


Jakarta, Rabu, 30 April 2008
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN
MENGENAI PROGRAM PEMERINTAH
UNTUK MENGURANGI KEMISKINAN
ISTANA MERDEKA, 30 APRIL 2007
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai,
Saya mengajak Saudara-saudara untuk lebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah dan karya kita membangun hari esok yang lebih baik.
Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, meskipun negara kita masih menghadapi berbagai ujian, cobaan dan tantangan, tetapi kita masih terus dapat membangun bersama-sama, meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia.
Saudara-saudara,
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menjelaskan perkembangan keadaan di dalam negeri kita sebagai akibat dari perkembangan dunia yang pengaruhnya telah kita rasakan secara bersama.
Saudara-saudara,
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang perkembangan keadaan di negeri kita. Saudara mengetahui bahwa akhir-akhir ini muncul berbagai persoalan sebagai akibat dari perkembangan pada tingkat dunia. Namun sebelumnya marilah kita melakukan kilas balik apa yang telah kita lakukan dalam upaya membangun bangsa 3 tahun terakhir ini. Meskipun sama-sama kita rasakan persoalan dan tantangan yang kita hadapi seperti serangkaian bencana alam, tingginya harga minyak dunia dan berbagai persoalan yang lain, namun kita telah terus dapat membangun dan mencapai berbagai capaian.
Tentu ini patut kita syukuri, di antara capaian-capaian yang perlu kita catat Saudara-saudara, adalah kehidupan politik, penghormatan kepada hak azasi manusia akan kehidupan demokrasi makin mekar di negara kita, bukan hanya pada tingkat nasional, tetapi juga pada tingkat daerah. Kita juga merasakan keadaan keamanan di dalam negeri makin membaik, termasuk keamanan di daerah-daerah yang dulunya rawan konflik, seperti di Aceh, Papua, Poso dan Maluku.
Kita juga menyaksikan kegiatan penegakan hukum, termasuk upaya kita untuk melakukan pemberantasan korupsi juga dapat kita laksanakan dengan baik. Hubungan internasional kita juga berkembang secara positif, yang mendatangkan manfaat bagi kepentingan bangsa kita. Ekonomi, sekali lagi meskipun ada masalah-masalah yang kita hadapi, tetapi pada prinsipnya ekonomi kita tumbuh secara positif, baik pada tingkat makro ekonomi, kebangkitan sektor riil maupun pertumbuhan nyata pada 6 triwulan terakhir ini yang kita ketahui pada kisaran 6% lebih.
Saudara-saudara,
Di bidang kesejahteraan rakyat, kita juga terus melaksanakan berbagai program secara intensif dan ekstensif, agar setapak demi setapak kita bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Sementara itu, pembangunan daerah dengan diperbanyak desentralisasi dan otonomi daerah juga berjalan makin efektif dan mendatangkan hasil yang makin nyata. Untuk itu semua, atas apa yang dapat kita capai secara bersama itu, saya megucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua Jajaran Pemerintah, termasuk para Gubernur, Bupati, Walikota, Camat dan Kepala Desa atas berbagai upaya dan kerja kerasnya.
Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua Penyelenggara Negara yang bersama-sama dengan Pemerintah melaksanakan pengelolaan negara secara baik. Saya juga memberikan ucapan terima kasih kepada berbagai kalangan lembaga pendidikan dan berbagai cabang profesi yang juga ikut terus membangun negeri kita, seraya mencari solusi atas persoalan-persoalan yang kita hadapi. Tentunya terlebih-lebih lagi saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang memiliki kesabaran, ketegaran dan juga ikut mendukung berbagai program yang dilaksanakan oleh Pemerintah.
Saudara-saudara,
Kebijakan, program dan aksi yang dilaksanakan Pemerintah tahun-tahun terakhir ini dapat saya sampaikan yang utama adalah, kita ingin agar ekonomi kita terus tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh, maka pada akhirnya kemiskinan dapat kita kurangi, pengangguran pun juga dapat kita kurangi. Oleh karena itulah, Pemerintah terus menggalakkan investasi, membangun infrastruktur dan menggerakkan sendi-sendi ekonomi, agar sekali lagi terjadi pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Juga menjadi kegiatan utama kita, program utama kita, meneruskan upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kita mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk menyukseskan program ini.
Kemudian yang ketiga, kita juga mendorong, menggalakkan pembangunan daerah. Kita berharap dengan sistem pemerintahan yang didesentralisasikan dengan otonomi daerah ini, pembangunan daerah betul-betul bisa berkembang degan baik, ekonomi tumbuh, dunia usaha, serta investasi juga dapat berkembang.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Berikut ini saya akan menjelaskan, yang saya sebutkan dengan persoalan dan tantangan baru yang kita hadapi, sebagai bagian dari persoalan yang ada pada tingkat global. Banyak orang mengatakan sekarang ini ada 2 macam krisis pada tingkat dunia. Pertama adalah krisis harga minyak. Yang kedua adalah krisis harga pangan. Yang sesungguhnya bisa ditambahkan satu lagi, yaitu gejolak keuangan yang juga ikut mempersulit keadaan ekonomi pada tingkat dunia. Bahkan sebagian pakar meramalkan bahwa akan terjadi resesi ekonomi atau perlambatan ekonomi. Pertama-tama di Amerika Serikat yang kemudian akan memberikan pengaruh pada hampir semua negara di dunia, tentunya termasuk negara kita. Sekarang kita sudah mulai merasakan dampak dari situasi perekonomian dunia itu terhadap perekonomian kita.
Pertama, harga pangan, sejak sekian bulan yang lalu telah mengalami kenaikan harga, sebagian kenaikannya cukup tajam, sebagian pada batas yang rasional. Sejak itulah sesungguhnya pemerintah telah melaksanakan upaya dengan menetapkan kebijakan stabilisasi harga, dengan tujuan harga-harga tidak terus naik, kemudian dapat kita tahan, kita stabilkan pada tingkat yang bisa dijangkau oleh rakyat kita. Tentu ini jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, solusinya haruslah peningkatan produksi pangan di negeri kita.
Kedua, menyangkut harga minyak. Tentu saja ini juga memberikan pukulan ekonomi bagi negeri kita. Dengan besarnya subsidi pada bahan bakar minyak, yang jelas memberikan persoalan pada APBN, terutama pada APBN 2008 dan kemudian APBN 2009. Oleh karena itu, untuk APBN-nya sendiri, kita sekarang sedang bekerja keras, mengolah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat mencari solusi bagaimana mempertahankan agar APBN kita tetap sehat dan bisa menjadi instrumen yang efektif untuk melanjutkan pembangunan bangsa.
Tentu kita harus melihat optimasi dalam penggunaan anggaran, kita harus melihat besaran subsidi yang layak, yang tepat kita tentukan dan sejumlah upaya misalkan dengan melakukan penghematan pembelanjaan. Pembelanjaan yang bisa ditunda oleh Departemen ataupun Jajaran Pemerintahan yang lain. Sedangkan tingginya harga minyak itu sendiri, maka kita harus melakukan langkah-langkah yang tepat pula, kita menjalankan diversifikasi, agar tidak sangat tergantung pada BBM yang berasal dari fosil. Kita juga harus melaksanakan langkah yang serius untuk melakukan penghematan BBM dan penghematan listrik. Itulah yang kita rasakan sekarang ini, kesulitan ekonomi di negeri kita akibat pengaruh dari perekonomian global.
Saudara-saudara,
Pada kesempatan yang baik ini, selaku yang sedang mengemban amanah, saya ingin menyampaikan secara terus terang, secara jujur bahwa masalah yang kita hadapi tidak ringan. Masalah yang menyangkut perekonomian kita ini, masalah yang cukup berat. Oleh karena itulah, Pemerintah sekarang ini sedang dan terus berupaya untuk mencarikan jalan keluarnya, mencarikan solusinya, dengan harapan kita bisa mengurangi beban yang berlebihan pada kehidupan rakyat kita.
