Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Usai Percakapan Telepon dengan JK
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SEUSAI
PERCAKAPAN MELALUI TELEPON DENGAN BAPAK JUSUF KALLA
PURI CIKEAS, 9 JULI 2009
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera,
Saudara-saudara,
Alhamdulillah, sebagaimana saudara saksikan tadi baru saja saya dengan Pak Jusup Kalla berkomunikasi, disamping beliau menyampaikan ucapan selamat kepada saya dan saya sambut dengan penuh rasa hormat kepada beliau, alhamdulillah. Tetapi yang lebih penting, sebagaimana yang saya sampaikan tadi, kami tetap akan terus menjalankan amanah, menjalankan tugas sebagai Presiden dan Wakil Presiden sampai akhir masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu ini.
Tadi dalam percakapan saya dengan Pak Jusuf Kalla, kita sama-sama ingat bahwa dalam kompetisi, itu bisa keras, tetapi kita sepakat untuk tidak memutus tali silaturrahim. Tadi sama-sama kita, sampaikan komitmen kita seperti itu. Dan saya katakan pada Pak Jusuf Kalla tadi, bahwa jasa beliau besar, baik kepada pemerintah maupun kepada negara. Dan saya juga berharap ke depan, Pak Jusuf Kalla masih bisa melakukan apa saja menurut pilihan beliau yang tentunya masih berguna bagi rakyat, bagi bangsa dan negara kita.
Itu intisari dari apa yang saya komunikasikan dengan beliau tadi dan insya Allah nanti hari Selasa, setelah barangkali sebulan ini beliau, saya dan para Menteri sibuk dengan kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, setelah tadi saya memanggil beberapa Menteri untuk diberikan update atau laporan hal-hal yang sangat menonjol, baik di bidang perekonomian, kesejahteraan dan di bidang politik, hukum dan keamanan, kita akan lanjutkan dalam Sidang Kabinet Paripurna hari Selasa mendatang. Dan akan mengalir jalannya pemerintahan, karena ini tentu merupakan tugas kami sampai akhir masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu ini.
Saudara-saudara,
Saya sungguh bersyukur pada malam hari ini, bisa kembali berkomunikasi langsung dengan Pak Jusuf Kalla meskipun kami berdua masih dalam hubungan Presiden dan Wakil Presiden, tetapi sesama calon Presiden tentu ini peristiwa yang penting. Dan saya senang, sehingga rakyat kita bisa melihat bahwa adakalanya kami berkompetisi, kompetisi itu sekali lagi dalam kompetisi bisa keras, tapi toh kami bisa tetap menjaga hubungan baik dan demikianlah dalam sebuah demokrasi, dalam sebuah pemilihan umum yang tentunya patut untuk kita kembangkan di negeri ini untuk terus saling berkomunikasi, saling bersahabat, sehingga demokrasi kita makin matang, makin dewasa.
Demikian penjelasan saya khusus dengan, berkenaan dengan baru saja komunikasi saya dengan Pak Jusuf Kalla.
Saudara-saudara,
Sebelum saya menerima telepon dari Pak Jusuf Kalla tadi, saya menerima telepon dari beberapa sahabat sejak tadi pagi. Meskipun saya sampaikan kepada teman-teman saya, ini baru quick count, masih harus menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum, election commission, tapi beliau mengatakan dengan metedologi yang scientific, polling ataupun quick count itu bisa dipercaya satu per satu. Beberapa telah menyampaikan selamat, bukan hanya kepada saya, tapi kepada demokrasi Indonesia, kepada pemilu kita yang oleh dunia dilihat sebagai pemilu yang baik, pemilu yang peaceful, pemilu yang democratic. Tentu saya senang kalau bangsa kita, negara kita mendapatkan pengakuan dan penghargaan seperti ini.
Sebagaimana Saudara ketahui, tadi pagi saya menerima telepon dari pertama-tama Perdana Menteri Malaysia Bapak Najib, setelah itu Presiden Timor Leste, Bapak Ramos Horta, dilanjutkan oleh Perdana Menteri Singapura Bapak Lee Hsien Loong. Kemudian saya menerima telepon siang harinya dari Perdana Menteri Australia, Bapak Kevin Rudd, Presiden Korea Selatan Bapak Lee Myung-bak dan kemudian Presiden Arroyo dari Filipina, dan baru saja dari Menteri Mentor Singapura Bapak Lee Kuan Yew yang juga mendoakan, semoga Indonesia terus tumbuh menjadi negara yang demokratis dengan capaian ekonomi yang makin baik, sehingga mendatangkan manfaat bagi kehidupan rakyat kita.
Sementara itu yang dapat saya sampaikan. Dan berikan kesempatan kepada saya untuk bertemu dulu dengan Pak Boediono, dan teman-teman yang lain di ruang sebelah untuk bagaimana kita berkonsolidasi dan melangkah ke depan.
Satu lagi yang saya lupa sampaikan tadi, dalam percakapan telepon saya dengan Pak Jusuf Kalla, saya samapaikan diantara tim sukses, tim sukses JK-Win dan tim sukses SBY-Boediono, tentu dalam kompetisi ini mungkin juga ada jarak atau katakanlah keras-kerasnya dalam pemilu ini, saya katakan kepada Pak Jusuf, mereka sesungguhnya menjalankan tugas, tugas itu sudah selesai dan saya berharap bisa segera bersatu kembali, dalam arti saling bersahabat, saling bermitra, saling bekerja sama untuk mengemban tugas masing-masing ke depan.
Demikian, terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



