memilih untuk menaikan tarif dasar listrik.
Terima kasih.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



