Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Usai Rakor Membahas Kemungkinan Terjadinya Elnino

 

TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SEUSAI
RAPAT KOORDINASI MEMBAHAS KEMUNGKINAN TERJADINYA ELNINO ATAU MASA KEKERINGAN
KANTOR PRESIDEN, 16 JULI 2009



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudara,
Hari ini, saya dengan Menteri dan pejabat terkait melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas kemungkinan terjadinya elnino atau masa kekeringan, baik akhir tahun ini maupun tahun depan, yang tentu berkaitan dengan pertanian kita, sekaligus dengan kecukupan dan ketahanan pangan kita.

Saya perlu menjelaskan kepada rakyat Indonesia, karena saya memantau hari-hari terakhir ini. Saya perlu menjelaskan kepada rakyat, karena hari-hari terakhir ini banyak diangkat di berbagai media massa, dibicarakan di banyak forum yang menimbulkan kecemasan bagi rakyat kita, jika benar-benar terjadi kekeringan yang ekstrim dan akhirnya bisa mengganggu kecukupan dan ketahanan pangan kita. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban untuk melakukan kajian secara mendalam tentang kemungkingan terjadinya gelombang elnino itu, sekaligus melaksanakan langkah-langkah antisipasi dan langkah-langkah lain, apabila kekeringan itu betul-betul terjadi di Indonesia.

Dalam kaitan ini, tadi Kepala BMKG menjelaskan tentang prediksi yang tengah berlangsung berkaitan dengan kemungkinan datangnya elnino di wilayah Indonesia, di wilayah pasifik pada akhir tahun maupun tahun depan yang berpengaruh kepada pertanian kita. Disampaikan oleh Kepala BMKG bahwa yang melaksanakan prediksi bukan hanya Indonesia, tetapi juga Australia, Jepang dan Amerika Serikat. Prediksinya serupa, tapi tidak sama benar. Yang jelas sampai dengan September, iklim tetap aman dalam arti tidak diidentifikasi terjadinya gangguan terhadap pertanian kita karena kekeringan yang ekstrim. Kemudian untuk September ke depan masih harus menunggu prediksi yang akan dikeluarkan pada bulan Agustus mendatang, apakah betul-betul akan datang elnino dengan kekuatan berapa dan andaikata elnino itu datang apa serta-merta berpengaruh kepada iklim yang ada di negeri kita pada pertanian di Indonesia, karena banyak faktor yang kita jadikan untuk sarana analisis. Bisa saja elninonya kuat, tetapi karena faktor suhu maupun tekanan udara yang ada di Indonesia sedemikian rupa, tidak serta-merta uap air akan didorong keluar dari Indonesia dan kemudian terjadi kekeringan yang ekstrim di negeri kita. Oleh karena itu, pada tingkat sekarang ini, kesimpulannya sampai dengan bulan September diperkirakan tetap aman, tetapi setelah itu kita lihat kembali, apakah elnino itu betul-betul datang di wilayah pasifik dan berpengaruh kepada Indonesia, dan kemudian apa dampak langsungnya kepada pertanian kita.

Oleh karena itu, langkah-langkah pemerintah adalah BMKG akan terus melaksanakan pemuktahiran data, updating, dengan terus-menerus melaksanakan kajian dan analisis. BMKG juga akan terus bekerja sama dengan lembaga-lembaga sejenis dari negara-negara sahabat, misalnya tadi dari Australia, dari Jepang maupun juga dari Amerika Serikat. Dan BMKG akan terus mendisiminasikan, mendistribusikan, menyebarkan analisis dan prediksi ini kepada departemen-departemen terkait maupun kepada daerah, gubernur, bupati, dan walikota agar semua bisa memahami, tidak perlu sangat cemas tapi mengetahui jika ada sesuatu yang tidak normal, dengan demikian dapat dilakukan langkah-langkah antisipasi, langkah-langkah pencegahan dan langkah-langkah untuk mengatasi secara tepat.

Saudara-saudara,
Di bidang pertanian kita, kita punya kajian yang secara empirik bisa kita bandingkan dari tahun ke tahun. Ketika negara kita dulu mengalami kekeringan yang ekstrim pada tahun 1997-1998 karena elnino, dampaknya memang benar, kemudian tahun 2003, kita juga mengalami masa seperti itu, dampaknya ada, tapi tidak sebesar pada tahun 1998. Kemudian dilihat pada tahun-tahun terakhir ini, utamanya tahun 2005, 2006, 2007, 2008 dan sekarang tahun 2009.

Ada trend memang akhir-akhir ini kekeringan seperti meningkat. Tetapi ada juga anomali dengan meningkatnya kekeringan, tidak serta-merta mengurangi produksi padi kita, tanam-tanaman kita. Ditandai misalnya pada 3 tahun terakhir, produksi kita baik, bahkan sekarang pada posisi berlebih. Atas dasar itulah, maka yang akan pemerintah lakukan kebijakan dan aksi kita, pertama adalah ada atau ada bahaya elnino, ada atau tidak ada musim kekeringan yang tidak normal, kita akan terus meningkatkan produksi dan produktivitas padi kita.

Kemudian yang kedua, jika betul-betul kekeringan itu datang, maka pada daerah-daerah tertentu akan dilakukan percepatan masa tanam. Dengan demikian, kita bisa mengamankan waktu yang ada untuk tidak semuanya terjadi pada saat kekeringan. Kita juga terus mengembangkan varietas padi yang bisa ditanam, tumbuh dengan baik di daerah-daerah yang airnya kurang. Dengan demikian, ini juga solusi dari segi perbenihan dan varietas yang terus kita kembangkan, kita kembangkan dan kita tanam benih atau varietas itu.

Yang lain adalah jika elnino dan kekeringan sungguh datang misalnya, siapa tahu akhir tahun atau awal tahun, maka kita punya yang namanya lahan basah ataupun rawa, yang justru pada saat airnya susut, itu bisa dijadikan sawah katakanlah begitu mudahnya untuk bisa ditanam pagi. Contoh yang saya pernah lihat langsung di Lampung, di Sumatera Selatan, di Kalimantan Barat, di Kalimantan Selatan, dan di Kalimantan Tengah. Itu akan bisa kita gunakan jumlahnya cukup banyak, sehingga ini juga bisa mengganti, mensubsitusi barangkali daerah-daerah yang tidak memungkinkan untuk ditanam secara baik pada musim kekeringan itu. Itu juga salah satu kebijakan dan langkah yang akan kita lakukan, manakala kekeringan itu sungguh datang.

Kita juga menetapkan untuk memastikan bahwa gudang, ataupun lumbung simpanan beras atau padi itu terjaga. Dengan demikian, katakanlah surplus, produksi sejak tahun 2007 yang kita kumpulkan, 2008, 2009 ini bisa kita letakkan dalam gudang atau lumbung-lumbung itu, sehingga manakala ada kekurangan supply, ada kekurangan produksi itu sekaligus menjadi cadangan yang bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dan menjadi tugas dari jajaran Departemen Pertanian, dalam hal ini dilaksanakan oleh para penyuluh dan jabatan-jabatan sejenis untuk juga melakukan bimbingan teknis, pendampingan, agar manakala keadaan tidak normal dari segi iklim, maka para petani kita bisa terus melaksanakan kegiatan tanam, pemeliharaan dan panen dengan metodologi tertentu, sebagaimana yang saya sampaikan tadi.

Itu adalah langkah-langkah yang sebenarnya sudah kita lakukan tapi tentu akan kita tingkatkan lagi dengan tambahan kegiatan-kegiatan khusus, manakala, siapa tahu akhir tahun dan awal tahun depan terjadi kekeringan yang katakanlah melebihi sesuatu yang normal.

Saudara-saudara,
Dengan demikian dari segi pertanian, dari ketahanan pangan, kita masih berharap bisa kita atasi semuanya dengan ramalan ataupun prediksi seperti ini. Tentu saja setiap negara, setiap pemerintah memilikkontijensi, apabila keadaan berubah total tentu ada kontijensi yang dapat kita lakukan bagaimana memastikan bahwa pangan yang diperlukan oleh rakyat kita cukup, tetapi itulah sampai hari ini yang akan kita perbaiki, ulangi, kita perbarui. Bulan depan setelah kita mendapatkan hasil prediksi dari BMKG dan kita bandingkan dengan hasil prediksi dari lembaga-lembaga lain di negara-negara sahabat.

Saudara-saudara,
Kita mengetahui bahwa pertanian berkaitan erat dengan infrastruktur. Oleh karena itu, khusus di bidang pekerjaan umum, kita menghadapi kemungkinan kekeringan itu akan memastikan bahwa semua waduk embung, sistem irigasi itu berfungsi benar, meskipun kita akan menambah lagi sistem irigasi ini, waduk, embung, tetapi tidak mungkin dalam 1 tahun, 2 tahun bisa kita tambah dalam jumlah yang besar, maka yang penting kita pastikan yang ada saja, yang tersebar di seluruh Indonesia, itu betul-betul bisa kita fungsikan dengan baik.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat mendatang, saya akan mengundang para gubernur di seluruh Indonesia bersama Menteri terkait untuk memastikan dan melaksanakan pengecekan di lapangan semua waduk semua embung, semua sistem irigasi itu berfungsi dengan benar. Memang sekali gai, kita bisa membandingkan misalkan kondisi waduk kita tahun ini dengan tahun lalu. Contoh waduk-waduk yang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan di Jawa Timur, itu berfungsi baik, airnya tetep di atas keadaan normal. Dibandingkan tahun lalu lebih baik tahun sekarang ini, meskipun di luar jawa yang ada di Lampung dan Sulawesi Selatan sebagai contoh itu di bawah normal, berarti ada penyusutan kandungan air, meskipun kalau dibandingkan tahun 2009 ini masih lebih baik dibandingkan tahun 2008. Intinya adalah kita melihat daerah per daerah, waduk per waduk, embung per embung, sistem irigasi dan sistem irigasi yang ada di seluruh Indonesia.

Saudara-saudara,
Sama dengan yang saya sampaikan tadi, jajaran Departemen PU wajib pula untuk melaksanakan koordinasi dengan daerah, dengan Departemen Pertanian, agar lahan-lahan basah, rawa itu bisa diaktifkan, bisa dimanfaatkan secara baik, manakala ada areal persawahan yang tidak bisa ditanam dengan baik karena kekeringan.

Kita juga menetapkan untuk memastikan pompa air yang kita miliki cukup dan kita akan menambah pompa air itu sesuai dengan nanti kebutuhan riil di lapangan. Dengan demikian, manakala diperlukan untuk bisa menambah penyediaan air itu bisa kita lakukan.

Saudara juga mengetahui kalau kekeringan datang, yang terkena bukan hanya pertanian tapi juga saudara-saudara kita yang berada di daerah yang rawan air. Oleh karena itulah, SPAM, saluran, Sistem Penyediaan Air Minum itu terus bisa kita tingkatkan. Kita punya program namanya PNPM Mandiri yang Saudara tahu tiap kecamatan kita bantu dengan uang Rp 2 sampai 3 miliar, maka kita pastikan tahun 2010 misalnya, tahun 2011 porsi dari itu harus ada yang kita gunakan untuk membangun SPAM secara lokal di desa-desa tertentu, kecamatan tertentu, terutama yang rawan air.

Itu adalah disamping antisipasi, juga langkah-langkah konkret yang telah pemerintah lakukan sekarang ini dan akan pemerintah lakukan, tahun ini dan tahun depan mengantisipasi yang sekarang dicemaskan sebagai kemungkinan datangnya masa kekeringan akibat gelombang elnino.

Demikian penjelasan saya. Saya berikan kesempatan, jika ada yang ingin mengajukan pertanyaan.

Sdr. Ade, Persda
Terima kasih. Ade Persda, Pak Presiden. Pak Presiden, 3 bulan ke depan kita punya hajatan besar, ada lebaran, ada natalan dan tahun baru Pak Presiden, kemudian apakah ini menjadi pertimbangan juga tentang hasil elnino yang akan berdampak kepada kemampuan masyarakat untuk daya belinya Pak Presiden?

Kemudian yang kedua masalah pengaktifan lahan basah di beberapa daerah, kalau boleh tahu, angkanya itu seberapa banyak yang bisa memproduksi pangan sampai seberapa besar? Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia
Sebenarnya kalau kaitan Elnino dengan gelombang lebaran, tahun baru, tidak terkait langsung. Yang bisa berpengaruh itu sekali lagi, kalau memang ada kaitannya dengan kecukupan dan ketahanan pangan kita dan kemudian ada kenaikan harga-harga karena itu, karena kurangnya produksi atau supply dari bahan pangan kita, itu baru menjadi masalah dan tentunya kita punya kontijensi bagaimana cara mengatasi masalah itu.

Tetapi kalau lebaran, tahun baru terjadi pergerakan atau mobilitas penduduk kemudian demand atau kebutuhan meningkat, telor, beras, cabe dan sebagainya, itu mesti naik, hukum ekonomi harga akan relatif naik manakala permintaan bertambah kemudian penawaran tetap. Tapi selesai lebaran, selesai tahun baru turun turun kembali, itu seasonal, dan yang akan terjadi tiap tahunnya. Yang kita waspadai, betul sebagaimana Saudara sampaikan, jika memang ada kekurangan supply dari bahan pangan itu yang memerlukan langkah dan solusi yang tepat dari segi pemerintah.

Kemudian barangkali bisa dijelaskan oleh Menteri Pekerjaan Umum berapa banyak itu Pak Joko Kirmanto 1,8 juta hektar tanah basah atau rawa yang sebagian tentu bisa digunakan untuk sawah ataupun tanaman padi. Kalau produksi silakan nanti tanya pada Menteri teknis yang bersangkutan, sekian hektar untuk eks rawa itu bisa menghasilkan berapa ton padi. Karena angka ramalan kita Saudara-saudara, sudah dihitung kemungkinan kekeringan, kecuali kalau elninonya ataupun masa kekeringannya ekstrim baru akan dihitung kembali. Ramalan kita tahun 2009 ini, produksi gabah kering giling kita bisa mencapai 62,5 juta ton, tentu itu cukup, sekali lagi 62,5 juta ton. Memang pada bulan Januari dan Februari itu produksi beras, sedikit lebih rendah dibandingkan keperluannya. Tetapi kekurangan bulan Januari dan Februari kalau itu dijumlah, maka masih bisa ditutup dengan kelebihan priduksi tahun ini, kelebihan produksi itu diperkirakan 2,3 juta beras, kemudian kekurangan Januari, Februari itu 1,6 jadi masih ada surplus, nettonya di situ. Demikian kurang lebih kaitan antara kemungkinan terjadinya kekurangan. Tapi bagaimana cara menutup dan mengatasinya kalau lebaran dan tahun baru sudah saya jelaskan seperti tadi.

Sdr. Muhammad Jusuf, TransTV
Selamat sore Bapak Presiden. Yang ingin saya tanyakan adalah yang pertama, dari kemungkinan adanya gelombang elnino, daerah mana yang mungkin diprioritaskan untuk menjadi daerah yang diberikan panduan bagaimana menghadapi bencana tersebut?

Yang kedua, sedikit dari di luar apa yang dibahas dalam rapat barusan, bagaimana Bapak menanggapi konflik yang masih terjadi di Papua?

Presiden Republik Indonesia
Itu di luar konteks. Saya jelaskan di forum yang lain nanti. Untuk mana yang diprioritaskan ya, memang elnino yang itu sebetulnya dilihat kawasan pasifik, pasifik tengah, pasifik barat daya gitu. Yang lebih terkena Indonesia bagian timur sebetulnya dan sedikit Indonesia bagian barat itu daerah-daerah yang rawan, manakala elnino itu dibandingkan dengan faktor lain bukan satu-satunya, meskipun elninonya kuat, tapi kalau faktor yang lain seperti kelembabab udara yang ada di negeri kita ataupun tekanannya tidak terlalu kuat, tidak terlalu dingin, tidak serta-merta menimbulkan kekeringan yang ekstrim, apalagi kalau elninonya moderat ataupun lemah. Sekarang pada tingkatan lemah sekarang ini. Tetapi yang terkena sekali lagi Indonesia bagian timur dan sedikit bagian barat.

Tapi jangan lupa, disamping elnino ada yang disebut dengan dipole mode, itu di Samudera Hindia ada 2 tempat di sebelah timur Afrika dan di sebelah barat Pulau Sumatera. Itu juga bisa memberikan tekanan, meskipun pada posisi sekarang ini tidak mengganggu Indonesia, sebagaimana Elnino sekarang ini belum mengganggu Indonesia.

Kalau yang dipole mode ini yang terpengaruh ini yang terpengaruh Indonesia bagian barat, utamanya Sumatera. Semua kita lihat, semua kita antisipasi, kita ikuti pergerakannya, agar kita selalu siap untuk memberikan atensi dan prioritas kepada provinsi-provinsi yang bersangkutan.

Terima kasih, Saudara-saudara.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan