Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Keterangan Pers Usai Menerima Managing Director IMF
TRANSKRIPSI
DOORSTOP PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DI HALAMAN KANTOR PRESIDEN
24 JANUARI 2007
Selamat siang,
Baik, kunjungan Managing Director IMF ke Indonesia tiada lain adalah untuk memberikan apresiasi kepada Indonesia atas pelunasan hutang IMF yang sudah selesai tahun 2006 yang lalu, yang harusnya jatuh temponya 2010 disertai dengan observasi atas perkembangan ekonomi kita, fundamental ekonomi kita, makro ekonomi kita dan neraca pembayaran.
Dan yang penting bagi kita sejak sekarang ini Indonesia adalah equal partner dari IMF, berbeda, hubungan Indonesia-IMF sejak 1997 hingga sebelum dilunasinya hutang IMF tersebut. Ini berarti pula bahwa anggaran untuk pembangunan kita yang dulu ada istilah letter of intent dengan IMF dan kemudian ada post program monitoring tidak ada lagi.
Tentu ini memberikan tanggung jawab yang penuh kepada kita untuk menentukan sendiri pembangunan kita, anggaran kita, kebutuhan financial kita untuk mencapai sasaran yang kita kehendaki.
Penting bagi kita untuk benar-benar sebagaimana yang kita harapkan bersama kita lebih mandiri, membangun kemandirian dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Saya juga memandang perlu untuk mengakhiri format yang kita sebut dengan forum CGI, tahun lalu sudah mulai kita adakan pergeseran dan tahun 2007 ini saya nyatakan tidak perlu lagi ada forum CGI seperti dulu, Indonesia menyampaikan rencana pembangunannya kemudian dibahas, dikritisi kadang-kadang, diberikan komentar-komentar dan lain-lain, karena kita sudah bisa mengatasi semuanya itu tanpa harus ada pelibatan bantuan forum CGI. Lagi-lagi ini memerlukan perencanaan kita yang matang, yang prudent, tanggung jawab kita yang penuh untuk kita bisa menyusun sekali lagi rencana pembangunan kita. Dan dengan babak baru pembangunan kita yang Insya Allah akan lebih mandiri lagi.
Saya berharap betul jajaran pemerintahan bukan hanya Pemerintah Pusat, tapi juga Pemerintah Daerah, Provinsi, Kabupaten dan Kota betul-betul bisa menyusun rencana pembangunan, rencana anggaran yang tepat, tepat sasaran sesuai dengan prioritas yang telah saya tetapkan pada tahun 2007 ini. Sekali lagi pengurangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan pendidikan, peningkatan kesehatan, peningkatan produksi pangan, kecukupan energi dan lain-lain.
Ini yang perlu saya sampaikan kepada rakyat Indonesia, jadi jangan ada isu seolah-olah IMF datang akan menawarkan pinjaman. Kita tidak berpikir dan tidak berencana untuk berhutang lagi, berhutang lagi pada IMF ataupun lembaga-lembaga lain yang menurut kita justru harus sudah mulai kita kurangi hutang kita ini.
Betapa beratnya APBN kita kalau porsi terbesar harus untuk membayar hutang, untuk memberikan subsidi yang berlebihan. Oleh karena itulah kita bikin makin sehat, kita punya APBN dan rasio hutang kita terhadap PDB terhadap APBN harus makin berkurang, mendekati angka yang normal, yang baik. Demikian juga subsidi akan kita berikan bagi yang benar-benar memerlukan yang sangat tepat.
Ini sekali lagi mengubah struktur APBN kita, meningkatkan kemandirian kita agar semua pembangunan lebih kita biayai sendiri, tanpa mengurangi kualitas dari perencanaan dan capaian dari pembangunan itu.
Terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



