Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Keterangan Pers Bersama Presiden RI dengan PM Malaysia
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS BERSAMA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN
PERDANA MENTERI MALAYSIA
ISTANA MERDEKA, 22 FEBRUARI 2007
Presiden Republik Indonesia
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Perdana Menteri Malaysia, Bapak Abdullah Ahmad Badawi,
Para Wartawan yang saya cintai,
Baru saja, atas nama Pemerintah dan Bangsa Indonesia, saya menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipradana kepada Yang Mulia Perdana Menteri Malaysia, Yang Amat Berhormat Dato’ Sri Abdullah Ahmad Badawi sebagai ungkapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas jasa dan peran beliau di dalam mempererat dan meningkatkan persahabatan dan kerjasama antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Malaysia, antara bangsa Indonesia, Bangsa Malaysia.
Disamping itu, sebelum dilakukan acara penganugerahan Bintang Republik Indonesia Adipradana tersebut, Yang Mulia Perdana Malaysia dan saya melakukan pertemuan bilateral yang mengevaluasi kerjasama yang kita lakukan hingga saat ini. Kami merasa senang dan berbahagia bahwa kerjasama kita di berbagai bidang, bidang ekonomi, termasuk investasi dan perdagangan, pendidikan, kebudayaan, ketenagakerjaan, kerjasama perbatasan, termasuk di bidang pertahanan dan keamanan berkembang secara signifikan.
Untuk diketahui oleh Saudara-saudara, bahwa Malaysia pada tahun lalu adalah penanam modal tertinggi di negara kita, dengan nilai 2,2 milyar dolar Amerika Serikat. Volume perdagangan bilateral juga semakin meningkat. Tahun 2006 yang lalu berjumlah 5,9 milyar dolar Amerika Serikat, meningkat 28% dari tahun sebelumnya, sekitar 4,6 milyar dolar Amerika Serikat.
Kemudian, untuk menyebut beberapa contoh kerjasama di bidang ketenagakerjaan juga berkembang baik. Kami berterima kasih atas diterimanya saudara-saudara kita untuk bekerja di Malaysia, sebagai bagian dari pembangunan ekonomi Malaysia, dan kita telah melakukan sejumlah kerjasama untuk perlindungan tenaga kerja di sana, termasuk kerjasama di dalam pemberian fasilitas pendidikan bagi kurang lebih 34 ribu anak-anak TKI yang bekerja di wilayah perkebunan. Malaysia menyediakan fasilitas gedung-gedung untuk sekolah, Indonesia menyediakan guru, disiapkan 500-1000 orang guru, agar proses belajar-mengajar dapat dilaksanakan dengan baik.
Disamping itu, kami juga sepakat untuk lebih meningkatkan kerjasama di Pulau Kalimantan, dalam rangka Heart of Borneo, juga kerjasama yang konstruktif, misalnya di dalam penanggulangan asap, di dalam kegiatan ekonomi di perbatasan, dan lain-lain, kerjasama yang konstruktif dan saling menguntungkan diantara kedua bangsa, kedua pemerintah, Indonesia dan Malaysia.
Untuk Saudara ketahui bahwa kunjungan Perdana Menteri Malaysia atas undangan saya juga Beliau akan mendapatkan tanda penghargaan dari Pramuka, yang insya Allah sebentar lagi akan dilaksanakan di Jakarta. Ini menunjukan bahwa Pramuka kita mencatat betapa kerjasama diantara kedua Pramuka, dan menganggap Malaysia makin berkembang sekarang ini, dan ini semua tidak lepas juga dari peran dan jasa Bapak Perdana Menteri Malaysia.
Itulah yang dapat saya sampaikan kepada Saudara-saudara, saya persilahkan Yang Mulia Bapak Perdana Menteri untuk menyampaikan penjelasan kepada pers.
Perdana Menteri Malaysia
Terima kasih Bapak.
Saya juga ingin melahirkan rasa penuh kesyukuran dan juga terima kasih kepada Bapak atas jemputan yang sudah disampaikan kepada saya untuk datang ke Jakarta, Indonesia, untuk menerima satu anugerah tertinggi Republik Indonesia kepada saya. Dan juga kedatangan ini memberi kita kesempatan untuk berbincang mengenai hubungan bilateral kita, disamping kita sama-sama membuat evaluation tentang kedudukan kerjasama bilateral Malaysia-Indonesia pada waktu ini. Saya menyejutui sepenuhnya apa yang telah Bapak terangkan kepada pihak media tadi tentang kedudukan dan pencapaian dalam bidang-bidang kerjasama yang begitu luas, yang merangkumi berbagai sektor.
Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT atas pujaan dan saya amat gembira sekali Bapak, karena pada tahun lalu Malaysia menjadi investor pelabuhan yang terbesar sekali di Indonesia dengan nilai pelabuhan sebesar 2.2 billion ringgit Amerika. Dan juga dalam bidang-bidang labour begitu, adalah menjadi harapan saya dari dua kerajaan yang pimpin dan rakyat Indonesia supaya hubungan hal yang baik di dalam bidang bilateral, kerjasama economy dan bidang-bidang yang lain itu akan terus meningkat.
Sebenarnya saya juga menilik kesempatan juga melahirkan betapa rasa terharu dan bersyukur sekali kepada Allah SWT, apabila berlakunya banjir di beberapa tempat di Malaysia dan yang paling terburuk sekali di Negeri Johor, Indonesia, kerajaan Indonesia di bawah arahan Bapak telah pun menyampaikan bantuan-bantuan, pada masa-masa banjir di Indonesia. Saya amat terima kasih sekali. Ini bukan sebenarnya melahirkan suatu perasaan dalam diri saya, yang mana saya sebut tadi Bapak Presiden sendiri bahwa saya, Indonesia-Malaysia persahabatannya ada sejak sekitar masa senang dan masa susah. We are not stay a friend, … whether friends, bukan hanya masa senang, kita mau kawan, tapi masa susah juga tetap setia kawan dan saling membantu apabila bantuan itu diperlukan, sama ada di pihak Malaysia ataupun kita balik di pihak Indonesia.
Mudah-mudahan keakraban ini akan berterusan, maka atas itulah saya juga ingin mengambil kesempatan ini untuk melahirkan rasa gembira, rasa anugerah yang diberikan kepada saya. Sebenarnya saya menganggap bahwa anugerah ini adalah dalam sebagai satu pengisi harapan dan pengakuan bahwasanya antara Malaysia dan Indonesia, perekat kerajaan, perekat swasta, dan hingga rakyat biasa. Hubungan adalah amat baik sekali dan telah pun sebenarnya memilih kepada kita banyak kebaikan dan keuntungan. Kerjasama senantiasa boleh membawa kepada kebaikan bersama.
Jadi itulah yang saya paling perlihatkan. Dan saya ingin melahirkan di sini, keinginan saya bahwasanya hubungan Indonesia dan Malaysia yang sudah begitu erat masih mampu diterapkan lagi. Kerjasama yang telah tercapai selama ini masih dapat diperluaskan lagi. Nilai kerjasama yang telah dicapai pada waktu ini masih dapat ditingkatkan lagi, ditingkatkan lagi nilainya. Dan saya amat menghargai dan Bapak Presiden sendiri yang telah mendukung positif terhadap dalam hal-hal yang berkaitan dengan apa juga kita raih berbincang. Saya sudah mengutamakan apa yang terbaik untuk kedua belah negara kita dan saya pun bertujuan Bapak, sikap saya itu mengutamakan apa yang baik untuk negara kita berdua, Insya Allah dengan pelibatan kita pada tarekat kita, serta pelibatan Menteri-menteri pada tarekat Menteri, dengan pelibatan pihak swasta, para pedagang dan perusahaan pada tarekat masing-masing, dan juga para tarekat rakyat kita akan dapat membuktikan bahwasanya kedua buah negara OIC dapat bekerja sama dan dapat mengutamakan kerjasama berasaskan economy dan pembangunan yang boleh membawa kebaikan, keuntungan dan rahmat kepada dua buah negara, Malaysia dan Indonesia.
Terima kasih.
Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Bapak Perdana Menteri, kami semua sungguh tersentuh dengan perkataan Bapak, bahwa sahabat sejati adalah sahabat dalam suka dan duka. Demikianlah yang kita jalani, kita lakukan dewasa ini. Saya berterima kasih atas bantuan Malaysia, baik Pemerintah maupun rakyat Malaysia terhadap Indonesia ketika Aceh dan Nias mengalami bencana tsunami, kemudian ketika kami kembali mengalami gempa yang dasyat di Yogyakarta dan Jawa Tengah dan belum lama ini ketika ada musibah banjir. Dan bantuan-bantuan kemanusian yang kami berikan ketika Malaysia juga dilanda banjir adalah bukti bahwa kita bersatu, bersahabat, berpartner dalam baik suka maupun duka. Terima kasih Bapak dan setelah ini Bapak ada acara internal, setelah ini kita akan bertemu lagi nanti di Bidakara untuk acara Pengakap dan Pramuka.
Saya ucapkan terima kasih.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



