Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Percakapan Telepon dengan Komandan Pasukan Garuda di Lebanon
TRANSKRIPSI
PERCAKAPAN TELEPON PRESIDEN RI
KE LEBANON,
ISTANA MERDEKA, 8 JANUARI 2009
”Ya, Presiden di sini, silakan dilanjutkan laporan perkembangan situasinya. Jam 7.30 ya. dari posisi kita berapa?72 kilo dari posisi kita. 35 kilo dari posisi kita, lanjut.”
”Oke, itu ditembakkan ke arah Israel ya? Oke. Terus? Oke, baik, ya. Oke, Oke. Baik, begini Hartono ya, saya sudah mengerti laporan yang kau sampaikan. Pertama benar yang Hartono instruksikan kepada prajurit untuk betul-betul menjaga diri, meningkatkan tindakan keamanan. Kemudian siap dengan kontingensi. Meskipun tembakan yang berasal dari Lebanon itu tidak terlalu dekat dengan posisi Indonesia, demikian juga tembakan dari Israel ke arah Lebanon jatuhnya juga tidak terlalu dekat dengan posisi Indonesia”.
”Tapi anda benar tadi, apabila situasi berkembang, kemudian tidak terkontrol, bisa saja pasukan kita mengalami bahaya. Oleh karena itu kontingensi yang kau sampaikan sudah benar dan pedomani betul protap dari PBB, dari UNIFIL ya. Ingat tugas anda peace keeping. jadi berlindung dengan baik supaya keselamatan anak-anak terjaga sambil terus menjalankan tugas sebagai peace keeping forces, ya.”
”Yang kedua, kalau nanti, apa namanya, anda para pimpinan Satgas diundang oleh Force Commander, sampaikan bahwa Jakarta juga memantau perkembangan situasi, terus boleh sampaikan kepada Force Commander bahkan Presiden kami juga terus memantau perkembangan keadaan. Dengan harapan PBB, UNIFIL bisa mengemban tugas dengan baik, sesuai dengan mandat yang diberikan oleh PBB kepada UNIFIL. Termasuk tentunya Satgas Indonesia sendiri”.
”Kemudian, yang ketiga atau yang terakhir, tadi, kau melaporkan pada saya, Dubes akan dipanggil oleh Presiden Sulaiman ya, kalau sempat berkomunikasi, sampaikan agar betul-betul mendengarkan briefing dari Presiden Lebanon dan setiap perkembangan situasi supaya baik kontingen anda sendiri, maupun Kedutaan Besar kita memahami dengan seksama ya. Oke, kalau begitu, lanjutkan tugas, sampaikan salam saya kepada prajurit, tenang tapi profesional dalam menjalankan tugasnya. Terima kasih, selamat bertugas”.
Jadi saya kira sudah sangat jelas ya, duduk persoalannya seperti itu. Sementara ini dalam keadaan aman. Kita berharap tidak ada yang membahayakan meskipun Letnan Kolenel Hartono melaporkan tadi, perkembangan masih terus berkembang dan siap dengan kontingensi. Siap kalau ada perkembangan situasi yang tidak diharapkan. Itu saja, terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



