Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Tentang Hasil Rakor Khusus Membahas Kemiskinan dan Pengangguran
KETERANGAN PERS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
TENTANG KEMISKINAN DANPENGANGGURAN
YOGYAKARTA, 14 DESEMBER 2006
Bismillahirrahmaanirrahim,
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera,
Para wartawan yang saya cintai
Hari ini saya bersama para Menteri, dan para Gubernur se-Jawa melaksanakan rapat koordinasi khusus membahas langkah-langkah bersama untuk mengurangi pengangguran atau menciptakan lapangan pekerjaan yang sekaligus dikaitkan dengan pengurangan kemiskinan.
Meskipun secara nasional kita sudah memiliki kebijakan dan program untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran itu, tetapi kunci keberhasilannya adalah panduan upaya dari semua pihak baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan dengan pihak swasta serta masyarakat luas untuk melakukan langkah bersama mengurangi pengangguran dan kemiskinan tersebut.
Kita mendengarkan presentasi dari para Gubernur menyangkut situasi di provinsi masing-masing, terutama keadaan pengangguran dan kemiskinan, masalah-masalah yang dihadapi, upaya untuk mengatasi masalah itu sampai dengan rencana aksi yang akan dilakukan untuk tahun 2007 utamanya. Sekaligus apa yang sudah dan sedang dilaksanakan serta apa yang capaian dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan tersebut.
Kita bahas pekerjaan apa yang mesti dilakukan oleh pemerintah daerah dan sebaliknya kewajiban tanggung jawab dan pekerjaan apa yang mesti dilakukan oleh pemerintah pusat. Sebagai contoh angka pengangguran yang masih relatif tinggi meskipun setahun terakhir ada penyusutan hampir 1 (satu) juta dari pengangguran semula 11 juta menjadi 10 juta. Tetapi mengingat tiap tahun ada tambahan angkatan kerja baru 1,5 juta dan 10 juta itu masih terlalu tinggi yang harus kita susutkan, maka kita harus melakukan langkah-langkah yang sangat gigih, sangat sistematis dan sangat terarah untuk sekali lagi menciptakan lapangan pekerjaan tersebut.
Sebagai contoh, setelah kita kalkulasikan penyerapan angkatan kerja di jajaran pemerintahan dan lembaga negara termasuk TNI dan Polri itu berkisar sekitar 300.00) (tiga ratus ribu) pertahun itu hanya setara dengan sekitar 20-25 % saja dari angkatan kerja yang ada. Artinya 75 % harus kita serap dari lapangan pekerjaan di luar sektor pemerintah tersebut.
Kita identifikasi tadi, pertanian dalam artian luas termasuk bio energi diharapkan tahun-tahun mendatang dengan revitalisasi bisa mempertahankan lapangan pekerjaan yang ada bahkan dengan peningkatan produktivitas dan upaya-upaya lain itu bisa mengembangkan lagi ketersediaan lapangan pekerjaan termasuk program-program bio energi. Manufaktur meskipun ada masalah-masalah tetapi kita juga berharap mempertahankan industri manufaktur yang sudah ada seraya mengembangkan yang baru termasuk relokasi dari negara lain ke negeri kita, yang diharapkan bisa menampung tenaga kerja baru.
Sektor jasa harapan kita juga demikian, kembangkan transportasi dan lain-lain, ke depan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi kita, akan terbuka lebih banyak lagi namun demikian ini pun kita persiapkan tenaga kerja yang sanggup untuk mengawali sektor jasa tersebut. Kemudian kita juga berharap pariwisata juga bisa menampung tenaga kerja yang tepat dan harapan kita makin ke depan makin berkembang sektor pariwisata di negeri kita.
Pembangunan infrastruktur dalam arti luas yang kita programkan termasuk infrastrukur di daerah pedesaan dan pertanian, perumahan, gedung-gedung sekolah maupun infrastruktur yang sudah kita gelar. Koperasinya yang beberapa saat yang lalu diharapkan di tahun-tahun mendatang juga bisa menyerap tenaga kerja yang lumayan sehingga bisa menurunkan angka pengangguran itu.
