Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Tentang Dampak Krisis Keuangan Amerika Serikat
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ISTANA NEGARA
1 OKTOBER 2008
Di tengah-tengah kita menuntaskan ibadah Ramadhan kita dan merayakan Idul Fitri dan pada tahun 1429 Hijriah ini. Saya terus memantau perkembangan yang disebut dengan krisis keuangan yang terjadi di Amerika yang dampaknya juga dirasakan di negara-negara maju, bahkan mulai dirasakan di seluruh penjuru dunia. Sebagai salah satu pemimpin negara berkembang, pada kesempatan ini saya ingin memberikan seruan kepada Amerika Serikat dan negara-negara maju yang lainnya. Saudara masih ingat? Krisis energi, krisis pangan dan juga krisis iklim atau climate change,ini juga belum sepenuhnya bisa diatasi, masih terasa dampaknya. Kalau krisis keuangan yang episentrumnya ada di Amerika Serikat ini seperti gelombang tsunami tidak segera bisa diatasi, tidak bisa segera distabilkan, maka tentu tidak baik bagi perekonomian global.
Oleh karena itu, saya menyerukan kepada Amerika Serikat dan negara-negara maju untuk mengambil tanggung jawab globalnya, benar-benar bisa
mengatasi dan menstabilkan sektor keuangannya. Karena sesungguhnya mereka memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mengatasi semuanya itu. Ini situasi krisis yang diperlukan adalah kecepatan dan ketepatan bertindak. Kta semua mengikuti siang dan malam dinamika politik yang ada di Amerika Serikat misalnya. Kita sungguh berharap betul-betul ada satu konsensus yang akhirnya sekali lagi krisis keuangan bisa diatasi dan sektor keuangannya bisa distabilkan.
Untuk diingat bahwa negara-negara berkembang kalau ini terus berlangsung kita menghadapi dua kesulitan, dua tantangan yang berat. Pertama, akan mengganggu upaya negara berkembang termasuk negara kita, untuk dari tahun ke tahun mengurangi angka kemiskinannya. Yang pertama dikaitkan juga dengan upaya kita untuk mencapai yang disebut dengan Millenium Development Goals. Yang kedua, kapasitas kita untuk mengatasi semuanya ini tidak sekuat negara maju. Oleh karena itu negara berkembang sungguh berharap negara-negara maju tampil di depan, utamanya Amerika Serikat untuk dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran moral mengatasi semuanya ini.
Kita semua tahu bahwa perekonomian dunia sudah terintegrasi, kita hidup dalam perekonomian global yang saling ketergantungan antar satu ekonomi dengan ekonomi lainnya sangat kuat. Kita bersama-sama dalam era globalisasi ini menjalankan yang disebut dengan the rules of globalization, mau tidak mau karena begitu hukum-hukum globalisasi. Oleh karena itu, ketika ada satu krisis yang terjadi di wilayah mana pun di dunia ini, apalagi di negara maju, maka yang memiliki kemampuan lebih dan akhirnya juga memiliki tanggung jawab lebih mesti menjalankan misinya dengan seksama.
Indonesia sendiri sebagaimana saya sampaikan beberapa saat yang lalu, kita terus mengantisipasi melakukan langkah-langkah yang proaktif dan kita akan lakukan segala upaya untuk mengatasi masalah itu. Mudah-mudahan dampaknya tidak terlalu berat bagi perekonomian kita, sehingga kita masih bisa mempertahankan capaian-capaian yang selama ini kita capai dan Insya Allah bahkan tahun-tahun ke depan meskipun sekali lagi, saya harus realistik ada pengaruh global seperti itu kita tetap bisa mengelolanya dengan baik. Dan akhirnya ekonomi kita bukan hanya pulih dari krisis 10 tahun yang lalu tapi juga bisa membangun fundamentalnya yang lebih kuat lagi kemudian menggerakan sektor riil, menumbuhkan ekonomi disertai dengan pemerataan yang adil di seluruh wilayah tanah air.
Dan saya minta semua pelaku ekonomi yang ada di negeri kita bersama-sama pemerintah dan pihak-pihak yang lain, marilah kita terus membangun kemitraan, membangun komunikasi, Insya allah gonjang ganjing keuangan global yang terjadi sekarang ini, dengan kebersamaan kita bisa kita kelola dampaknya sehingga ekonomi kita akan terus tumbuh mencapai sasaran-sasarannya.
Demikian Saudara-saudara.
Terima kasih.
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



