Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Keterangan Pers Bersama PM Suriah

 

TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS BERSAMA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN PERDANA MENTERI SURIAH
ISTANA MERDEKA, 12 JANUARI 2009



Presiden Republik Indonesia
Bismillahirahmanirrahim,
Saudara-saudara,
Alhamdulilah hari ini Indonesia mendapat kehormatan untuk menerima kunjungan Perdana Menteri Republik Arab Suriah Yang Mulia Muhammad Naji Otri, yang insya Allah akan menjadi tonggak baru dalam peningkatan hubungan dan kerjasama kedua negara di masa depan.

Sebagaimana kita ketahui Suriah adalah sahabat sejati Indonesia, sejak awal kemerdekaan Suriah telah membantu Indonesia dengan termasuk negara yang secara awal mengakui kedaulatan kita, dua tahun setelah kita merdeka. Oleh karena itu kita sepakat ke depan, hubungan dan kerjasama kita harus semakin kuat, semakin luas, demi kebaikan kedua bangsa dan negara.

Dalam pertemuan bilateral ini, kami membahas dua agenda. Pertama adalah, peningkatan kerjasama dan hubungan bilateral kedua negara. Dan yang kedua adalah, membahas sekaligus meningkatkan kerjasama untuk mencari solusi atas krisis yang terjadi di Gaza Palestina, sekarang ini.

Di bidang peningkatan kerjasama bilateral, kita sepakat bahwa komisi bersama, mekanisme untuk mengelola kerjasama bilateral ini harus kita tingkatkan efektifitasnya. Saya berpendapat ada potensi yang besar untuk peningkatan kerjasama ekonomi Suriah-Indonesia. Oleh karena itu kondisi pertama, komisi bersama harus lebih fokus untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan, investasi, pertanian, dan energi.

Saya juga menyampaikan kepada Yang Mulia Perdana Menteri, bahwa alhamdulilah banyak tenaga kerja Indonesia bekerja di Suriah. Oleh karena itu, karena selalu ada masalah-masalah yang berkaitan dengan tenaga kerja kita di luar negeri, saya mengajak Suriah untuk betul-betul bisa meningkatkan kerja sama yang riil untuk memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia bisa bekerja dengan baik dan apabila ada masalah segera kita selesaikan dengan baik pula.

Menyangkut krisis di Gaza Palestina, sikap yang Mulia Perdana Menteri atau sikap Suriah sesungguhnya pada prinsipnya sama dengan sikap saya dan sikap Indonesia. Solusi yang paling riil adalah sekarang ini segera dipatuhinya resolusi Dewan Keamanan PBB 1860 berarti dihentikannya serangan-serangan militer Israel, kemudian diberikan bantuan kemanusiaan yang nyata pula dan dengan demikian stabilitas serta keamanan di Gaza Palestina bisa dipulihkan.

Saya juga telah menjelaskan kepada Yang Mulia Perdana Menteri tentang langkah yang diambil Indonesia sekarang ini, baik pada dunia diplomasi maupun bantuan-bantuan kemanusiaan. Indonesia kecewa bahwa resolusi 1860 tidak dipatuhi, dan tragedi kemanusiaan masih terus terjadi di Gaza Palestina sekarang ini.

Kepada Yang Mulia saya sampaikan, pikiran dan pandangan Indonesia, pertama kalau memang resolusi sekarang ini tidak bisa dijalankan dengan baik, diperlukan resolusi yang lebih keras dari Dewan Keamanan PBB yang bisa secara hukum mengikat dan betul-betul bisa menghentikan aksi-aksi militer Israel di Gaza dilanjutkan dengan gencatan senjata.

Indonesia juga berpendapat, apabila resolusi ini tidak menghentikan kekerasan, tidak bisa mengakhiri krisis sebagaimana yang saya usulkan kepada Sekjen PBB dan Presiden Dewan Keamanan waktu itu, bahwa diperlukan emergency special mission, special session, emergency spesial session dari Majelis Umum yang bekerja paralel dengan apa yang dilaksanakan oleh Dewan Keamanan. Tujuannya satu, betul-betul krisis diakhiri di Gaza Palestina sekarang ini.

Yang terakhir, saya memberikan penghargaan kepada Suriah sebagai Pimpinan Liga Arab yang sangat aktif, proaktif, untuk mencari solusi dengan harapan peran tersebut terus dijalankan di masa dekat mendatang. Yang Mulia, saya persilakan untuk memberikan penjelasan kepada pers.

Perdana Menteri Suriah
Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya dan penghargaan kepada Yang Mulia Bapak Presiden atas keikutsertaan Beliau dalam berbagai aktifitas dalam rangka ikut menyelesaikan masalah yang sedang kami hadapi ini.

Dan kami menyampaikan salam hormat dari rakyat Suriah kepada rakyat Indonesia dan juga dari Presiden Suriah, Presiden Bashar Al-Assad kepada Yang Mulia Presiden Republik Indonesia, dengan harapan dapat mempererat hubungan antar kedua negara dan dapat saling melakukan tukar menukar kunjungan antara kedua negara untuk mempererat hubungan bilateral.

Kami sangat menghargai sikap rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia yang selalu mendukung berbagai masalah yang dihadapi oleh Bangsa Arab di forum-forum internasional.

Hubungan politik adalah sangat kuat dan berkembang terus di berbagai forum Internasional, kami inginkan hubungan politik ini digalang atau diperkuat dengan hubungan ekonomi, sehingga dengan hubungan ekonomi ini, hubungan politik dengan sendirinya akan semakin kuat antara kedua negara.

Kesamaan sejarah dan kesamaan langkah yang dilakukan antara Suriah dan Indonesia, sangat mendorong kedua negara untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang untuk kepentingan kedua belah pihak. Apa yang terjadi saat ini di wilayah Arab, terutama di Palestina, khususnya di Gaza adalah berlangsungnya serangan dari agresor yang terus menerus melakukan pembantaian, yang kebijakannya adalah melakukan ekspansi, penindasan dan pembunuhan serta merugikan bangsa-bangsa Arab yang ada di kawasan.

Suriah selalu menginginkan realisasi perdamaian, realisasi keamanan. perdamaian yang adil dan menyeluruh. Perdamaian berarti juga mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya. Mengembalikan wilayah-wilayah yang diduduki kepada pemiliknya dan menarik mundur seluruh pasukan dan wilayah yang diduduki sampai ke perbatasan sebelum tahun 1967.

Hak-hak yang harus dikembalikan adalah diantaranya juga hak mengembalikan para pengungsi yang tersebar di berbagai wilayah untuk kembali ke negerinya dan mendirikan suatu negeri, negara yang berdaulat dan merdeka.

Hak mendirikan negara bagi bangsa Palestina di atas tanah negerinya sendiri dengan Ibukota kota Yerussalam. Pembunuhan yang terjadi di Gaza, adalah merupakan suatu pembantaian yang sangat keji. Ini adalah pembunuhan yang dilakukan oleh Zionisme. Tidak hanya kepada orang-orang yang bersenjata, tapi anak-anak dan kaum wanita yang tidak berdosa dan kebanyakan orang-orang yang tidak bersenjata sama sekali. Saya teringat sebuah ungkapan dari seorang pemuka agama Yahudi, yang mengatakan kepada sejumlah tentara dan kepada para pemuka agama lainnya sebelum mereka berangkat ke medan peperangan. Tokoh Agama itu mengatakan, ”Bunuhlah mereka dan sebelumnya bunuhlah anak-anak mereka, yaitu anak-anak Palestina, karena anak-anak Palestina ini adalah menjadi puncak bahaya bagi kita di masa yang akan datang.”

Kami sangat mengharapkan adanya suatu solidaritas, bukan hanya antara Palestina, tapi juga antara bangsa-bangsa Arab dan juga solidaritas antara dunia Islam dalam rangka menghadapi bahaya yang sangat besar ini. Karena Israel bukan hanya menyerang dan melakukan ekspansi tapi sekarang ini sudah berusaha untuk menghancurkan Masjidil Aqso, yang merupakan salah satu dari tiga masjid Kota Suci Umat islam yang terkenal, dengan alasan akan menggali kerangka Sulaiman di bawah Masjid tersebut. Ini adalah merupakan masalah yang harus dihadapi oleh umat Islam semua.

Kalau tembok Berlin sudah digempur dan dihancurkan, tapi Zionisme justru membangun tembok-tembok yang merupakan suatu sekat-sekat yang menghancurkan Bangsa Palestina dan dibangunnya sejumlah settlement sebagai satu tanda atau membuat suatu kerikil-kerikil yang menghalangi suatu perdamaian yang akan kita bina.

Yang telah disampaikan oleh Yang Mulia Bapak Presiden, bahwa harapan kita adalah kiranya Israel bisa menghormati solusi Dewan Keamanan untuk segera menghentikan serangannya yang membabi buta dan serangan beruntun itu. Tapi sampai saat ini resolusi tersebut belum dilaksanakan dan Israel sebelumnya juga telah membangkang, terhadap sejumlah resolusi-resolusi yang berkaitan dengan penarikan mundur pasukannya dari wilayah-wilayah yang diduduki.

Jelas, Israel adalah sebagai negara teroris, negara yang membangkang hukum ditinjau dari berbagai segi. Kita harapkan kiranya masalah ini dapat terselesaikan dengan kearifan atau dengan kebijakan untuk segera menghentikan atau orang-orang yang membantu untuk segera mendorong Israel menghentikan serangannya tersebut.

Kami sepenuhnya mendukung usul dari Yang Mulia Bapak Presiden, bahwa sekira resolusi Dewan Keamanan tersebut tidak juga dipatuhi oleh Israel, maka sebaiknya dibuat suatu resolusi baru yang lebih efektif, yang lebih mendorong dapat memaksa Israel untuk menghentikan serangan-serangannya tersebut.

Kami berharap kiranya dunia islam atau negara-negara Islam dapat mempunyai suatu kekuatan spirit atau kebersamaan spirit, sehingga dapat menggalang solidaritas antara sesama mereka.

Akhirnya kami kembali mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas sambutan yang begitu meriah. Kami sampaikan salam hormat dari rakyat Suriah, dari pimpinan Suriah Presiden Suriah kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia. Dengan harapan Indonesia terus berkembang dan terus makmur serta maju.

Presiden Republik Indonesia
Saya beri kesempatan kalau ada pertanyaan dari Saudara-saudara.

Sdr. Tri Dirgantara, Harian Bisnis Indonesia
Di luar masalah Palestina, saya kembali ke isu TKI tadi sempat disinggung oleh Bapak Presiden mohon dielaborasi dan data kami ada sekitar 70 ribu TKI ilegal yang di Suriah sampai akhir tahun lalu. Apakah masalah ini juga dibicarakan secara spesifik, rencananya yang kami dengar akan segera diputihkan tapi sampai saat ini belum ada perkembangan berikutnya.

Presiden Republik Indonesia
Data darimana yang Saudara peroleh?

Sdr. Tri Dirgantara, Harian Bisnis Indonesia
Dari BNP2TKI.

Presiden Republik Indonesia
Coba dicek nanti jumlahnya, cek jumlah, yang jelas Beliau dengan saya tadi telah berkomitmen untuk menyelesaikan semua masalah itu dengan sebaik-baiknya. Saya usulkan ada Mandatory Councellor Notification.

Apabila ada masalah dengan keberadaan tenaga kerja kita di sana, agar baik Pemerintah Suriah maupun Pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan dengan baik. Semangat itu kuat sekali dan nanti komisi bersama akan mengagendakan khusus langkah-langkah ke depan untuk menyelesaikan masalah-masalah itu. Saya berterima kasih kepada Suriah, atas kesempatan lapangan pekerjaan dan tentunya kita tidak menjadi bagian dari pembangunan ekonomi di Suriah, kita masuk ke wilayah itu untuk lebih efektif menyelesaikan masalah yang ada.

Saya baru mengecek Duta Besar kita yang ada di Damaskus, bahwa belum bisa dikonfirmasi angka itu. Saya akan mengecek segera Menteri Tenaga Kerja untuk kejelasan data itu, akurasi data penting, karena baik Pemerintah Suriah maupun Pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan dengan efektir dengan data yang benar.

Perdana Menteri Suriah
Saya katakan bahwa, saya bisa berikan konfirmasi bahwa jumlah tenaga kerja Indonesia yang ada di Suriah hanya sepersepuluh dari angka yang anda sebutkan tadi. Dan ini adalah penjelasan dari saya. Sudah ada draft persetujuan dibidang tenaga kerja dan segera akan dibahas dan ditandatangani dalam pertemuan komisi bersama antara Suriah dan Indonesia.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Yang Mulia. Masih ada? Kalau tidak ada terima kasih atas perhatiannya dan Yang Mulia terima kasih atas kesempatan konferensi pers ini.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan