Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Keterangan Pers Seusai Rapat Terbatas di Departemen Pertanian
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SEUSAI RAPAT TERBATAS
DI DEPARTEMEN PERTANIAN
JAKARTA, 8 JANUARI 2007
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera,
Para wartawan sekalian, baru saja kita melaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh para Menteri dan beberapa Gubernur, serta jajaran Departemen Pertanian Eselon II keatas, dengan agenda tunggal, program dan upaya Pemerintah untuk meningkatkan produksi beras tahun 2007 dan tahun-tahun berikutnya. Ini sebagai kelanjutan dari Sidang Kabinet Paripurna yang kita lakukan minggu lalu, untuk menajamkan program Pemerintah pada tahun 2007 ini, yang berkaitan dengan peningkatan ketahanan pangan, energi dan aspek-aspek kesejahteraan lainnya, termasuk upaya pengurangan kemiskinan dan pengangguran.
Pemerintah Pusat bersama-sama Pemerintah Daerah dan komunitas petani tahun 2007 ini ingin benar-benar bisa meningkatkan produksi beras. Sasaran kita, minimal tambahan 2 juta ton setara beras secara nasional. Mengapa ini kita perlukan? Sebab pengalaman kita tahun-tahun terakhir terjadi ketidakseimbangan antara supply dengan demand, penawaran dan permintaan, faktor musim yang seringkali berpengaruh terhadap hasil panen dan produksi tiap tahunnya, serta dapat dikembangkannya input yang lebih tepat, terutama bibit dan pupuk yang apabila digunakan dengan benar, apa yang telah kita uji dan lakukan penelitian, maka diharapkan benar-benar dapat meningkatkan produksi.
Peningkatan produksi ini disertai tentu dengan penyediaan anggaran yang telah kita tetapkan, disertai pula dengan memberikan target bagi provinsi-provinsi yang selama ini surplus atas hasil panen padinya dan juga program menyeluruh yang nanti akan dilakukan oleh jararan Departemen Pertanian di seluruh wilayah Indonesia.
Kita mendengarkan kesiapan dari para Gubernur, utamanya 5 Gubernur yang hadir pada hari ini, yaitu Gubernur Jawa Barat, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Gorontalo, empat ya? Yang menurut kalkulasi, harapan kita 2 juta ton itu dapat dicapai, tentu dengan upaya di daerah-daerah yang lain yang sekali lagi program intensifikasi yang akan kita lakukan dengan memproduksi menggunakan bibit dan pupuk yang tepat untuk itu.
Kita berharap langkah ini di laksanakan secara sungguh-sungguh diseluruh tanah air, dan kita berharap pula komunitas petani menjadi bagian dari peningkatan produktifitas atau peningkatan produksi ini. Kita juga membahas tadi, apa yang telah menjadi perkiraan global, cuaca global, kemungkinan datangnya Elnino pada tahun ini yang bisa membikin musim kemarau lebih panjang. Maka di seluruh wilayah Indonesia telah pula mengantisipasi untuk kemungkinan seperti itu dan kita berharap program aksi yang kita jalankan tahun ini telah mempertimbangkan aspek iklim atau cuaca itu.
Ini sebuah program besar Saudara-saudara, yang tentu harus kita jalankan dengan segigih mungkin. Saya mengajak semua pihak untuk betul-betul menyukseskan ini semua. Dengan demikian, isu-isu sosial, isu politik dan isu ekonomi yang berkaitan dengan pangan dan ketahanan pangan ini dapat kita kelola dengan baik, karena sesungguhnya kita sungguh ingin untuk benar-benar bisa meningkatkan produksi padi kita di seluruh wilayah Indonesia.
Itulah inti dari apa yang kita bahas hari ini dan setiap bulan para Gubernur akan melaporkan kemajuannya kepada saya, kepada Wakil Presiden, dan Pemerintah Pusat. Menteri Pertanian juga akan melakukan hal yang sama. Dengan demikian, kalau ada faktor X, ada sesuatu yang di luar asumsi dan perkiraan kita, kita bisa segera merespon dengan baik. Kita juga membahas secara seksama bagaimana meletakan komunitas petani, kepentingan petani, menjadi bagian dari upaya peningkatkan produktivitas pertanian kita ini, sehingga semuanya akan mendapatkan nilai positif dari program yang kita laksanakan tahun ini dan tahun-tahun mendatang.
Demikian saudara-saudara, apakah ada pertanyaan?
Sdri. Novi, Investor Daily
Terima kasih, saya Novi dari Investor Daily.
Pak Presiden, saya mau bertanya mengenai program peningkatan produksi pertanian yang Bapak sebutkan tadi, bahwa Pemerintah akan meningkatkan anggaran. Berkaitan dengan anggaran itu, berapa besar anggaran yang akan dialokasikan oleh Pemerintah untuk tahun ini, dan bagaimana memberdayakan petani-petani yang ada di perdesaan? Terima kasih.
Presiden Republik Indonesia
Anggaran rincinya nanti Saudara Menteri Pertanian bisa menjelaskan, beri kesempatan setelah ini. Tetapi ini, program ini, semua tentu dilaksanakan pada tingkat lapangan, Kabupaten dan bahkan pada tingkat bawahnya lagi yang sudah barang tentu akan melibatkan komunitas petani dan petani untuk menjadi bagian utuh peningkatan produksi ini.
Pengenalan bibit, sebagai contoh hibrida yang Insya Allah akan segera kita kembangkan secara lebih luas lagi, kemudian pupuk dan cara-cara mengolah ataupun mengelola pupuk dan bibit itu tentu juga memerlukan pelibatan petani, penyuluhan lapangan, bimbingan, pengawasan tentu ditingkatkan. Dengan demikian, faktor produksi ini bukan hanya input, tetapi petani, komunitas petani sekali lagi sebagai human capital dan social capital bisa turut menunjang keberhasilan dari program ini.
Saudara Menteri Pertanian saya persilakan untuk menjelaskan peningkatan berapa persen, komponennya apa saja supaya diketahui publik.
Menteri Pertanian
Terima kasih. Anggaran Departemen Pertanian itu meningkat dari tahun 2006, 6,2 trilyun kemudian menjadi 8,7 trilyun untuk 2007. 2,5 trilyun tambahan. 1 trilyun akan digunakan untuk subsidi benih. Jadi kita sudah mengalokasikan untuk penanaman 6 juta hektar, benihnya itu akan kita berikan gratis. Kemudian 745 milyar itu digunakan untuk jaminan kredit untuk petani, khususnya petani kecil. Ditambah dengan tahun lalu, kita punya 255 jaminan kredit maka menjadi 1 trilyun. Ini diharapkan bisa mengeluarkan kredit kira-kira 5 trilyun. Kemudian 500 milyar itu digunakan untuk subsidi bunga, jadi bantuan bunga untuk petani kecil sebanyak 10 % dari jumlah kredit yang diminta. Dan sisanya itu, banyak digunakan untuk peningkatan penyuluhan, jadi 2,5 trilyun kira-kira dipakai untuk itu. Terima kasih.
Presiden Republik Indonesia
Terima kasih. Jadi peningkatan anggaran 30 %, dengan perincian seperti itu benar-benar kita ingin meningkatkan produktivitas di satu sisi, tapi juga kita ingin melindungi, memberdayakan, meningkatkan kesejahteraan petani secara umum.
Sdr. Luhur, Detik.com
Saya Luhur dari Detik.Com. Yang ingin saya tanyakan tadi Pak, volume lebih banyak ke program intensifikasi, bagaimana dengan lembaga pertanian yang makin lama makin mengecil?
Presiden Republik Indonesia
Kita bahas juga tadi. Memang ada konversi lahan per Provinsi sudah kita hitung secara nasional juga sudah kita ketemukan angkanya. Memang konversi itu juga bagian dari dinamika ekonomi, karena tentu produksi itu berada dimana-mana, termasuk tentunya produksi di bidang pertanian. Namun demikian, kita sepakat harus ada rasio yang tepat. Itulah kita berharap para Gubernur, Bupati, Walikota dengan DPRD masing-masing, betul-betul bisa mengembangkan policy, bahwa konversi itu punya batas gerak maju untuk tidak mengancam. Meskipun intensitas, kita tingkatka, tapi keluasan lahan minimal bagi pencapaian produksi juga menjadi pertimbangan utama. Kita bahas dan tadi angkanya ada, nanti Menteri Pertanian bisa menjelaskan pada kesempatan yang lain. Tetapi turut kita hitung pula, bagaimana suksesnya program intensifikasi pertanian tanpa sama sekali mengabaikan luas lahan minimal yang kita perlukan untuk menyukseskan program itu. Terakhir.
Sdri. Nancy, Indosiar
Terima kasih Pak. Nancy dari Indosiar, Pak. Tadi saya lihat, Pemerintah tahun 2007 ini akan meningkatkan produksi pertanian dengan kira-kira menambah 2 juta ton beras, apakah itu ada jaminan Pak, bahwa Pemerintah dalam tahun 2007 ini tidak akan lagi diimpor beras, itu yang pertama. Lalu yang kedua, bulan Januari inikan ada rencana impor beras 500 ribu ton itu, bagaimana kelanjutannya Pak?
Presiden Republik Indonesia
Saya kira sudah sangat sering dijelaskan oleh kita semua pertanyaan ini dan tentunya tidak harus setiap saat diulang-ulang pertanyaannya. Tetapi yang jelas kebutuhan impor sekarang ini kembali dikaitkan dengan ketersediaan beras kita, stok beras kita untuk memungkinkan beras itu ada dan bisa dijangkau, bisa dibeli oleh mayoritas rakyat kita. Ini penting sekali karena sekali ekspor dan impor bukan tujuan. Tujuannya adalah rakyat kita bisa membeli beras, dengan harga yang terjangkau. Harga sedemikian rupa melindungi petani tetap, tetapi tidak terlalu tinggi sehingga rakyat kita tidak mampu membelinya. Dalam konteks itulah apa yang akan kita lakukan dengan mengimpor sejumlah beras, agar sekali lagi tersedia beras itu dan bisa dibeli oleh rakyat.
Jaminan yang sering ditanyakan. Kalau Saudara mendengar tekad kita, program kita, aksi kita di seluruh tanah air, Pemerintah Pusat dan daerah tujuannya makin ke depan, kita makin mandiri, makin ke depan kita berswasembada dan dengan semangat ini kita ingin secepat-cepatnya betul-betul bisa mencukupi kebutuhan sendiri dan tidak harus selalu mengandalkan dengan impor beras. Saya kira itulah tujuan utama, itulah sasarannya dan itulah yang kita lakukan sekarang ini secara gigih, agar semua dapat kita capai.
Terima kasih.
Wassalamaualikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