Atas semuanya itu, saya meminta pengertian dari seluruh rakyat Indonesia dan meminta dukungan Saudara-saudara agar semua ikhtiar, semua upaya, semua kerja keras Pemerintah mendapatkan hasil yang baik. Perlu saya sampaikan untuk menjadi pengertian kita bahwa kesulitan ekonomi seperti ini bukan hanya dialami oleh bangsa Indonesia, oleh kita, tapi sesungguhnya juga dialami oleh bangsa-bangsa lain.
Saudara-saudara,
Kalau kita menelaah dalam-dalam dengan pikiran yang jernih, apa yang terjadi pada tingkat dunia ini yang dampaknya kita rasakan langsung di negeri kita, saya mengajak Saudara semua untuk memikirkan satu hal, apa yang bisa dilaksanakan oleh bangsa kita, agar krisis ini, krisis harga minyak, krisis harga pangan bisa kita jadikan peluang dengan sumber daya yang kita miliki.
Kita dengan upaya yang tepat, insya Allah dari musibah yang ada ini bisa menjadikannya berkah yang membawa kebaikan bagi bangsa kita. Negara kita dianugerahi begitu banyak sumber daya alam, yang apabila kita kelola dengan benar, maka sangat bisa, jangka menengah dan jangka panjang, kita dapat meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan ketahanan energi kita.
Oleh karena itu, kalau kita bicara peluang, maka yang harus kita lakukan secara bersama mulai sekarang mengembangkan satu langkah-langkah yang tepat agar produksi pangan terus meningkat, agar ketahanan energi terus menguat. Dan dengan tingginya harga sumber daya mineral, harga tambang pada pasaran global, kita berharap situasi ini juga memberikan keuntungan yang nyata bagi penerimaan negara, bagi pertumbuhan ekonomi kita.
Saudara-saudara,
Kalau kita bicara pangan dan kalau kita bicara ingin, bukan hanya berswasembada, tapi suatu saat kita bisa memiliki surplus, kelebihan dalam produksi pangan ini, maka ada sejumlah langkah yang harus kita laksanakan secara serius. Kita punya pengalaman dengan upaya yang sangat luar biasa, produksi beras kita tahun lalu pada tingkat yang aman, bahkan diramalkan apabila tidak ada aral melintang, tahun ini beras kita pun lebih aman lagi dan diperkirakan ada surplus. Mengambil pelajaran dari upaya nasional meningkatkan produksi padi atau beras itu, saya punya keyakinan, kita pun dapat meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pangan yang lain, misalnya jagung, gula, kedelai, daging sapi, daging ayam dan telur yang sekarang pun sudah pada tingkat swasembada.
Persoalannya adalah bagaimana kita mendayagunakan lahan dengan sebaik-baiknya. Saya mendapatkan laporan, setelah kita cek dan kaji selama 2 tahun terakhir ini, ada jutaan hektar lahan terlantar, lahan tidur. Ini tidak boleh terjadi lagi. Oleh karena itu, kita berharap Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah bekerja sangat serius mulai sekarang untuk menata, menertibkan semua lahan itu, agar bisa kita gunakan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pangan kita.
Tentunya kita memerlukan investasi, kita memerlukan teknologi yang bisa meningkatkan produktivitas. Dan jangan lupa dengan peluang yang baru ini, kita berharap penghasilan petani, pendapatan petani dapat kita tingkatkan. Ini keadilan yang harus kita tegakkan dengan peluang yang ada dalam sektor pertanian.
Kita juga tidak hanya menggantungkan pertanian yang reguler untuk peningkatan produksi yang kita harapkan akan kita percepat pada tahun-tahun mendatang, kita memerlukan sebuah pertanian berskala besar, as state, yang ini semua bisa kita wujudkan apabila sekali lagi, semua potensi kita gunakan dengan baik, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat luas, termasuk komunitas petani. Ini yang menurut saya perlu kita laksanakan secara bersama, mengubah krisis pangan menjadi peluang pangan, terutama bagi negara kita.
Saudara-saudara,
Berkaitan dengan energi, kita tentu harus dapat mempertahankan produksi minyak dan gas sekarang ini. Bahkan yang bisa kita tingkatkan, kita tingkatkan. Namun demikian, kita juga punya sumber daya energi yang lain yang juga dapat kita tingkatkan, seperti gas, batubara, panas bumi, angin, air dan lain-lain. Jangka menengah, jangka panjang, semua harus kita kembangkan, dengan demikian ada satu komposisi yang baik menyangkut sumber energi di tanah air kita. Investasi tentu kita perlukan, teknologi sekali lagi kita hadirkan agar lebih efisien lagi industri energi kita. Kemudian Pertamina, saya harap bisa meningkatkan kinerjanya.
Apabila kita bekerja sama dengan swasta, swasta dalam negeri maupun swasta luar negeri harus dipastikan negara mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, kerjasama itu sehat kemudian dengan kondisi yang tepat, sekali lagi untuk keadilan bagi rakyat kita. Dan yang tidak kalah pentingnya, saya harus menggarisbawahi sekali lagi, di bidang energi mengingat krisis tingginya harga minyak, bangsa kita harus betul-betul membangun budaya hemat energi. Sekarang ini bangsa kita masih tergolong bangsa yang boros energi, terutama mereka yang mestinya bisa berhemat lebih baik lagi. Oleh karena itu, saya menginstruksikan kepada semua Jajaran Pemerintah, kantor, instansi untuk betul-betul melaksanakan langkah-langkah penghematan konkret dengan pengawasan yang ketat atas penggunaan BBM, pengunaan listrik, termasuk AC yang ada di perkantoran kita.
Saya juga berharap karena besarnya subsidi yang dikeluarkan untuk bahan bakar minyak dan kemudian juga listrik, maka tempat-tempat hiburan, tempat-tempat belanja, mall, dan sebagainya dapat juga melakukan penghematan yang sungguh-sungguh. Demikian juga penggunaan angkutan, kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi, saya berharap betul-betul bisa dibatasi penggunaan BBM-nya. Kalau ini semua dapat kita lakukan, saya yakin bahwa kita akan bisa mengatasi krisis energi ini dan kita akan betul-betul meningkatkan ketahanan bangsa di bidang energi.
Saudara-saudara,
Menyangkut tambang atau yang kita kenal dengan sumber daya mineral, akhir-akhir ini pada tingkat dunia harganya sangat baik, harganya tinggi. Saya berharap dengan prospek yang baik ini ataupun sekarang pun dengan realitas yang baik pada sektor pertambangan ini, negara mesti dapat lebih banyak lagi dari pajak, dari penerimaan dan kontribusi, serta pertambangn yang lain. Saya juga berharap kepada semua usaha pertambangan untuk mengelola sektor ini sebaik-baiknya, jangan tidak memperhatikan faktor lingkungan. Investasi tetap diperlukan, demikian juga teknologi. Akhirnya pada tingkat, pada sektor pertambangan ini, saya berharap agar kita mendapatkan keuntungan yang besar, baik pada tingkat negara, tingkat Pemerintah maupun tingkat masyarakat, dimana usaha pertambangan itu dilakukan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Demikianlah yang saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Meskipun keadaan ekonomi kita menghadapi persoalan yang berat, meskipun ada kesulitan di dalam pelaksanaan pembangunan kita, akibat pangaruh perekonomian dunia, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tetap bersikap optimis dan berpikir positif.
Menghadapi persoalan yang berat ini, saya juga mengajak, mari kita tetap tegar dan terus mencari solusi. Saya punya keyakinan, seberat apapun insya Allah akan ada jalan keluarnya. Saya berharap justru pada masa-masa sulit seperti ini, kita lebih kompak, kita lebih bersatu dan bekerja keras bersama-sama. Saya bersama Pemerintah yang saya pimpin akan terus berusaha sekuat tenaga, bekerja keras untuk mengatasi persoalan ini dan melanjutkan pembangunan bangsa kita.
Saya mohon pengertian dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia. Dan akhirnya, marilah kita bersama-sama memohon ridho Allah SWT, memohon bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya, agar bangsa kita bisa mengatasi persoalan yang kita hadapi ini dan terus membangun hari esok yang lebih baik demi peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Demikian Saudara-saudara.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan
