Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Tentang Situasi Terakhir di Perbatasan Thailand-Kamboja

 

TRANSKRIPSI
KONFERENSI PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
HALIM PERDANA KUSUMA, 14 OKTOBER 2008


Saudara-saudara,
Di tengah-tengah saya tadi menghadiri peringatan hari TNI di Surabaya, Menteri Luar Negeri Saudara Hasan Wirayuda menyampaikan laporan tentang perkembangan situasi di perbatasan Thailand - Kamboja yang dikabarkan sebagai menghangat kembali. Bahkan ada informasi bahwa seperti akan ada aksi militer yang bisa terjadi setiap saat. Segera setelah itu ketika saya menelpon kembali Menlu, saya mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, dan bahkan Menlu juga sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan, yang juga amat concern dengan perkembangan situasi keamanan di perbatasan Thailand dan Kamboja tersebut.

Sekjen ASEAN juga berharap Indonesia --saya bisa ikut berperan didalam upaya untuk mencegah terjadinya konflik bersenjata di perbatasan kedua negara itu-- untuk bisa melanjutkan negosiasi, perundingan bilateral, diantara kedua negara anggota ASEAN tersebut. Oleh karena itu segera setelah saya mendarat hari ini di Halim saya langsung berkomunikasi dengan pertama-tama Perdana Menteri Hun Sen. Dan inti pembicaraan saya tentu saya berharap perundingan damai negosiasai terus dilanjutkan, konflik bersenjata dapat dicegah berdasarkan spirit ataupun semangat ASEAN, yang ingin menyelesaikan masalah secara damai. Dan saya katakan pula ini menjadi harapan ASEAN. Indonesia juga siap menjadi bagian dari solusi.

Penjelasan dari Perdana Menteri Hunsen kepada saya sambil mengucapkan terima kasih atas kepedulian Indonesia, atas semuanya ini, Beliau mengatakan bahwa situasi yang lebih buruk dapat dicegah, dan bahkan Kamboja tetap ingin menyelesaikan masalah ini secara damai, dengan perundingan bilateral. Dan disebut-sebut besok juga akan mulai dilakukan pertemuan diantara kedua belah pihak pada tingkat working level, pada tingkat seperti itu, untuk mencegah terjadinya eskalasi perkembangan yang tidak positif menuju kerangka penyelesaian yang lebih mendasar.

Saya mendapatkan jaminan ketika saya juga meminta leadership dan peran dari Perdana Menteri Hun Sen untuk sekali lagi bisa mencegah terjadinya aksi-aksi militer apalagi peperangan. Oleh karena itu saya senang paling tidak pada hari ini karena semangat dari Kamboja sungguh ingin juga untuk menyelesaikan masalah ini secara damai sesuai dengan semangat kita.

Saudara-saudara, setelah itu saya berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Thailand Somchat Wongsawat dan sama saya menyampaikan kecemasan saya, concern saya atas perkembangan situasai di perbatasan itu dan apabila itu pecah menjadi konflik akan membawa hal yang buruk bagi ASEAN. Apalagi kita ketahui apa namanya, sekarang ini akan lebih fokus pada masalah-masalah mengatasi krisis keuangan, meskipun secara ekplisit tidak saya sampaikan kepada Beliau. Nampaknya Beliau menangkap semuanya ini dan yang senang tadi Perdana Menteri Thailand kurang lebih mempunyai keinginan yang sama untuk kembali duduk dalam perundingan mencegah terjadinya konflik. Bahkan dikatakan kepada saya besok, itu akan segera dimulai pertemuan awal dan bahkan pada tanggal 21 Oktober ini akan dilakukan pertemuan yang lebih formal yang lebih subtantif diantara kedua negara, tujuannya adalah mencari solusi damai.

Kepada saya Perdana Menteri Thailand juga mengucapkan terima kasih dan memberikan semacam, saya tidak mengatakan jaminan semacam keinginan kuat untuk menyelesaikan masalah inipun secara damai. Dan saya tentu berterima kasih atas apa yang disampaikan menjadi komitmen dari Thailand dan saya katakan bahwa justru Thailand sebentar lagi akan menjadi tuan rumah dari pertemuan puncak pertemuan ASEAN untuk mengesahkan Piagam ASEAN yang baru dan tentunya harus menjadi pertemuan yang berhasil.

Kesimpulan dari pembicaraan saya hari ini kepada kedua Pemimpin Eksekutif di kedua negara itu ada harapan yang tinggi mudah-mudahan bisa terwujud untuk betul-betul dapat dicegah terjadinya konflik bersenjata terbuka diantara kedua negara itu. Dan saya tentu akan terus memantau dengan niat yang baik sebagai anggota ASEAN dan Indonesia sebagai founding father dari berdirinya ASEAN untuk terus membawa komitmen bersama kita menyelesaikan masalah diantara kita secara damai dengan mengutamakan pendekatan politik dan diplomasi. Itulah yang dapat saya sampaikan Saudara. Apakah ada pertanyaan khusus ini?.

Luhur dari detikcom
Terkait dengan rencana kunjungan Perdana Menteri Thailand tanggal 22, nantinya akan ada perubahan jadwal Pak terkait dengan situasi terakhir ini?.

Presiden
Saya memahami perkembangan situasi politik di Thailand, saya memahami pula ada kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh Thailand sekarang ini. Oleh karena itu berita terakhir yang yang saya terima itu Beliau menunda kunjungannya ke Jakarta dan Menteri Luar Negeri Thailand akan berkunjung ke Indonesia dan saya dengan senang hati akan menerima Menlu Thailand karena saya paham situasinya, yang penting bagaimana kita ini sesama anggota ASEAN bisa membangun kerjasama untuk kebaikan bersama.


*******

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan