Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Tentang Perkembangan Reshuffle Kabinet

 

KETERANGAN PERS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
TENTANG PERKEMBANGAN RESHUFFLE

DI PURI CIKEAS, BOGOR
JUMAT, 4 MEI 2007


Saya terus bekerja dalam sistem. Dalam arti, saya menggunakan proses yang accountable karena ini penting agar penataan kabinet secara terbatas ini bisa mencapai sasaran yang kita harapkan bersama. Dalam proses ini saya memelihara komunikasi dengan Wakil Presiden dan bahkan dengan Menteri Koordinator yang secara proporsional, sekali lagi secara proporsional, saya juga meminta pertimbangan dan pendapat beliau-beliau. Tentu saja keputusan akhir ada pada saya.

Saya mendengar apa yang berkembang dil uar, baik di media massa maupun yang di luar media masa. Saya berpesan sekali lagi agar analisis, telaah, dan spekulasi itu pada tingkat yang wajar. Dan saya mohon kepada siapapun, para tokoh-tokoh yang nama-namanya disebut, sekali lagi itu analisis, telaahan ataupun perkiraan dari pihak-pihak yang peduli pada masalah ini.

Dan sebagaimana yang disampaikan oleh banyak pihak, mereka memahami ini adalah hak prerogatif Presiden dan saya berharap itulah yang terjadi. Tetap jangan sampai ada paradoks, di satu sisi mereka mengatakan sepenuhnya ini adalah hak prerogatif Presiden tetapi ada langkah-langkah lain yang justru tidak seperti itu.

Sejauh ini berjalan dengan baik. Yang disebutkan dengan tekanan-tekanan dari pihak-pihak tertentu itu tidak ada. Bahkan saya telah membaca ada keterangan sekian menteri sakit, tidak bisa bekerja dan harus diganti. Sekali-lagi, saya ini taat pada sistem. Tim Dokter Kepresidenan telah saya minta untuk memberikan laporan kepada saya tentang status kesehatan para menteri. Jadi status kesehatan itu disampaikan pada saya dan saya terima. Itu adalah hasil pemeriksaan kesehatan. Itu yang reliable, layak dipercaya karena hasil pemeriksaan kesehatan dari menteri-menteri yang bersangkutan.

Saya pedomani itu. Jadi sepanjang hasil pemeriksaan kesehatan mengatakan menteri A menteri B masih dapat mengerjakan pekerjaan sebagai menteri dan tidak boleh kita anggap dia tidak mampu lagi secara fisik untuk bekerja.

Saya juga sudah mulai berkomunikasi dengan menteri-menteri tertentu baik yang dengan hormat nanti akan saya berhentikan. Belum tentu karena yang bersangkutan tidak cakap atau belum tentu yang bersangkutan melakukan kesalahan tetapi sekali lagi demi efektivitas dari kabinet yang masih harus melanjutkan tugas dua setengah tahun kedepan.
Demikian juga saya sudah mulai berkomunikasi dengan menteri-menteri yang meskipun barangkali akan tetap ada di kabinet tetapi saya sampaikan hasil evaluasi saya terutama kinerja yang harus ditingkatkan secara sungguh-sungguh. Dan ada yang menilai, ada satu dua menteri yang perlu meningkatkan kinerjanya.

Itulah posisi sampai hari ini, siang ini dan akan berlanjut terus. Berilah saya kesempatan untuk melakukan tugas penting ini dan mudah-mudahan segalanya baik karena saya tidak punya niatan yang tidak baik. Semata-mata saya ingin separuh perjalanan pemerintahan yang saya pimpin ke depan nanti benar-benar bisa mengemban tugas dengan lebih baik lagi dari periode sebelumnya. Terimakasih.