Sementara itu pangsa tenaga kerja di luar negeri, tenaga kerja kita, kita mencatat kemajuan yang berarti, tetapi ini pun harus kita bisa tingkatkan lagi dengan cara kita lebih mengetahui peluang pangsa yang ada di luar negeri, ketrampilan apa yang diperlukan, bagaimana kebijakannya, kerjasamanya dan lain-lain. Dengan demikian kita juga bisa memberikan peluang kerja di luar negeri tetapi oleh putra-putri bangsa yang sudah kita persiapkan lebih baik. Dengan demikian mereka juga memiliki kualitas pekerjaan yang lebih baik dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.
Itu semua kita bahas, tetapi yang jelas karena pada akhirnya yang menciptakan ruang dan peluang itu adalah daerah. Tadi para gubernur telah mempresentasikan bagaimana implementasi dari semuanya itu di daerah masing-masing. Ada keperluan untuk mensinkronisasikan semua upaya itu. Sebagai contoh tentu ada kebijakan pusat yang harus pro penciptaan lapangan kerja di daerah, ada sinkronisasi antar pemerintah pusat dan daerah menyangkut regulasi, peraturan-peraturan maupun kebijakannya.
Demikian juga ada informasi yang saling terkait, on line, informasi sistem dengan demikian informasi dapat diakses oleh daerah dan daerah bisa memenuhi peluang kerja yang ada, semua itu kita sinkronisasikan dengan harapan akan lebih baik lagi upaya kita untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan. Sementara itu kita sepakat bahwa investasi harus bergerak, agar bergerak maka iklim harus bagus di seluruh wilayah Indonesia.
Kemudian administrasi proses-proses perijinan juga harus makin cepat, makin murah. Dengan demikian investasi diharapkan juga bergerak. Kita juga ingin suku bunga misalkan menjadi lebih baik agar sektor ril bergerak, oleh karena itu tentu harus kita koordinasikan dengan pihak perbankan tetapi kita punya optimisme sejalan dengan pengembangan atau perbaikan makro ekonomi, harapan kita suku bunga itu akan menjadi lebih baik. Dengan demikian sektor riil bergerak dan daerah juga mendapatkan peluang yang lebih besar lagi.
Ada sejumlah masalah yang kita bahas tadi untuk kita carikan solusinya dan dengan demikian kita berharap pusat membantu daerah untuk menjalankan program-programnya, daerah tentunya bekerja secara penuh agar kebijakan nasional, sasaran nasional dapat kita capai dengan baik.
Itulah inti dari apa yang kita jalankan sekarang ini dan ke depan. Saya sudah menugaskan tadi Menko Perekonomian dan Menko Kesejahteraan Rakyat untuk mengintegrasikan langkah-langkah pengurangan pengangguran atau menciptakan lapangan pekerjaan ini dengan pengurangan kemiskinan agar semua upaya pusat dan daerah bisa sinergis, betul-betul terintegrasi dan hasilnya diharapkan lebih baik.
Sementara itu menyangkut lapangan pekerjaan sektor swasta sangat memegang peran yang tinggi, oleh karena itulah kita mendorong agar sektor swasta bangkit, sektor riil bangkt, kita berikan kemudahan-kemudahan termasuk insentif yang diperlukan sepanjang itu membawa kebaikan, mendorong bangkitnya kembali ekonomi kita yang akhirnya lapangan pekerjaan dapat diserap lebih banyak lagi.
Itulah saudara yang dapat saya jelaskan dan barangkali ada pertanyaan yang berkaitan dengan hal ini, saya persilakan.
Sdr. Fajar Ilham, SCTV
Saya Fajar Ilham dari SCTV, Bapak Presiden yang terhormat dan Bapak Menteri serta Ibu dan juga Bapak Gubernur serta Ibu Gubernur. Pertama tadi di luar tadi sejumlah warga dari pengungsi korban bencana Yogya, mereka masih kesulitan dalam penghidupannya, mereka bahkan mengatakan untuk mencairkan bantuan tahap kedua sangat rumit dan sulit. Ini merupakan problem masalah kemiskinan, problem masalah dan juga mereka bawa adalah sampai saat ini diantara mereka banyak yang masih menganggur.
Mungkin dari segi kebijakan tadi Bapak sudah menjelaskan tentang masalah solusi dan lain sebagainya, kami melihat bahwa apa yang diungkapkan, apa yang disampaikan. Kita belum melihat secara riil di lapangan, adanya perubahan nyata terhadap penurunan pengangguran, penurunan kemiskinan dan lain sebagainya.
Presiden Republik Indonesia
Pertanyannya apa?
Sdr. Fajar Ilham, SCTV
Yang kita inginkan adalah langkah konkrit pemerintah untuk jangka waktu 1 (satu) tahun ke depan menyelesaikan masalah pengangguran, kemiskinan bagaimana.
Presiden Republik Indonesia
Saudara mengatakan tidak ada langkah nyata, saya kira keliru tidak mungkin pemerintah tidak melakukan langkah-langkah yang nyata. Kalau Gubernur bisa bicara, Bupati, Walikota bisa bicara mengatakan ada langkah nyata, statistiknya mengatakan bahwa penurunan 1 (satu) juta pengangguran akibat langkah nyata. Bahwa masih tinggi ya dan itulah yang kita upayakan karena tiap tahun juga tambah 1,5 juta.
Kita bertemu disini justru untuk mengevaluasi langkah-langkah nyata yang kita lakukan itu dan langkah apa lagi yang harus kita jalankan ke depan. Saya kira itu jawaban saya. Khusus persoalan di Daeraha Istimewa Yogyakarta paskah bencana tentunya Saudara Gubernur DIY yang bisa menjelaskan duduk persoalannya, saya persilakan pak Gubernur.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
Kami mencoba untuk menjawabnya, saya bisa mengerti problem dari pada warga masyarakat khususnya warga masyarakat yang masih menganggur maupun miskin. Kami punya program untuk 2007 dengan harapan anggaran 2007 mendapatkan persetujuan DPRD Provinsi, dimana setelah rumah ini berdiri kami berharap ada sharing dengan Kabupaten Kota dan itu sudah kita kondisikan.
Di bidang pendidikan, bagaimana kita bisa mengatasi untuk anak putus sekolah dan juga pemberantasan buta huruf, ini kita bicara per desa ya. Yang kedua untuk kesehatan, itu bagaimana desa mendayagunakan Posyandu sebagai kekuatan dan memperbaiki gizi buruk, dan juga untuk prasarana sarana desa, juga ditambah dengan pemberdayaan masyarakat miskin maupun penganggur. Program ini semua, ya, di dalam kontek kita bicara pembangunan berkelanjutan tapi itu baru kita mulai program ini di tahun 2007. Dengan demikian kami berharap tahun 2007 kita bisa mengurangi kemiskinan khususnya bagi mereka yang kena bencana, saya kira demikian Bapak Presiden, terima kasih.
Sdr. Dody, LKBN ANTARA
Saya Dody dari LKBN ANTARA, Bapak Presiden tadi mengatakan bahwa banyak sektor yang akan pertahankan dan dikembangkan untuk membuka lapangan kerja pak, tapi saya ingin tanyakan sektor apa yang tetap diprioritaskan terutama untuk di tahun-tahun ke depan ini pak.
Presiden Republik Indonesia
Semua akan kita dorong untuk bisa membuka lapangan kerja lebih banyak lagi baik itu pertanian dalam arti luas peternakan, perikanan dengan program revitalisasi, dan ingat selalu karena kalau ada datang musim kemarau, itu biasanya beberapa petani yang tidak bisa bekerja di ladang pertaniannya, sawah-sawah akan meninggalkan sektor itu kemudian menuju ke sektor informal untuk mensubstitusikan lapangan pekerjaannya. Ini masalah yang harus kita pecahkan di waktu yang akan datang agar betul-betul menghadapi persoalan apa pun ada solusinya. Barangkali sebagian memang harus perlu sektor informal tapi pertanian itu sendiri dengan revitalisasi diharapkan bisa mengatasi masalah-masalah seperti itu.
Industri manufaktur juga kita dorong karena itu menyerap tenaga kerja yang cukup besar, jasa juga kita dorong kemudian tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri juga menjadi salah satu sasaran kita yang harus kembangkan. Kita tidak memprioritaskan tidak membatasi sektor-sektor mana yang akan kita andalkan, kita membuka peluang yang sama kepada semua sektor yang bisa menampung tenaga kerja.
Terima kasih.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



