Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Tentang Keadaan Perekonomian Indonesia Saat Ini

 

TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
KEADAAN PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI
KANTOR PRESIDEN, 9 JULI 2009



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara-saudara,
Hari ini saya memanggil para menteri koordinator dan pejabat terkait untuk pertama-tama melaporkan kepada saya hal-hal yang menonjol di bidang masing-masing, sebagai update kepada saya dan sekaligus membahas isu penting yang nanti, insya Allah, pada hari Selasa akan kami selenggarakan Sidang Kabinet Paripurna yang pertama dalam waktu barangkali satu bulan ini, ketika kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sedang berlangsung.

Jadi nanti saya, Wapres, semua menteri akan hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna dan akan membahas dan saya akan memutuskan beberapa hal, utamanya yang berkaitan dengan penuntasan kebijakan dan program aksi Kabinet Indonesia Bersatu ini sampai 20 Oktober mendatang maupun RAPBN 2010 yang masih menjadi tanggung jawab dari pemerintahan sekarang ini untuk mempersiapkannya.

Saudara-saudara,
Yang menjadi pokok perhatian kita adalah kelanjutan dari upaya pemerintah untuk terus menjaga perekonomian nasional terus menjaga agar dampak krisis perekonomian global tidak lagi sangat mengganggu perekonomian kita. Kita tahu hari sekarang ini sedang dilaksanakan pertemuan puncak G-8 diperluas di Italia. Sesungguhnya saya juga mendapat undangan untuk hadir dalam pertemuan puncak itu, tetapi tentu karena harinya kemarin, hari ini tidak memungkinkan saya berada di sana. Ini kelanjutan sebetulnya dari pertemuan puncak G-20, baik yang dilaksanakan di Amerika, di London, dan nanti menuju pula ke pertemuan puncak G-20 bulan September mendatang.

Dunia masih terus berupaya untuk agar proses recovery, pemulihan dari resesi perekonomian global ini bisa berjalan lebih cepat. Harapan kita semua, tentunya 2011 sudah terjadi pergerakan kembali pada tingkat perekonomian global. Dalam konteks seperti itulah, kita mempersiapkan RAPBN 2010, kita mengelola perekonomian nasional kita, terutama yang menyentuh kepentingan rakyat banyak.

Pertama-tama kalau kita bicara makro ekonomi, tentu kita ingin menjaga pertumbuhan kita. Di banyak kesempatan sudah saya sampaikan, kita ingin benar, tahun ini bisa mencapai pertumbuhan 4 sampai 4,5% disebut-sebut 4,3%. Kalau itu bisa kita capai, itu adalah pertumbuhan terbaik dalam arti konstraksi pertumbuhan dari tahun lalu ke tahun ini dan itu angka terbaik pada tingkat dunia. Meskipun kalau dari growth itu sendiri diperkirakan setelah Tiongkok, India baru Indonesia. Perlu komponen pertumbuhan kita ketahui adalah konsumsi, alhamdulillah konsumsi relatif terjaga. Yang kedua adalah pembelanjaan pemerintah atau government spending. Alhamdulillah kebijakan stimulus yang kita jalankan dengan pos-pos yang tepat juga mengalir dalam batas tertentu bisa mengurangi dampak krisis global itu. Kemudian ekspor kuartal pertama atau semester pertama barangkali masih mengalami tekanan, harapan kita semester kedua bisa lebih meningkat lagi. Demikian juga investasi, investasi semester pertama mengalami tekanan hanya sekitar 3 sampai 4%, kita berharap semester kedua bisa naik kembali sehingga total dari pertumbuhan di akhir tahun 2009 ini, harapan kita sekali lagi mencapai 4 sampai 4,5% atau 4,3%. Itu sasaran kita.

Investasi menjadi sangat-sangat penting. Dan tentunya, ya tentu dengan upaya bersama kita, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan semua pihak, investasi memang tahun depan, kita harapkan sungguh mengalir atau diawali juga dengan semester kedua ini. Banyak kondisi yang kondusif untuk meningkatnya investasi itu, karena dengan inflasi yang terjaga --alhamdulillah, mudah-mudah tahun ini kita bisa mencapai sekitar 4%, satu capaian yang bagus. Dengan inflasi seperti itu, suku bunga diharapkan turun, harapan kita menuju ke 6% pada akhir tahun ini. Dan dengan nilai tukar yang relatif stabil, maka 3 kondisi makro seperti itu memungkinkan investasi bisa tumbuh kembali.

Dan bicara investasi, saya mengundang dulu penanam modal dalam negeri, baru kita menggalang kerjasama dengan investasi dari negara-negara sahabat. Itu adalah bagaimana kita melihat pertumbuhan ya untuk tahun ini dan tahun depan, sekaligus apa saja yang mesti kita lakukan secara sungguh-sungguh.

Unsur yang kedua dari makro ekonomi adalah inflasi sendiri, alhamdulillah relatif terjaga, dan kita mengelola dengan sesungguh-sungguhnya, terutama barang-barang yang diperlukan oleh rakyat kita, bahan pokok misalnya. Kalau semuanya berjalan linier, bulan inipun barang kali akan bagus inflasi kita, sehingga Agustus ke depan sampai akhir tahun masih bisa terjaga.

Yang lain adalah pengangguran, Saudara sudah mendapatkan angkanya justru alhamdulillah, saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang bekerja sangat keras, berterima kasih kepada dunia usaha, berterima kasih kepada asosiasi pekerja atau asosiasi buruh, semua pihak, pemerintah daerah yang justru negara lain meledak angka penganggurannya ada yang 9%, 10% atau lebih dari itu termasuk negara-negara maju. Kita turun dari tahun lalu 9,3% menjadi 8,1%, tentu ini kita syukuri meskipun kita ingin lebih turun lagi di waktu yang akan datang.

Tiga komponen itulah dari segi pertumbuhan, dari segi inflasi dan pengelolaan pengangguran atau penciptaan lapangan kerja yang menjadi domain dari makro ekonomi kita. Kalau investasi bergerak, dan Saudara tahu infrastruktur terus kita kembangkan, insya Allah 5 tahun mendatang akan lebih besar lagi skala pengembangan infrastruktur, dengan multi years budgeting, lantas juga irigasi untuk pertanian juga demikian besar-besaran kita lakukan, kemudian kita carikan solusinya untuk energi, listrik, termasuk pupuk misalnya. Maka harapan kita makro ekonomi yang bagus dan terjaga ini lebih lagi meningkatkan ekonomi riil atau sektor riil di waktu yang akan datang.

APBN sendiri tentunya dengan time frame yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat, dengan pemilihan umum tahun 2009, 1 Oktober kalau tidak salah sudah akan bekerja anggota DPR RI yang baru, tentu sebelumnya sudah harus ada semacam millopen, transisi. Oleh karena itu, pembahasan RAPBN akan lebih cepat, dengan demikian, pada tingkat kami pemerintah akan ada percepatan sampai saya mengeluarkan ampres bagi pembahasan RAPBN itu.

Sidang Kabinet Paripurna pada hari Selasa nanti akan menjadi sangat penting, saya dengan Pak Jusuf Kalla dan lain-lain akan mempersiapkan segalanya supaya siap untuk kita bahas bersama dengan DPR RI.

Itu permasalahan ekonomi Saudara-saudara, dan kesejahteraan rakyat yang menjadi kepedulian kita tetap langkah kita untuk terus menurunkan kemiskinan. Alhamdulillah meskipun ada krisis perekonomian global, kemiskinan kita dari tahun lalu sekitar 35 juta menjadi 32,5 juta. Turun 2,5 juta. Tapi tetap bagi kita masih harus kita turunkan lagi secara sungguh-sungguh sehingga tahun demi tahun kemiskinan kita makin susut. Ini tentu solusinya ya ekonomi yang tumbuh, menciptakan lapangan pekerjaan, ada pekerjaan, ada income. Ada income, kemiskinan turun. Tetapi juga program-program pro rakyat akan terus kita jalankan, seperti beras untuk rakyat miskin, kemudian juga program-program bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain, yang akhirnya bisa mengurangi angka, penghasilan yang dibelanjakan atau spending rakyat kita. Dan ini saatnya yang paling baik untuk kita bisa memantapkan, merumuskan lagi kebijakan subsidi secara menyeluruh, agar tepat. Kita sepakat bahwa subsidi yang salah sasaran akan dihentikan, tapi subsidi yang betul-betul memberikan proteksi pada rakyat miskin, agar mereka bisa lebih meningkat lagi kesejahteraannya tetap menjadi pilihan politik, menjadi salah satu politik fiskal yang kita anut, Saudara-saudara.

Yang lain masalah H1N1, meskipun dunia mengatakan tidak terlalu mengkhawatirkan begitu konon dan Indonesia mulai ada yang terjangkit. Tetapi saya tetap meminta perhatian kepada gubernur, bupati, walikota di seluruh Indoensia, agar sosialisasi yang telah dikeluarkan oleh Menko Kesra dengan jajarannya diindahkan betul, diindahkan betul sehingga kita bisa mencegah penyebaran yang lebih luas lagi, kemudian dengan penjelasan yang benar tidak perlu cemas rakyat kita, tapi mengerti bagaimana cara-cara mencegahnya dan bagaimana kalau terjangkit dengan H1N1 tersebut.

Yang lainnya adalah ya program-program pro rakyat yang mesti harus dilanjutkan yang menjadi kebijakan dari Kabinet Indonesia Bersatu ini.

Demikianlah 2 hal penting masalah perekonomian dan kesejahteraan. Nanti 1 jam lagi atau 1,5 jam lagi dari sekarang, ada penjelasan lagi tentang politik, hukum dan keamanan. Dan saya sedang akan memanggil beberapa pejabat terkait di bidang itu, sehingga untuk kali ini, saya batasi dulu pada aspek perekonomian dan kesejahteraan. Apakah ada pertanyaan?

Sdr. Sofyan, Jawa Pos
Saya Sofyan dari Jawa Pos. Pengalaman tahun 2004 lalu, ketika selesai pilpres langsung aliran modal masuk banyak yang masuk ke Indonesia, tapi tahun 2004 kan butuh 2 putaran untuk diketahui hasil pemilu. Dengan kemungkinan besar, hasil pemilu bisa diketahui lebih cepat daripada tahun 2004, apakah aliran modal masuk itu bisa lebih cepat masuk, sehingga antara pertumbuhan yang 4 sampai 4,5% itu bisa ada optimisme dari pemerintah tidak hanya 4,3%, tapi bisa lebih sebatas atas 4,5%? Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia
Ya itu dinamika ekonomi, itu market mechanism, itu ada opportunity, ada investment. Saya katakan tadi kalau politik terus stabil begini, kalau ada masalah-masalah menyusul dilaksanakannya pilpres bisa kita carikan solusinya secara damai, tidak ada apa-apa, lantas makro ekonomi terkelola seperti ini, kita bahkan dianggap sebagai salah satu negara yang kompeten dalam mengurangi dampak perekonomian global. Saya optimis bahwa investasi akan bergerak lebih cepat. Dan oleh karena itu, ya meskipun sasaran kita 4,3% selalu ada kemungkinan untuk mencapai lebih dari itu.

Kewajiban pemerintah adalah memastikan iklim bisnis tetap baik, pelayanan publik makin baik dengan kondisi makro seperti ini, baik politik, ekonomi, sosial maupun keamanan, tentu sangat mungkin untuk lebih cepat lagi peningkatkan investasi yang ada di negeri kita, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sdri. Novi, Investor Daily
Terima kasih. Nama saya Novi dari Investor Daily. Bapak terkait dengan hasil sementara yang diumumkan terkait dengan penyelenggaraan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, kita melihat bersama bagaimana keunggulan Bapak. Dan pada saat ini, masyarakat khususnya kalangan dunia usaha itu mengharapkan adanya perbaikan ekonomi yang signifikan. Terkait dengan pertumbuhan ekonomi dan berbagai hal yang terkait yang Bapak jelaskan tadi, apakah Bapak juga akan mengakomodasikan usulan ataupun program yang diajukan Capres-capres lain terkait dengan kemandiriian ekonomi dan kebijakan-kebijakan prorakyat? Terimakasih.

Presiden Republik Indonesia
Ya, saya menyimak kebijakan, tawaran, program, aksi yang muncul, yang diangkat, yang dijanjikan pada masa kampanye pilpres dan pilwapres ini, sebagian sesungguhnya sudah pemerintah jalankan, sebagian hanya namanya berbeda tetapi kebijakan dasarnya sama. Pada prinsipnya saya selalu menyambut baik, apalagi dari para capres yang tentunya sudah diolah dengan baik, dari usulan mana pun, kalau itu membawa kebaikan bagi pemerintah, tentu saya akan terima dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, ada kalanya kita melakukan konsolidasi politik, nah di situ bangsa yang besar, pemerintahan terpilih mendatang tentu juga mendengar, apa saja yang hidup pada saat sekarang ini, baik yang menjadi atensi rakyat, atensi publik, maupun pikiran-pikiran yang ditawarkan oleh masing-masing kandidat.

Tentu saja ada pikiran yang menurut saya kurang realistik dan kurang rasional, justru tidak mungkin saya jalankan karena ya tidak mungkin saya jalankan. Tapi banyak dari kedua kubu, baik Ibu Megawati maupun Bapak Jusuf Kalla yang baik-baik tentunya sangat mungkin untuk melengkapi pengembangan kebijakan dan program aksi mendatang.

Sdr. Muklis, Reuters
Muklis, Pak dari Reuters. Bagaimana kebijakan ke depan mengenai BUMN-BUMN kita, Pak, apakah akan ada satu pengurangan atau bagaimana dalam rangka ke depan 5 tahun ini, Pak? Terimakasih

Presiden Republik Indonesia
Terlalu dini untuk menuju ke situ, bahwa kita ingin selalu BUMN kita membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi perekonomian, bagi negara dalam bentuk pajak maupun deviden. Dan tentu sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar, hajat hidup orang banyak yang lebih bagus dikelola oleh usaha negara, dikelola usaha negara. Oleh karena itu, kita melihatnya utuh dan selalu ada peninjauan dari periode ke periode. Dan 5 tahun ke depan seperti apa design, struktur, lingkup, besaran dari jajaran BUMN kita yang cukup banyak itu menjadi bagian dari konsolidasi dan pada saat akan saya sampaikan. Tapi untuk sekarang ini, terlalu dini dan lihat dulu, semuanya tertata dengan baik dulu.

Terima kasih ya. Kita, saya masih lanjut lagi, nanti masih ada konferensi pers lagi.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan