Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Tentang Percakapan Telepon dengan Presiden Perancis

 

TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
PEMBICARAAN MELALUI TELEPON DENGAN PRESIDEN PERANCIS
HALAMAN KANTOR PRESIDEN, 10 JANUARI 2009



Bismillahirrahmanirrahim,

Saudara-saudara,
Sebagai pengantar dari penjelasan pers ini, Saudara mengetahui posisi, kebijakan, dan upaya Pemerintah Indonesia untuk dapat memulihkan situasi di Palestina, menghentikan kekerasan yang terjadi di Palestina, utamanya serangan militer Israel. Kita terus berjuang pada tingkat diplomasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa, maupun di forum yang lain, termasuk meskipun Indonesia tidak lagi menjadi Anggota Dewan Keamanan PBB, tetapi kemarin dalam persidangan Dewan Keamanan PBB, Indonesia masih diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan-pandangannya yang sebagaimana isi surat saya kepada Sekjen PBB dan Presiden Dewan Keamanan PBB, kalau Dewan Keamanan tidak mengeluarkan resolusi untuk menghentikan aksi-aksi militer di Palestina menuju ke gencatan senjata, Indonesia berpendapat perlu dilaksanakan pertemuan darurat Majelis Umum.

Dan kemudian, di luar wilayah diplomasi, Saudara juga mengetahui kita juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan, apakah itu bantuan uang tunai 1 juta dolar Amerika Serikat maupun bantuan alat obat-obatan, alat kesehatan, bahkan tim dokter dan tim kesehatan dari tanah air juga telah berangkat ke Palestina. Dan Menteri Kesehatan melaporkan kepada saya sore hari ini, tim kita telah memberikan tugas-tugas kemanusiaan, alhamdulillah.

Sementara itu, kita juga terus mempersiapkan apa saja yang bisa kita lakukan untuk betul-betul memastikan konflik dan kekerasan berhenti.

Dan apabila telah dilakukan gencatan senjata, maka posisi kita untuk menjadi bagian dari monitoring missions Perserikatan Bangsa-Bangsa akan kita jalankan, dan kita mempersiapkan diri untuk itu, yang penting gencatan senjata bisa segera dilakukan.

Sementara itu, masih seputar dengan apa yang kita lakukan, Panglima TNI memberikan laporan kepada saya sore hari ini, bahwa kontingen Indonesia yang berada di perbatasan Libanon–Israel dalam keadaan baik, menjalankan tugasnya dengan baik pula, meskipun suasana menjadi tegang akibat kemarin kejadian saling tembak-menembak di antara kedua wilayah itu. Kesimpulannya, apa yang kita lakukan akan terus kita lakukan, baik pada tingkat politik diplomasi, maupun pada langkah-langkah kemanusiaan, maupun upaya lain yang bisa kita lakukan.

Pengantar yang kedua, Saudara juga mengetahui bahwa Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan Resolusi Nomor 1860. Saudara juga tahu bahwa resolusi itu tidak dipatuhi di lapangan, kekerasan masih terjadi, korban masih berjatuhan dan menurut saya tragedi kemanusiaan benar-benar dalam keadaan yang sangat kritis sekarang ini, ditengarai dengan korban kaum perempuan dan anak-anak yang cukup tinggi. Oleh karena itu, di satu sisi kita sedikit senang karena akhirnya Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi, tetapi kita sungguh kecewa, karena ternyata resolusi itu tidak dipatuhi, dan konflik masih terjadi.

Oleh karena itu, Pemerintah kami, akan melakukan langkah-langkah lain untuk mendesak. Pertama-tama, kalau memang resolusi yang lahir sekarang ini tidak bisa secara efektif mendorong penghentian serangan-serangan militer Israel, atau gencatan senjata di antara kedua belah pihak, maka perlu ada resolusi baru, atau paling tidak harus ada mekanisme, bagaimana itu bisa dijalankan penuh, dipatuhi oleh mereka yang terlibat konflik di lapangan, utamanya sekali lagi pihak Israel. Oleh karena itu, tadi saya berbicara melalui telepon dengan Presiden Perancis Sarkozy, atas permintaan saya beberapa hari yang lalu, karena saya tahu Perancis sangat aktif, Presiden Sarkozy melakukan serangkaian pertemuan pada kunjungan beliau ke Palestina, ke Timur Tengah yang juga ingin mencari solusi bagaimana menghentikan konflik dan kekerasan itu.

Dalam pembicaraan tadi, pada intinya saya mengucapkan terima kasih, memberikan apresiasi, dan mendukung upaya Perancis sebagai Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB untuk aktif dan riil mencari solusi di Timur Tengah tersebut, menghentikan kekerasan di Palestina. Saya berharap itu terus dijalankan, apalagi baik Sarkozy maupun saya dalam pembicaraan tadi menyadari dan tentunya tidak puas bahwa resolusi tidak dijalankan. Oleh karena itu, saya meminta betul-betul, baik Perancis dan saya sampaikan Indonesia juga harus berusaha secara sangat serius untuk betul-betul resolusi bisa dijalankan.

Beliau mengatakan tadi, terus berusaha agar serangan Israel bisa dihentikan di Palestina itu, kemudian satu kata kunci lagi tadi, pasukan Israel ditarik mundur dari wilayah Palestina, atau dari Gaza. Tentu saja pembicaraan seperti ini penting, karena kita saling menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran kami. Saya sampaikan posisi Indonesia sangat jelas, dan oleh karena itu, kita berharap agar disamping langkah-langkah yang telah kita lakukan, sinergi, ataupun kerjasama seperti ini pada di tingkat pemimpin dunia perlu kita jalankan, agar betul-betul sekali lagi resolusi dipatuhi, masyarakat dunia tidak terus membiarkan hal ini terjadi dan akhirnya betul-betul tragedi kemanusiaan bisa kita hentikan.

Itulah Saudara-saudara yang ingin saya sampaikan. Dan tadi saya sampaikan di sini saja, banyak sekali kesetiakawanan atau solidaritas yang muncul dari saudara-saudara kita di Indonesia, untuk membantu saudara-saudaranya yang sedang mengalami musibah, yang dalam keadaan tragedi, sebagaimana yang telah kita lakukan misalkan memberikan bantuan obat-obatan, menangani yang luka-luka, yang korban dan sebagainya. Sampai dengan saya melintasi di depan Hotel Indonesia kemarin, ada seruan yang ingin memberikan donor darah untuk membantu korban kekerasan di Palestina, bisa disalurkan lewat Palang Merah Indonesia. Saya baca begitu sekilas, saya mendukung langkah-langkah seperti itu, karena yang diperlukan sekarang ini adalah betul-betul bantuan kemanusiaan yang realistik, yang dibutuhkan oleh mereka yang mengalami kesulitan-kesulitan obat-obatan, kesulitan pangan, kesulitan air bersih, dan sebagainya.

Saya kira wujud kesetiakawanan seperti itu baik, dan saya mendengar Menteri Kesehatan mengkoordinasikan semua bantuan kemanusiaan itu, agar betul-betul bersinergi, dan yang kita lakukan adalah satu kontribusi yang riil untuk meringankan beban, menyelamatkan saudara-saudara kita yang dalam keadaan yang sangat sulit.

Itulah Saudara-saudara yang ingin saya sampaikan. Terima kasih.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan