Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Tentang Kasus Ambalat
TRANSKRIPSI
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
DOORSTOP
HOTEL GUMAYA, SEMARANG
9 JUNI 2009
Saudara-saudara,
Saya ingin menyampaikan beberapa hal. Yang pertama, berkaitan dengan memanasnya situasi di perairan Ambalat, sesungguhnya beberapa saat yang lalu saya telah menjalin komunikasi dengan Perdana Menteri Najib. Tentu untuk tujuan yang baik agar permasalahan itu bisa dikelola dengan benar, tidak menimbulkan permasalahan baru, apalagi yang bisa mengganggu hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia.
Tadi siang jam 12.00, saya menelepon Perdana Menteri Malaysia sebagai kelanjutan dari komunikasi saya, yang intinya saya berharap agar perundingan, solusi yang kita pilih untuk menyelesaikan perbedaan terhadap perbatasan laut di wilayah Ambalat itu bisa berjalan lebih cepat, lebih efektif dan lebih kondusif.
Saudara,
Sudah saya beri tahu posisi dasar kita yang tentunya kalau itu merupakan kedaulatan kita menjadi kewajiban untuk kita pertahankan. Cuma cara yang kita pilih adalah perundingan, negosiasi yang tengah berjalan. Saya juga berharap agar kepada juru runding kita berikan dorongan agar sekali lagi proses perundingannya bisa berlangsung lebih cepat dan lebih kondusif lagi.
Saya juga menyampaikan agar bisa dihindari tindakan yang sifatnya provokatif yang bisa memancing apa pun yang sesungguhnya sama-sama tidak dikehendaki. Terhadap itu semuanya, Perdana Menteri Malaysia pada prinsipnya memberikan respon yang positif, bersetuju terhadap langkah-langkah yang mesti kita jalankan dengan sebaik-baiknya itu. Dengan demikian di samping tugas-tugas kita untuk menjaga keamanan dan kedaulatan di wilayah itu, maka saya berkewajiban untuk terus mendorong pihak Malaysia untuk benar-benar perundingan ini bisa dilanjutkan dan dipercepat penyelesaiannya. Itu yang pertama Saudara-saudara.
Sedangkan yang kedua berkenaan dengan terjadinya musibah helikopter milik TNI Angkatan Darat, atas nama pemerintah dan selaku pribadi saya mengucapkan belasungkawa atas gugurnya Kolonel Ricky Samuel dan dua perwira pertama yang lain, yang semuanya itu terjadi karena sedang menjalankan tugas latihan. Dengan harapan semoga arwah para prajurit yang gugur itu di terima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Saya mendapatkan laporan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan helikopter itu adalah cuaca yang buruk. Oleh karena itu saya mengulangi lagi arahan saya kepada jajaran TNI, utamanya dalam menjalankan misi latihan atau misi apa pun kecuali tugas pertempuran yang memang cuaca seburuk apa pun harus ditempuh tapi kalau bukan tugas pertempuran maka betul-betul lihat faktor cuaca. Jaga betul keselamatan dan keamanan latihan. Dengan demikian kita bisa terhindar dari kecelakaan seperti yang baru saja terjadi karena buruknya cuaca yang ada.
Kemudian yang terakhir, atau yang ketiga, dalam kapasitas saya sebagai pribadi karena saya tidak bisa hadir dalam pemakaman satu orang anggota atau pengurus inti dari Partai Demokrat sebetulnya, yaitu Saudara Zainal, seorang pimpinan Pondok Pesantren dan sekaligus pengusaha yang berhasil dan amanah, beliau meninggal dunia karena sakit dan karena saya tidak bisa hadir dalam pemakamannya saya pun juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga dengan doa dan harapan semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT.
Itulah tiga hal yang ingin saya sampaikan, Saudara-saudara. Terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



