Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Tentang Kelahiran Cucu SBY atau Putri Pertama Agus Harimurti-Annisa Pohan
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
KELAHIRAN PUTRI PERTAMA
DARI AGUS HARIMURTI DAN ANNISA POHAN
RUMAH SAKIT PONDOK INDAH
18 AGUSTUS 2008
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera,
Saudara-saudara,
Tadi waktu saya datang di tempat ini, ada yang menanyakan kepada saya, ”Sudah ada namanya atau belum?” Tadi pagi, nama itu sedang digodok, yang digodok bukan hanya reshuffle Kabinet, jaman dulu, nama pun digodok, terutama oleh ayahnya. Oleh karena itu, saya mempersilakan Agus untuk menyampaikan kepada teman-teman wartawan nama dari anak pertama Agus atau cucu pertama kami. Silakan.
Sdr. Agus Harimurti Yudhoyono
Terima kasih.
Yang saya hormati teman-teman wartawan,
Kemarin memang juga sempat ditanya, apakah sudah menyiapkan nama untuk putri kami yang pertama ini dan kemarin jawabannya masih dipertimbangkan ada beberapa alternatif. Dan hari ini, tadi sudah kami menentukan, keluarga yang menentukan, saya terutama dengan istri dan orangtua juga. Nama putri kami adalah ”Almira Tunggadewi Yudhoyono”.
Kenapa kita memilih ”Almira”, itu original dari bahasa Arab yang artinya putri yang mulia. Dengan harapan memberikan berkah mulia. Kemudian ”Tunggadewi” itu sendiri adalah salah satu tokoh wanita di abad ke-14 di Nusantara yang juga menjadi Raja, ulangi Ratu Mataram, Majapahit yang memiliki jiwa ksatria dan berani juga untuk menetapkan ataupun membangun kerajaan Majapahit tersebut. Dan tentunya ”Yudhoyono” adalah nama keluarga kami yang kami dapatkan juga dari ayah kami tercinta.
Saya kira itu yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan nama putri kami. Terima kasih.
Presiden Republik Indonesia
Ada yang ingin mengajukan pertanyaan?
Sdri. Nadia, Trans TV
Ya, Pak. Nadia, Trans TV, Pak. Selepas dari rumah sakit mau langsung dibawa kemana, Pak?
Sdr. Agus Harimurti Yudhoyono
Terima kasih. Karena memang ada proses recovery yang dilakukan juga oleh tim dokter di sini, kurang lebih 3, 4 hari. Kami rencanakan memang untuk stay dulu atau tinggal di Jakarta dulu. Tidak jauh di Jakarta karena masih akan terus dikontrol perkembangan si bayi dan si ibu, sehingga kemungkinan akan tetap tinggal di Jakarta. Kemungkinan bersama orangtua di Istana, begitu. Terima kasih. Selama kurang-lebih 40 hari sambil kita lihat perkembangan si bayi.
Sedangkan kami sendiri akan tetap menjalankan tugas di Batalyon di Karawang, sehingga kesempatan tertentu kemungkinan hari-hari weekend, saya bisa saling bertemu di Jakarta begitu.
Presiden Republik Indonesia
Ya, saya tambahkan. Dulu waktu saya punya anak pertama, Agus, Kapten Agus ini, kami berdua juga tinggal di asrama, rumahnya juga kecil, tetapi tentu baik kalau keluarga itu bersama-sama. Jadi saya tentu dukung keinginan Agus dan Annisa kalau sudah lewat 40 hari, sudah melalui proses imunisasi dan lain-lain bisa ikut orangtuanya di asrama Batalyon Infanteri Lintas Udara 305 Kostrad di Karawang.
Dan tentunya baik bersama-sama orangtua dengan kondisi atau lingkungan yang ada. Saya ingin juga apa yang saya lakukan kepada Agus dan Ibas dulu, masa kecil mereka juga di asrama, berangkat dari bawah dengan kondisi yang bersahaja dan sederhana, itu juga penting untuk membangun karakter mereka, karakter cucu saya tentunya nanti.
Sdr. Nancy, Indosiar
Saya Nancy Pak, dari Indosiar. Mungkin saya juga mewakili teman-teman punya pertanyaan di lingkungan wartawan, kenapa tidak Putri berkaitan dengan kemerdekaan RI, Dirgahayu atau semacam itu?
Sdr. Agus Harimurti Yudhoyono
Terima kasih, Mbak ya. Memang nama itu katanya doa dan kadang-kadang representasi dari suatu momen tertentu. Tapi saya juga selalu ingat, Ayah mengatakan bahwa nama itu harus yang elok, yang cantik, yang punya makna, dan punya doa di situ. Juga punya nilai-nilai culture yang lengkap di nama tersebut. Sehingga tidak ada tekanan, kebetulan 17 Agustus begitu, terus ada, memang kemarin ada isu, ada ”Dirgahayu”, ”Merdekawati” dan lain sebagainya. Tidak, tetapi justru karena tanggal 17 pasti akan teringat selalu, bahwa itu adalah Hari Kemerdekaan kita, tapi dengan doa dan harapan yang sama dan juga yang lain-lain yang juga kita timbulkan nama si bayi tersebut.
Presiden Republik Indonesia
Tapi kami sekeluarga tentu berbahagia, bersyukur, lahirnya tepat pada tanggal 17 Agustus, meskipun kebahagiaan itu tidak selalu secara eksplisit diabadikan dalam nama yang dipilih oleh ayahnya. Tetapi tentu kita akan memperingati ulang tahun Aira dan tepat pada hari yang bersejarah bagi bangsa kita. Bagi kami tentu ini tidak pernah kita lupakan, satu kebahagiaan yang kami syukuri dari Allah SWT.
Baik, silakan.
Sdr. Amirul, Okezone
Pak Presiden, Amirul dari Okezone. Bapak, nanti panggilannya siapa?
Sdr. Agus Harimurti Yudhoyono
Panggilannya Aira. Biar enggak terlalu panjang Almira, jadi panggilannya Aira saja. Jadi singkat.
Sdri. Andini, Tabloid Expose
Assalamu’alikum,
Saya Andini dari Tabloid Expose. Saya mau nanya mengenai proses kelahirannya, Mas Agus, tadi juga sudah menjelaskan, apakah Mas Agus sudah melihatnya proses kelahirannya, lalu ada kesulitan dalam proses kelahiran atau bagaimana? Terus beratnya berapa sih, dan panjangnya berapa bayi yang lucu ini? Kira-kira mirip siapa?
Sdr. Agus Harimurti Yudhoyono
Terima kasih. Jadi memang awalnya, prediksi awal dari dokter, proses kelahiran akan berlangsung antara tanggal 4 sampai dengan 7 September. Tetapi bulan ke-8, ada indikasi secara medis yang mengharuskan proses delivery ini lebih cepat, lebih awal, karena tentunya diharapkan bayi sehat, kemudian juga gizi ibu juga sehat dalam proses. Sehingga dari dokter menyampaikan 15, 16 atau 17 dan ternyata yang paling optimal adalah tanggal 17 Agustus. Tetapi mau tidak mau harus dilakukan secara cesar karena iya mendahului dari waktu sesungguhnya begitu dan proses tersebut berjalan lancar, kemarin.
Tepat pada pukul 06.21, kami mendengar tangisan pertama bayi kami dan dalam proses tersebut tentunya ditangani oleh tim kedokteran yang sangat baik, sehingga tidak ada masalah dalam proses tersebut. Dan kami sendiri menunggu di sana, termasuk orangtua kami, orangtua istri juga dengan doa dan dengan harapan semua berjalan dengan lancar, begitu.
Kemudian deg-degan pasti ada, tetapi saya harus fokus dan keluarga harus fokus untuk membesarkan istri kami, ibu sang bayi, supaya tegar dalam melakukan operasi tersebut begitu.
Sedangkan untuk mirip siapa, saya kira gabungan antara kedua keluarga, kami dan juga keluarga istri begitu. Ini ada tambahan dari Ibu.
Ibu Negara Republik Indonesia
Saya juga ingin menambahkan sedikit. Karena alhamdulillah, saya bisa ikut menemani Agus dan Annisa di ruang operasi. Dan tentu saja, suatu hal yang luar biasa, anugerah dari Allah ini kepada kami sekeluarga.
Dan saat pertama kali terdengar tangisan bayi, kamudian bayi tersebut, Aira dibersihkan sekedarnya kemudian ditempelkan ke dada Annisa. Di sinilah proses Inisiasi Menyusui Dini yang diterapkan untuk Aira. Dan dalam waktu 1 jam, Inisiasi Menyusui Dini ini adalah sebuah proses dimana skin to skin contact antara bayi dengan kulit ibunya yang membuat lebih nyaman dan juga bayi bisa langsung mencari, mohon maaf, puting susu ibunya untuk menyusu yang pertama kali.
Untuk diketahui ini oleh rekan-rekan wartawan di sini, bahwa bayi, susu pertama yang keluar itu, kita sebut dengan nama colostrum, itu yang sangat baik untuk si bayi. Dan alhamdulillah, walaupun saya tidak bisa sampai betul-betul bayi itu menghisap susu yang pertama, karena harus segera cepat-cepat berangkat kembali ke Istana ya untuk mengikuti acara 17 Agustus, tetapi saya mendengar bahwa akhirnya Aira bisa mendapatkan colostrum dari ibunya. Itu yang ingin saya tambahkan.
Presiden Republik Indonesia
Kalau saya, boleh saya tambahkan sedikit. Kemarin yang masuk di ruang operasi, istri atau eyang putri dan Agus. Saya di ruang monitor melihat utuh proses dari awal sampai akhir dan setelah itu, saya juga bisa masuk ke ruang operasi untuk menyaksikan langsung. Karena saya teringat dulu waktu istri melahirkan Agus, saya di dalam, di situ memberikan semangat sampai betul-betul Agus lahir. Kemarin, kami bagi-bagi tugas, saya di luar, istri yang di dalam, tapi ya kita semua berdoa, semoga lancar.
Dan teman-teman wartawan tahu, sebelumnya kami menghadiri acara renungan suci di Taman Makan Kalibata sampai tengah malam. Terus Subuh, kami berangkat ke sini, menunggui kelahiran cucu kami. Setelah itu seperti Ibu sampaikan tadi kembali lagi ke Istana untuk menghadiri Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan. Sibuk memang, montang-manting, tetapi ya kami bersyukur, senang, dan tentu hadiah yang manis untuk keluarga kami.
Bangsa kita mendapatkan hadiah yang manis, karena medali emas di Beijing dan kita semua berbahagia pada hari yang bersejarah ini. Khusus keluarga kami ada tambahan dengan hadirnya sang cucu yang sudah lama, kami nantikan. Terima kasih.
Sdr. Agus Harimurti Yudhoyono
Berat terhitung 2,888 kilogram kemudian panjangnya 48 cm. Itu sudah masuk minggu ke-38 bulan ke-8. Terima kasih.
Presiden Republik Indonesia
Teman-teman wartawan, akhirnya terima kasih atas atensinya. Mudah-mudahan menambah semangat kami sekeluarga untuk berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. Saya berterima kasih kepada Pimpinan Rumah Sakit. Terima kasih kepada tim dokter, terima kasih kepada semua perawat sejak awal sampai sekarang memberikan, apa namanya, pelayanan dan perawatannya yang terbaik. Allah akan membalas jasa dari beliau-beliau semua.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



