Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Doorstop Usai Inspesi Mendadak ke Terminal Pulogadung, Stasiun KA Jakarta Kota, dan SPBU Rawamangun
TRANSKRIPSI
DOORSTOP PRESIDEN RI
PADA ACARA
KUNJUNGAN INCOGNITO (SIDAK)
TERMINAL PULOGADUNG, 15 JANUARI 2009
Saudara-saudara. Apa yang saya cek di lapangan sesuai dengan kebijakan pemerintah yang telah saya umumkan pada tanggal 12 Januari yang lalu dan berlaku mulai hari ini. Maka dari segi angkutan kereta api tadi saya cek langsung di lapangan turun tarifnya sekitar 8%. KRL tadi dilaporkan belum turun. Kemudian kita olah, saya instruksikan para menteri bekerja, pimpinan PT. Kereta Api, insya Allah, mulai besok itu harganya akan turun 10%, dengan demikian kereta api akan disesuaikan dan turun harganya.
Lantas SPBU. Tadi yang saya cek SPBU bukan harganya --yang jelas pasti sudah turun, baik premium maupun solar-- tetapi ketersediaan BBM-nya. Pengalaman yang dulu saya dengar ada keterlambatan. Ada masalah antara SPBU dengan Pertamina. Kita lakukan koreksi-koreksi dan perbaikan, alhamdulillah kita saksikan bahwa tidak ada masalah sama sekali dengan supply, dengan stok dan distribusi dari BBM ini. Harapan saya terus dapat dijalankan dengan baik.
Lantas baru saja kita cek, yang saya tahu yang jelas angkutan yang dikelola oleh negara, BUMN seperti DAMRI, ASDP, kereta apa tadi itu sudah mengalami penurunan. Tetapi alhamdulillah baru saja saya cek langsung ke loket, tempat jual beli karcis, saya cek langsung ke atas tadi, saudara-saudara kita yang akan pergi ke Madura memang betul-betul sudah terjadi penurunan harga karcis. Ke Madura kalau tidak salah dari Rp 200 ribu menjadi Rp 180 ribu. Alhamdulillah per tiket turun Rp 20 ribu. Tadi yang ke arah Yogyakarta, dari Rp 175 ribu per tiket, per orang menjadi Rp 160 ribu. Harapan saya ini semua bisa meningkatkan daya beli rakyat.
Saudara tahu bahwa kebijakan pemerintah menyangkut harga selama ini, disamping ada yang diregulasi oleh pemerintah, seperti BBM, beras, gabah, listrik tapi ada juga yang tidak mungkin diregulasi oleh pemerintah, menggunakan mekanisme pasar. Tapi dengan insentif yang kita berikan, dengan kebijakan khusus yang kita berikan, harapan saya dunia usaha bisa menurunkan harganya untuk rakyat kita.
Kita lihat tadi sebagian sudah mulai turun. Tadi pagi saya menelepon Walikota Padang, saya bicara langsung dengan beliau. Dilaporkan di Padang itu harganya sudah turun 12% sampai 15% untuk angkutan kota.
Saya berkomunikasi dengan Bogor beberapa saat yang lalu. Saya dengar sudah ada instruksi dari daerah, Organda sedang melakukan pembahasan untuk implementasinya. Yang saya tahu, Bogor itu yang tadinya Rp 2.500 menjadi Rp 2.000 itu kena penurunan pertama dan kedua. Sekarang sedang rapat lagi dengan penurunan yang ketiga.
Mudah-mudahan, ongkos transportasi ini bisa dijangkau oleh rakyat kita. Harapan kita itu, dan mudah-mudahan pula ekonomi yang meskipun dunia sedang gonjang-ganjing begini bisa kita kelola dengan baik.
Terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



