Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Mengenai Penyesuaian Harga BBM
KETERANGAN PERS PRESIDEN RI
MENGENAI PENYESUAIAN HARGA BBM
KANTOR PRESIDEN
28 OKTOBER 2008
Saya ingin menyampaikan dua hal, pertama setelah harga minyak mentah dunia mengalami penurunan sejak beberapa minggu yang lalu secara signifikan, sesunguhnya saya sudah meminta Menteri ESDM dan jajaran pemerintah terkait untuk mulai melakukan exercise, untuk sebuah kemungkinan penurunan harga BBM. Saya minta memang tidak perlu ada publikasi, saya khawatir karena memang harga minyak ini meskipun terakhir-terakhir turun, tetapi fluktuasi setiap saat masih terjadi, naik turun, up and down. Namun exercise karena keenderungannya memang betul-betul menurun.
Sebagaimana Saudara ketahui setelah langkah-langkah exercise ini dilakukan baik Menteri Keuangan, Menteri ESDM, juga telah dan sedang sesungguhnya melakukan konsultasi dengan DPR RI. Mengapa? karena berkaitan dengan subsidi BBM dengan penurunan harga crude subsidi memang berkurang, namun juga penerimaan negara dari crude juga berkurang. Inilah yang diolah faktor harga yang berlaku ICP, lantas dikaitkan dengan subsidi tahun 2008, dikaitkan dengan kurs dan faktor-faktor lain untuk betul-betul sampai pada satu kesimpulan, kemungkinan penurunan harga BBM ini.
Ini sekarang sedang secara intensif kita lakukan dan andai kata nanti semuanya pas dan saya akan mengambil keputusan untuk perubahan harga BBM ini. Kita pastikan kalau nanti tiba-tiba suatu saat naik lagi, ya kenaikan harga itu tidak boleh lebih tinggi dari harga sekarang. Jadi harga sekarang ini katakanlah selling price. Harapan kita kalau ini turun terus dan betul-betul hitungan-hitungannya pas, maka itu menjadi kewajiban saya, kewajiban moral saya untuk meringankan beban saudara-saudara kita dengan penurunan harga BBM ini.
Pertanyaannya adalah kapan, begitu kan? kemudian berapa banyak ? inilah gunanya exercise. Tidak boleh kita tergopoh-gopoh, nanti seolah-olah hanya ingin mendapatkan isu politik, tidak boleh dan tidak bagus. Jadi betul-betul rasional, jernih kalau itu baik untuk rakyat kita, memungkinkan diturunkan ekonomi kita juga klop dengan itu, kebijakan itu kita ambil. Jadi perihal pertama adalah itu, saya tahu tiap hari banyak yang menanyakan kepada saya langsung, saya jawab hari ini kita melakukan langkah-langkah itu dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kejelasan, apa posisi kita.
Yang kedua, Saudara ketahui juga bahwa ini karena krisis keuangan akhirnya di dunia juga terjadi penciutan pasar begitu, demand terhadap produk indonesia, termasuk produk-produk yang bisa menjadi bahan bakar nabati. Oleh karena itu apa yang telah kita lakukan secara intensif, sejak tahun 2005-2006, untuk betul-betul kita mengembangkan bahan bakar nabati, waktu itu sesungguhnya untuk menyelamatkan uang kita dari harga bahan bakar minyak yang berasal dari fosil yang mahal dan dengan BBM diharapkan disamping ramah lingkungan memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk juga, harganya bisa lebih terjangkau. Tapi sekarang yang terjadi meskipun harga minyak turun, tapi harga jual produk CPO kita misalnya, di luar negeri juga rendah.
Oleh karena itu kebijakan politik kita, politik dagang kita akhirnya meniscayakan untuk betul-betul bisa digunakan lebih banyak lagi di dalam negeri. Saya sudah meminta Menteri ESDM, Pertamina untuk segera melaksanakan langkah-langkah nyata, langkah-langkah konkrit, jangan sampai ada jarak keputusan yang kita ambil dengan implementasinya nanti di lapangan.
Pendek kata, semua langkah kita lakukan dan Saudara juga mengetahui memang krisis keuangan global ini belum reda, saya baru pulang dari Beijing. Semua pemimpin dunia, Presiden, Perdana Menteri juga menghadapi hal yang sama. Sebagian sama dengan persoalan Indonesia, sebagian lebih buruk, sebagian mungkin lebih ringan dibandingkan kita. Oleh karena itu Pemerintah terus melakukan hampir tiap hari langkah-langkah untuk bisa menetapkan kebijakan yang tepat, policy respons.
Hari ini pun setelah kita melihat pergerakan rupiah, pergerakan harga saham maupun juga pergerakan saham dan nilai tukar negara-negara lain, kita segera melakukan langkah-langkah yang lain pula. Dan para Menteri, Gubernur BI sedang bekerja hari ini. Insya Allah dalam waktu dekat, kemungkinan malam nanti akan saya putuskan langkah-langkah itu, segera kita jalankan. Saudara tahu dalam keadaan krisis itu, yang harus kita lakukan adalah kebijakan dan langkah yang cepat dan tepat. Resikonya selalu ada, resikonya selalu ada, tapi saya sebagi Presiden harus yakin resiko yang penting selamat ekonomi kita. Dan kalau memerlukan Perpu, melakukan Peraturan Pemerintah yang baru, saya ambil semuanya itu demi keselamatan ekonomi kita. Itulah yang ingin saya sampaikan. Apakah ada pertanyaan.
PERTANYAAN
Reuters :
Pak, kalau boleh saya tahu mungkin ada batasan sampai kira-kira harga minyak itu mencapai berapa, baru kemudian kita punya basic untuk memutuskan bahwa ini bisa kita turunkan atau tidak ?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Sebetulnya dilihatnya dari subsidi, tahun ini kita sudah menggunakan subsidi berapa. Kemudian, kalau harga turun meluncur, misalkan ICP bukan WTI bukan brent bukan open basket tapi ICP misalnya turun dari 80-70-60-50-40 tentu kita harus lakukan penyesuaian, dan menurut saya BBM harus diturunkan, logikanya begitu.
Penurunan ini yang sedang terjadi sekarang. Kalau tidak salah sekarang ini ICP 73, kalau meluncur lagi ke bawah maksud saya menjadi 60, tentu akan segera ketemu nanti hitung-hitungannya berapa yang telah digunakan subsidi di APBN 2008 ini dan seperti apa. Kemudian 2009 kita lebih bagus lagi meng-exercise karena memang kecenderungannya satu tahun harganya tentu lebih rendah, jauh lebih rendah. Dengan demikian, ada ruang yang lebih baik.
Jadi pertanyaannya kalau dari segi harga, dari posisi sekarang terus meluncur ke 60-50, di klopkan betul dengan hitungan subsidi di APBN maka akan ketemu nanti rumusnya disitu. Teknis, Menteri akan menjelaskan tapi policy saya seperti itu. Dan ingat Saudara-saudara kita tidak tahu fluktuasi dunia, bisa turun naik dengan cepat nanti, crude itu, tapi saya pastikan kalau naik tidak melebihi, harus kita sesuaikan dari harga sekarang. Yang lain?
Pertanyaan
Anjloknya nilai tukar rupiah?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Memang banyak pandangan tentang nilai tukar rupiah kita itu, ada yang bilang ”Di lepas saja Pak, karena kalau terlalu kuat rupiah itu, negara-negara lain mengalami depresiasi nilai tukarnya malah tidak bisa bersaing kita punya ekspor. Padahal, menembus pasar dunia susah” Ada yang berpandangan seperti itu. Ada juga yang mengatakan ”Pak, kalau sudah tembus 10 ribu, kalau bisa ditahan syukur-syukur bisa kembali ke 9000 an sekian, khawatir akan mengganggu yang lain.”
Semua itu ada plus dan minus yang jelas dari segi Pemerintah, dari segi Negara, ada range berapa yang tepat nilai paling rendah dan nilai paling tinggi dari nilai tukar kita, sehingga baik ekspor atau impor itu bisa berjalan dengan baik. Balance of payment kita, devisa kita cocok semua di situ. Tapi karena hari ini sudah tembus 11.000 sekian, ya sudah, segera kita lakukan langkah-langkah dan BI sedang melaksanakan exercise siang ini bersama-sama Menteri Keuangan dam tentu ada sejumlah instrument, namanya policy respons yang harus kita keluarkan.
Karena begini Saudara-Saudara, nilai tukar itu tidak berdiri sendiri, dia melihat sangat ditentukan atau berkaitan dengan fundamental yang lain. Tidak bisa terus, solusinya mengucurkan lagi dana kita untuk intervensi pasar 1 bilion, 2 bilion, dari cadangan kita, tidak selalu itu solusinya, bisa kontraproduktif. Kalau yang mengakibatkan melemahnya nilai tukar kita itu karena fundamental yang lain yang kita sentuh, yang kita atasi, fundamental itu. Bukan harus melakukan operasi di pasar valuta. Jawaban saya jadi, ya, dengan hari ini masuk ke 11 sekian. Kita rumuskan hari ini juga policy respons kita berkaitan dengan nilai tukar itu.
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



