Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Usai Mencoblos Pilkada Kabupaten Bogor
TRANSKRIPSI
DOORSTOP PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA
PILKADA KABUPATEN BOGOR DI GUNUNG MAS
DESA TUGU SELATAN KABUPATEN BOGOR
30 NOVEMBER 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera buat kita semua,
Saudara-saudara hari ini kita kembali menyelengarakan pemilihan Kepala Daerah untuk memilih pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor, atau yang kita sebut dengan putaran kedua. Saya dan istri sebagai warga negara yang ingin menyukaseskan kehidupan demokrasi di negeri ini, Alhamdulillah telah menggunakan hak pilih saya dan istri untuk berpartisipasi dalam berbagai pilkada di Jawa Barat.
Kami ikut memilih ketika diadakan pemilihan Kepala Desa di Cikeas, dan ikut pula memilih ketika dilaksanakan pilkada untuk Gubernur Jawa Barat, dan pilkada untuk Bupati Bogor putaran pertama, dan hari ini putaran kedua.
Saya berpesan mengajak kepada Saudara-saudara semua untuk menyelenggarakan pilkada Bupati Bogor putaran kedua ini dengan sebaik-baiknya, aman, tertib, lancar dan demokratis. Pertama kepada unsur masyarakat marilah kita gunakan hak pilih kita, marilah kita memilih pasangan calon yang menurut kita yang paling tepat untuk memimpin Kabupaten Bogor lima tahun mendatang.
Penggunaan hak pilih ini penting agar betul-betul pada periode lima tahun mendatang ini siapa calon-calon pemimpin oleh pandangan atau pendapat Saudara-saudara, orang-seorang, sehingga tidak ada kata-kata nanti misalkan kurang puas, atau ada hal-hal tertentu padahal Saudara tidak ikut memilih. Lebih baik memilih, dengan demikian tidak ada, katakanlah ganjalan nanti pada saat Bupati, Wakil Bupati yang terpilih menjalankan tugasnya. Jadi sekali lagi saya mengajak pada masyarakat Kabupaten Bogor dan pada prinsipnya seluruh rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya, pada saat kegiatan pemilihan umum dilaksanakan. Termasuk, insya Allah, rangkaian pemilihan umum pada tahun 2009 yang akan datang.
Yang kedua, kepada jajaran KPUD selenggarakan pilkada ini dengan sebaik. Yang teliti, yang akuntable, yang transparan, kemudian obyektif. Mulai dari katakanlah tadi atau hari ini, sampai nanti pada penghitungan suara, mulai dari tingkat TPS sampai pada tingkat yang paling tinggi untuk KPUD. Ambil pelajaran dan pengalaman dari rangkaian pilkada selama ini, termasuk misalnya kegiatan protes, dari entah pasangan calon, atau pihak-pihak lain, kalau semua diselenggarakan secara tertib, mulai dari bawah, obyektif kalau perlu diambil foto-fotonya, saksinya dan semuanya, insya Allah apapun nanti, pada saatnya akan bisa dipertanggungjawabkan.
Itu harapan saya dan kalau ada misalnya yang tidak puas, tidak bisa menerima hasil, itu bisa saja terjadi, gunalan saluran hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Negara mengatur kemungkinan seperti itu cegah, yang disebut dengan benturan, kekerasan, main hakim sendiri, aksi sepihak, itu akan merugikan demokrasi kita, akan membikin cacat sistem politik kita, dan pada hakekatnya hanya akan membawa persoalan dan masalah bagi kehidupan masyarakat kita. Sekali lagi gunakan proses yang sebenarnya yang sudah diatur dalam undang-undang.
Yang ketiga, kepada pasangan calon, ada dua pasang calon pada hari ini yang pertama adalah Saudara Fitri Putra Nugraha dengan Saudara Endang Kosasih, kemudian yang ke dua adalah Saudara Rahmat Yasin dengan Saudara Karyawan Abdurrahman, siapapun yang terpilih nanti, dengan sah, dengan resmi tentu bisa menerima. Bagi yang terpilih mendapatkan mandat dari masyarakat Bogor, untuk memimpin Kabupaten ini lima tahun mendatang, syukurlah pertanggungjawabkan dan laksanakan amanah dan keinginan rakyat itu dengan sebaik-baiknya. Yang menang agar menghormati yang tidak berhasil, atau yang tidak kalah, yang tidak berhasil atau yang kalah.
Bagi yang belum berhasil, agar menerima dan kemudian juga menghormati yang menang. Ingat kekalahan itu bisa menjadi kemenangan yang tertundah. Oleh karena itu wajar dalam pemilihan umum, dalam pilkada, dalam demokrasi, ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil, pada saat dilaksanakan pilkada, atau pemilu itu. Jangan terus berputar dan bergerak. Oleh karena itu segala kemungkinan dimasa depan selalu ada. Oleh karena itu terimalah dengan ikhlas apapun hasil yang diraih nanti sesuai dengan pilihan rakyat.
Dan ingat bahwa memimpin Kabupaten Bogor adalah tugas yang mulia, tugas yang penuh tantangan, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan masyarakat harus mendukung, siapapun yang terpilih termasuk yang tadinya tidak memilih harus mendukung, karena mereka langsung bekerja bukan kepentingan partai, untuk masyarakat, untuk memajukan Kabupaten Bogor.
Sebaliknya bagi yang memimpin nanti, terhadap rakyat masyarakat yang tidak memilih tetap diberikan pengayoman sama dengan masyarakat yang lain, tidak boleh membeda-bedakan. Itulah indahnya demokrasi, jadi semua pada saatnya nanti selesai pilkada kembali pada kehidupan yang normal, rakyat mendukung Bupati dan Wakil Bupatinya yang dipilih, kemudian itu bisa menjalankan tugas dengan baik dan berhasil. Demikian juga Pak Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih itu bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.
Itulah yang saya sampaikan, terima kasih kepada Pak Bupati, pada KPUD, kepada jajaran aparat keamanan dan semua pihak yang telah menyelenggarakan pilkada Bupati Bogor putaran kedua ini.
Sekian.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



