Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Mengenai Langkah-langkah Pemerintah Mengatasi Bencana Alam

 

TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
LANGKAH-LANGKAH PEMERINTAH DALAM UPAYA MENGATASI BENCANA ALAM
PURI CIKEAS, 24 DESEMBER 2006


Assalammualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat sore, salam sejahtera

Para Wartawan yang saya cintai
pada kesempatan yang baik ini saya akan menyampaikan dua hal, pertama langkah-langkah pemerintah dalam upaya mengatasi bencana alam, khususnya banjir yang ada di pulau Sumatera. Dan yang kedua adalah berkaitan dengan perayaan Natal tahun 2006 serta hari raya Idul Adha yang insya Allah akan jatuh pada tanggal 31 Desember yang akan datang.

Pertama, sebagaimana saudara ketahui, Indonesia dan Malaysia mengalami bencana banjir karena cuaca yang mengakibatkan terjadinya banjir di Sumatera dan di Semenanjung Malaysia. Untuk Indonesia sendiri skala banjir cukup besar, terutama di Aceh. Kemudian, berikutnya lagi di Sumatera Utara dan di Riau, sedikit Sumatera Barat. Atas terjadinya bencana alam banjir ini sistem kita sudah bekerja, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

Dalam komunikasi saya dengan para gubernur hari ini, baik Gubernur Aceh, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat maupun sekretaris daerah Riau mereka juga sudah mengambil langkah-langkah nyata di lapangan. Disamping itu, Bakornas juga sudah bekerja, bahkan malam hari ini Wakil Presiden selaku ketua Bakornas juga akan melakukan rapat lanjutan untuk memastikan Bakornas memberikan back up yang efektif kepada daerah dalam unit Satkorlak dan Satlak dalam mengemban tugas-tugasnya pengelolaan bencana banjir ini. Yang jelas usaha kita akan tetap kita arahkan, terutama ini yang sedang dikerjakan oleh daerah. Satkorlak dan satlak di lapangan untuk mencari mereka-mereka yang dikabarkan belum ketemu. Yang kedua, memberikan bantuan bagi mereka yang ada di daerah pengungsian. Terutama obat-obatan dan makanan. Dan kemudian, melakukan rehabilitasi apakah logistik, komunikasi dan lain-lain agar kehidupan bisa segera pulih kembali.

Tentara Nasional Indonesia yang juga sudah disiagakan dan ditugasi oleh Panglima TNI telah mulai bekerja dan akan terus melakukan bantuan kepada daerah yang mengalami banjir itu. Bahkan akan diberangkatkan lagi dua Hercules dan dua helikopter Puma untuk memperkuat mobilitas udara di daerah-daerah banjir. Karena laporan yang kita terima jalan yang menghubungkan Lhokseumawe dengan Medan juga ada gangguan, putus, tidak bisa dilewati. Maka keberadaan helikopter maupun pesawat angkut 14C130 Hercules menjadi sangat penting.

Ini semua kita jalankan sekali lagi untuk segera bisa mengatasi keadaan dan sebagaimana yang sering terjadi, saya menghimbau bantuan dari masyarakat luas, masyarakat yang mampu sebab selama ini dengan solidaritas dan kesetiakawanan sosial yang tinggi bantuan itu mengalir dengan baik. Dalam hal ini ada bagusnya dan menjadi sangat bijak kalau ditengah-tengah perayaan Natal, perayaan Idul Adha, Tahun Baru juga memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah banjir ini.

Saudara-saudara,
Yang kedua berkaitan dengan perayaan Natal dan Idul Adha yang akan segera dilakukan, baik oleh umat Kristiani untuk perayaan Natal dan umat Islam untuk perayaan Idul Adha, saya sungguh berharap kedua perayaan besar ini dapat dilaksanakan dengan baik dalam keadaan tenteram, aman dan khusuk. Sehingga tentunya menambah motivasi untuk menjalankan ibadah sebagai umat beragama dan juga untuk membantu masyarakat sekitar dalam mengatasi kesulitan-kesulitan.

Oleh karena itu saya berharap baik untuk Natal tahun 2006 dan Idul Adha dapat diperingati, dirayakan, dijalankan ibadah itu di seluruh wilayah Indonesia dalam keadaan baik, tertib dan penuh kedamaian. Dalam konteks ini saya juga telah meminta jajaran kepolisian di seluruh tanah air untuk membantu pengamanan, membantu jalannya Natal dan Idul Adha ini sebaik-baiknya. Dengan demikian, semua itu dapat dirayakan, dapat dijalani dengan baik.

Disamping itu saudara-saudara, kita juga ingin agar setiap akhir tahun, setiap rangkaian peristiwa ini situasi di tanah air betul-betul aman, tertib, damai, penuh dengan persatuan dan persaudaraan. Dengan demikian akan sangat bermakna bagi perjalanan kehidupan kebangsaan di negeri ini. Saya sungguh berharap para pimpinan masyarakat, tokoh agama untuk bersama-sama mengelola periode akhir tahun ini sekaligus dengan perayaan Natal dan Idul Adha ini sebaik-baiknya. Dengan demikian, kita meletakkan landasan untuk masa depan bahwa negeri kita adalah negeri yang damai, negeri yang penuh dengan persaudaraan dan peristiwa-peristiwa itu bisa kita nikmati, bisa kita rayakan dengan baik.

Dua hal itulah yang ingin saya sampaikan saudara-saudara pada kesempatan yang baik ini dan barangkali ada pertanyaan dari saudara, saya persilakan.

Pertanyaan
Bagaimana antisipasi pemerintah dalam menghadapi musim hujan yang akan berlangsung sekitar 2 bulan lagi?

Presiden Republik Indonesia
Betul, tapi dalam komunikasi saya dengan para gubernur yang sedang mengalami musibah ini juga tetap waspada karena menurut ramalan cuaca bulan Januari bahkan Pebruari masih sangat mungkin kita menghadapi curah hujan yang tinggi. Dengan demikian, tetaplah waspada untuk mengantisipasi bencana banjir dan ini melalui Bakornas juga diserukan kepada seluruh wilayah di Indonesia ini untuk melakukan hal yang sama. Sementara itu, tadi saya sampaikan juga meskipun kita memperingati Natal dan Idul Adha, tapi mengingat cuaca, musim seperti ini tetaplah kita juga melakukan langkah-langkah yang tepat agar tidak mengganggu jalannya perayaan itu. Dan, sekaligus kalau terjadi sesuatu kita lebih siap untuk mengatasinya. Jadi betul itu, kita jalani semua dan saya sudah meminta BMG dan lembaga-lembaga yang bertugas, berkewajiban memberikan informasi kepada masyarakat, berikanlah terus-menerus. Baik melalui media elektronik maupun media cetak maupun melalui media-media yang lain. Karena ini penting bagi kita untuk bisa mengantisipasi, bisa mengikuti prediksi yang dilakukan.

Sdr. Osdar, Kompas
Osdar dari Kompas Pak. Bapak Presiden tadi sudah dijelaskan sebagian tentang sistem yang sudah berjalan, tapi ternyata kita hampir tiap waktu kita mengalami bencana dan memang kita sudah punya sistem. Tapi mungkin apakah Bapak bisa memberi penjelasan sedikit ya, walaupun sebagian tadi sudah dijelaskan bagaimana sistem itu dijalankan dan apa, sistem apa yang bias mungkin disampaikan kepada lembaga-lembaga supaya dengan demikian Indonesia bisa menjadi ahli menghadapi bencana ini. terima kasih.

Presiden Republik Indonesia
Baik, itu yang sedang kita bangun, pelajaran yang sangat berharga ketika kita mengalami bencana tsunami dan gempa bumi dua tahun yang lalu, khususnya di Aceh dan di Nias. Indonesia yang secara geografis dan geologis memang rawan bencana, memang harus benar-benar memiliki sistem yang canggih untuk bisa mengantisipasi dan bisa melakukan langkah-langkah tanggap darurat bila itu terjadi.

Sejak itu memang terus-menerus kita bangun, baik secara fisik kita membangun early warning system yang kita lakukan menginstal atau menggelar early warning system di daerah-daerah bencana tsunami sedang kita lakukan. Early warning yang merupakan penyampaian berita cepat dalam hitungan 1, dan 2 sampai 13 menit setelah terjadinya gempa bumi juga kita lakukan. Tadi pagi misalnya, menit kedua handphone saya sudah dimasuki terjadinya gempa bumi di Ujung Kulon 5,5 skala richter, tempatnya sudah tahu, kedalamannya sudah tahu dan ini saya minta juga untuk digerakkan, disampaikan kepada seluruh rakyat agar mereka juga tahu. Saya cek pada menit yang ke-6 Gubernur Banten juga sudah melaksanakan langkah-langkah.

Dengan demikian, Early warning system ini sudah kita gelar lebih banyak lagi, memang ada yang memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Teknologi yang tidak sedikit. Inilah yang kita kerjasamakan dengan Jerman, dengan Jepang, dan lain-lain, agar ke depan early warning system kita bisa berjalan lebih bagus lagi. Itu yang serba teknologi, yang serba information system. Yang tidak kalah pentingnya adalah tanda-tanda manual yang juga sudah mulai digelar di banyak tempat, di pinggir-pinggir pantai, di tempat-tempat kemungkinan terjadinya gelombang tsunami sudah mulai dipasang tanda-tanda kemana arahnya, tempat pelariannya.

Kemudian mengenali gejala datangnya tsunami ini harus kita bangun seluruh Indonesia dan kita akan mengecek kesiapan daerah-daerah untuk itu. Itu yang bisa kita antisipasi. Adakalanya memang sama sekali tidak bisa kita antisipasi. Letusan gunung berapi bisa kita antisipasi. Kita sudah mendengar kemarin, waktu Merapi aktifitasnya lebih. Tetapi ketika kita mengarah kepada gunung berapi tetapi ternyata yang terjadi adalah gempa bumi yang tidak bisa kita prediksi. Yang kita lakukan kalau seperti itu adalah tanggap cepat. Tanggap cepat adalah suatu mekanisme, baik kesehatan kita, satuan logistik kita, helikopter, pesawat angkut kita yang lebih siaga, lebih cepat untuk bisa membantu kalau itu terjadi.

Saudara juga sudah melihat gelar dari TNI untuk membantu masyarakat, gelar dari Palang Merah Indonesia dan lembaga-lembaga lokal yang juga melaksanakan tugasnya. Saya waktu meninjau kemarin, dua hari yang lalu di Karang Anyar, satuan- satuan masyarakat, LSM yang juga melakukan itu. kita ingin itu juga terus dikembangkan.

Dengan demikian bukan hanya antisipasi, early warning, tanggap darurat, Indonesia diharapkan lebih berkemampuan di masa depan ini. Dan yang terakhir, adalah rekonstruksi, sebagaimana Aceh sedang berlangsung, Yogya, Jawa Tengah sedang berlangsung, Nias sedang berlangsung, yang ini merupakan pekerjaan rumah juga yang tidak boleh kita tinggalkan. Itulah detail yang kita lakukan tentu saja kita membangun sebuah sistem, membudayakan sesuatu untuk mengantisipasi. Tidak semudah yang kita bayangkan, tapi kita jalankan terus. Dan koreksi, masukan dari masyarakat luas kita tunggu karena ini masalah kita bersama dan bukan hanya masalah pemerintah, terima kasih.

Terima kasih saudara-saudara, sampai ketemu lagi.
Wassalamualaikum warrahmatulahi wabarrakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan