Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Usai Rakor Mengenai Percepatan Pembangunan Rusun di Perkotaan
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SEUSAI RAPAT KOODINASI
MENGENAI
PERCEPATAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN DI PERKOTAAN
KANTOR KEMENTRIAN NEGARA PERUMAHAN RAKYAT
7 FEBRUARI 2007
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera,
Saudara-saudara, para wartawan yang saya cintai,
Baru saja kami melaksanakan Rapat Koordinasi untuk membahas satu, yaitu agenda percepatan pembangunan rumah susun di perkotaan dengan kategori kota-kota besar yang dihuni oleh lebih dari 1,5 juta penduduk. Upaya untuk menambah rumah-rumah sederhana, ini bagian dari program pemerintah jangka menengah dan khusus percepatan pembangunan rumah susun di perkotaan juga merupakan agenda dan prioritas 5 tahun ke depan. Dengan sasaran 5 tahun mendatang, kita bisa membangun sekitar 1.000 unit rumah susun, ulangi 1.000 tower atau setara dengan 600,000 unit yang ada dalam rumah susun tersebut.
Pertimbangannya sangat jelas saudara-saudara, pertama kebutuhan akan rumah sederhana bagi rakyat berpenghasilan rendah, menengah ke bawah sangat diperlukan. Yang kedua, rumah susun di perkotaan adalah solusi, solusi untuk mempertahankan lingkungan yang baik, solusi untuk penghematan biaya transportasi, manakala letaknya dekat dengan tempat mereka bekerja dan aspek-aspek lain yang sangat menguntungkan, kalau kita bisa membangun komplek rumah susun tersebut. Ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan kita, bahwa kita mengutamakan kebutuhan dasar rakyat kita, memenuhi hak dasar rakyat kita, utamanya pangan, sandang dan papan.
Skema atau policy yang ingin kita lakukan adalah membangun perumahan susun, kita berikan insentif dan subsidi dan kemudian pengguna atau rakyat kita yang akan membeli itu bisa mengangsur pembeliannya dan sekali lagi dengan harga yang kita berikan, subsidi ataupun insentif-insentif yang diperlukan. Ini yang kita rumuskan dan harapan kita, ini semua bisa segera kita wujudkan, kerjasama sangat penting Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, kalangan swasta atau pengembang dan masyarakat luas yang tentu bersama-sama untuk mewujudkan upaya percepatan sekali lagi pembangunan rumah susun di perkotaan ini.
Lebih lanjut, angka-angka, tahapan, apa saja yang dirumuskan, baik itu menyangkut harga, jenis dan jumlah subsidi ataupun insentif, lokasi, kualitas ataupun luasan dari bangunan, tentu akan dijelaskan oleh Saudara Menteri Negara Perumahan Rakyat setelah semuanya nanti definitive dan itu menjadi kebijakan publik yang nanti akan kita jalankan.
Hal-hal yang harus kita konsultasikan dan koordinasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat akan kita lakukan, tetapi semangat kita sama, kita harus memberikan atensi, harus memberikan kemudahan bagi golongan rakyat kita, terutama penghasilan rendah untuk bisa dengan angsuran mendapatkan rumah yang akan mereka huni. Demikian penjelasan saya, apakah ada pertanyaan?
Sdr. Heru, Metro TV
Kelihatannya kemarin situasi banjir itu banyak warga menuding bahwa kegagalan terjadi pada pengelola real estate. Ini terkait dengan pembangunan rumah susun, apakah sudah dirancang soal kemungkinan-kemungkinan mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir ke depan yang lebih parah lagi, Pak?
Presiden Republik Indonesia
Sebenarnya ide pembangunan rumah susun itu untuk mengkonsentrasikan perumahan-perumahan rakyat di lokasi yang tepat, mengurangi sebaran perumahan yang justru itu bisa berdampak pada seperti kemungkinan datangnya banjir. Tujuannya justru di situ. Tentu secara teknis Gubernur DKI Jakarta bisa menjelaskan, tapi itu justru menjadi tujuan, agar semua infrastruktur, fasilitas, aliran sungai tidak terganggu dengan banyak hal ,termasuk tempat-tempat hunian yang tidak tepat, idenya ke situ mengurangi beban lingkungan, mengurangi kompleksitas permasalahan perkotaan dengan cara, sekali lagi menata kembali pembangunan rumah susun ini sesuai dengan tata ruang yang telah kita tetapkan.
Sdri. Dody, LKBN Antara
Dody Pak dari Antara. Biaya yang diperlukan untuk membangun 1.000 tower ini berapa banyak? Apa dari APBN atau dari pengembang?
Presiden Republik Indonesia
Rincinya Menteri Negara akan menjelaskan nanti. Tetapi yang jelas, ada biaya yang dikeluarkan oleh pengembang yang tentunya biaya itu juga menjadi bagian dari pembelian oleh rakyat kita yang akan memiliki rumah itu. Tetapi mengingat kemampuan daya beli dari rakyat kita golongan ekonomi rendah itu tentu terbatas, Pemerintah melalui APBN, APBD juga memberikan insentif atau subsidi. Demikian juga perpajakan akan kita berikan keringanan bahkan sebagian pembebasan, bahkan sebagian pembebasan. Dengan demikian, harapan kita semua itu sangat menekan jumlah harga dan akhirnya bisa dijangkau oleh rakyat kita. Saudara Meneg bisa dijelaskan, kalau sudah ada catatannya, sekarang atau nanti setelah saya, setelah selesai.
Sdr. Suhartono, Kompas
Selamat sore, saya Hartono dari Kompas Pak. Beberapa waktu yang lalu pernah juga dirancang Pak di Kantor Wapres dengan rencana pembangunan 1.000 tower itu. Tetapi ada beberapa kendala, antara lain masalah tanah dan proposal, seperti di kawasan Berlan Pak. Kebetulan di sini ada Bapak Menteri Pertahanan. Apakah juga dibahas problem pemukiman di kawasan Berlan khususnya. Terkait itu Pak apakah dalam rapat tadi membahas, apakah penduduk yang hidup dibantaran kali akan mendapat prioritas untuk tinggal di rusun Pak?
Terima kasih.
Presiden Republik Indonesia
Kita tidak membahas spesifik siapa yang kita prioritaskan untuk memiliki rumah susun itu. Tapi pada prinsipnya, kita ingin memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah dengan scheme yang saya sampaikan tadi. Posisi atau status tempat-tempat yang akan kita rencanakan, khususnya di DKI dalam pembangunan rumah susun ini.
Saudara Gubernur DKI juga telah menjelaskan tadi dan ini juga akan menjadi bahan untuk penyiapan, baik itu Kantor Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Pemerintah DKI Jakarta, pihak pengembang dan lain-lain, stakeholders, dengan harapan apabila itu kita laksanakan statusnya jelas, tidak ada masalah hukum lagi dan tidak ada juga masalah sosial yang berkaitan dengan itu. Itu termasuk kita bahas dan nanti kesiapan atau rancangannya akan memuat masalah-masalah itu.
Terima kasih saudara-saudara.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



