Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Doorstop Kunjungan Sekjen OECD

 

TRANSKRIPSI
DOORSTOP PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
KUNJUNGAN SEKRETARIS JENDERAL OECD
KANTOR PRESIDEN, 25 JULI 2008



Selamat sore,
Sebagaimana Saudara-saudara ketahui, bahwa baru saja saya menerima kunjungan Sekretaris Jenderal OECD, untuk membicarakan kemitraan atau kerjasama bilateral antara Indonesia dengan OECD. Sebagaimana Saudara ketahui juga, bahwa kurang lebih dua minggu yang lalu, saya juga diundang untuk menghadiri Pertemuan G-8 Plus 8, atau Pertemuan Puncak G-8 Diperluas di Hokkaido, Jepang.

Tentu saja mengundang Indonesia pada forum-forum terhormat seperti itu, ini patut kita syukuri, paling tidak Indonesia sudah masuk radar, Indonesia sudah dijadikan partner untuk membahas masalah-masalah perekonomian global, untuk membahas kerjasama dan kemitraan global, untuk menangani isu-isu aktual sekarang ini, seperti perkembangan ekonomi dunia yang mengalami perlambatan, isu tentang perubahan iklim, isu tentang krisis energi, dan isu tentang krisis pangan.

Pada forum itu, Indonesia bisa memahami jalan pikiran dari negara-negara maju, negara-negara besar, dan juga bisa bersama-sama membahas kerjasama internasional seperti apa yang realistik kita lakukan, yang membawa manfaat bagi negara maju dan juga bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Khusus pertemuan saya dengan Sekjen OECD, sebagaimana Saudara ketahui dan rakyat juga sudah mengikuti melalui media massa, assessment tentang perkembangan ekonomi kita hingga saat ini menurut laporan itu, ada satu perbaikan atau improvement yang signifikan menyangkut kinerja ekonomi kita, kemudian dilihat juga pertumbuhan ekonomi, growth, lantas juga perkembangan investasi atau investment, dan segi-segi lain dari makro ekonomi kita.

Saya juga membaca summary-nya dan saya akui betul meskipun kemajuannya nyata, signifikan, tapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, seperti terus-menerus mengurangi kemiskinan, dan pengangguran, kemudian membikin iklim investasi kita lebih bagus lagi, tentang kebijakan dan regulasi dan lain-lain, sebagaimana pula ini juga katakanlah isu yang dihadapi oleh negara-negara berkembang yang lain.

Yang saya sambut baik tawaran dari OECD tadi adalah Indonesia itu atas keinginan mereka sendiri dimasukan dalam kategori yang disebut dengan enhanced engagement, bersama-sama empat negara lainnya China, India, Brazilia dan Afrika Selatan. Dengan status seperti ini, kita punya ruang yang lebih luas untuk bisa menjalin kerjasama.

Saudara ketahui, OECD ini memiliki data, statistik, angka yang lengkap menyangkut perkembangan dunia, terutama perekonomian dunia. Mereka juga melakukan banyak sekali kajian-kajian kebijakan yang dilaksanakan oleh berbagai negara, negara maju dan negara berkembang, keberhasilan dan kekurangan. Demikian juga mereka juga melakukan studi tentang isu-isu yang strategis, seperti lingkungan, perdagangan, investasi, perpajakan, teknologi dan lain-lain. Dengan tawaran itu, apalagi kalau kita bisa aktif dengan komite-komite yang mereka tawarkan untuk Indonesia bisa berpartisipasi dalam development center dan lain-lain tentulah membawa manfaat bagi kita.

Saudara ketahui, bahwa pilihan ekonomi kita sekarang ini dalam arti kebijakan dasar ekonomi kita adalah growth with equity. Bicara growth, bicara perkembangan ekonomi dewasa inikan sudah terintegrasi. Ekonomi Indonesia pun terintegrasi dengan perekonomian global. Oleh karena itu, sambil kita terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita, kita juga bisa menjalankan kerjasama ekonomi yang fair, yang membawa keuntungan terbesar bagi negeri kita.

Sementara permasalahan equity, permasalahan keadilan dan pemerataan ekonomi, permasalahan yang disebut dengan social safety nett, ini menjadi perhatian penuh dari Pemerintah Indonesia. Sehingga kesimpulannya, kerjasama dengan negara-negara sahabat, lembaga-lembaga internasional, forum-forum internasional, seperti ASEAN, APEC, Forum Asia Timur, termasuk kemarin Forum G-8 yang diperluas dan OECD sekarang ini, kita ambil manfaatnya untuk membawa katakanlah memberikan inspirasi bagi perkembangan kebijakan ekonomi kita, regulasi kita, pengelolaan perekonomian pada tingkat nasional maupun pada tingkat daerah. Itulah yang dapat saya sampaikan.

Terima kasih.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan