Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Tentang Penetapan Status Tersangka Aulia Pohan
TRANSKRIPSI
DOORSTOP PRESIDEN RI
PERIHAL PENETAPAN STATUS MANTAN DEPUTI GUBERNUR
BANK INDONESIA, AULIA POHAN
GEDUNG UTAMA SEKRETARIAT NEGARA
29 OKTOBER 2008
Dalam kapasitas saya sebagai pribadi, pribadi Susilo Bambang Yudhoyono, mendengar semuanya ini, tentu saya secara terus terang dan jujur, bersedih, dan saya harus menenangkan keluarga besar besan saya, Bapak Aulia Pohan, anak menantu saya, anak saya, untuk menghadapi semuanya ini tetap tawakal dan tabah, sambil memohon kehadirat Allah SWT agar yang datang adalah keadilan yang sejati. Ini tugas saya sebagai pribadi sebagai bagian dari keluarga yang tentu harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya.
Di sisi lain dalam kapasitas saya sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan berulang kali saya mengatakan bahwa hukum dan keadilan harus ditegakan. Kalau Pak Aulia Pohan bersama-sama yang lain dianggap melakukan kesalahan dalam konteks ini, tentu ya proses penegakan hukum ditegakan. Saya tidak boleh mengintervensi, saya tidak boleh mencampuri karena ini semangat kita semua, salah atau tidak salah, seberapa besar kesalahan Pak Aulia Pohan nanti, apakah kesalahan pribadi atau kesalahan kolektif.
Marilah kita serahkan sepenuhnya kepada proses penegakan hukum. Karena menjadi dambaan kita, hukum dan keadilan sekali lagi, mesti ditegakkan. Dan saya sebagai pemimpin tentu harus memelihara keadilan dalam diri saya, dan ini berlaku bagi semua, dan mudah-mudahan ini menjadi, apa namanya, pemicu semangat kita semua untuk sekali lagi melakukan sesuatu yang terbaik bagi kita, bagi negeri kita, bagi rakyat kita.
Itu saja penjelasan saya, terima kasih.
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



