Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Menanggapi Pengumuman Hasil Pilpres Oleh KPU

 

TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
MENANGGAPI PENGUMUMAN KPU
PURI CIKEAS, 25 JULI 2009




Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara-saudara,
Yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini, bukan semacam acceptance speech, karena pidato penerimaan seperti itu kami rancang untuk disampaikan nanti setelah katakanlah urusan di Mahkamah Konstitusi selesai. Saya memilih untuk mengikuti proses itu sebagai pemahaman tentang etika politik yang saya anut.

Yang ingin saya sampaikan adalah pernyataan saya mewakili pasangan SBY-Boediono dengan tim, setelah KPU secara resmi menyampaikan hasil penghitungan suara dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 yang telah dilaksanakan beberapa saat yang lalu.

Pertama-tama, kami bersyukur, bahwa salah satu tahapan penting dari rangkaian Pemilu 2009 telah selesai dilakukan, yaitu penghitungan suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Kita juga bersyukur, karena hingga saat ini keseluruhan rangkaian Pemilu 2009 dapat berjalan secara aman, tertib dan lancar. Kita berharap dan kita akan sama-sama berupaya, agar keseluruhan rangkaian Pemilu 2009 ini dapat diselesaikan dengan baik.

Kemudian berkaitan dengan itu pula, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, pertama-tama, tentunya kepada KPU dan KPUD beserta jajarannya, Bawaslu dan Panwaslu beserta jajarannya, Kepolisian negara dengan jajaran yang membantu POLRI dalam pengamanan pemilu ini. Pemerintah Daerah baik tingkat propinsi, Kabupaten maupun Kota, maupun Eselon-eselon yang lebih depan lagi, Lembaga Pemantau Pemilu yang juga aktif menjalankan tugas dan fungsinya di seluruh tanah air. Dan insan pers yang memberikan kontribusi yang sangat besar dalam proses pemilihan umum tahun 2009 ini. Dan tentu di atas segalanya adalah kepada seluruh rakyat Indonesia yang berkali-kali saya katakan telah menunjukkan kematangan politik yang luar biasa.

Saudara-saudara,
Pemilu 2009 menurut pandangan saya, saya bandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya, saya bandingkan dengan pemilihan umum yang dilaksanakan di banyak negara di dunia ini, pada hakekatnya berjalan secara damai dan demokratis. Tentu sistem dan undang-undang yang kita miliki memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin menyampaikan protes dan aduan. Protes itu, harapan kita, harapan rakyat Indonesia dapat disalurkan secara damai, menghormati nilai-nilai demokrasi dan juga rule of law.

Saudara-saudara,
Di pihak kami, Tim SBY-Boediono, kami juga telah menghimpun sejumlah temuan di lapangan di seluruh Indonesia. Temuan yang termasuk dengan voting irregularities atau katakanlah hal-hal yang tidak benar. Dan terhadap temuan ini, sebagian telah kami salurkan kepada pihak yang berwajib untuk mendapatkan penyelesaian secara adil dan sebagian lagi akan kami salurkan ke pihak terkait yang lain untuk kepentingan koreksi, perbaikan dan penyempurnaan di waktu yang akan datang.

Di sini, saya ingin mengambil contoh misalnya, kami juga menemukan dugaan selisih suara di tempat-tempat tertentu, tetapi setelah kami analisis, kami pertimbangkan masak-masak suara yang kami yakini berbeda penghitungannya, itu hanya ratusan suara. Oleh karena itu, tentu tidak tepat kalau kami salurkan ke Mahkamah Konstitusi, karena hampir pasti tidak akan merubah apa yang telah disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum hari ini perihal hasil penghitungan suara dari masing-masing Calon Presiden dan pasangannya.

Disamping itu ada juga dugaan kecurangan, fraud, dan ini telah kita salurkan pada Panwaslu di daerah masing-masing. Kami juga akan memberikan saran, masukan kepada Komisi Pemilihan Umum menyangkut DPT, menyangkut sosialisasi Undang-Undang Pemilu kepada masyarakat luas, termasuk juga perbaikan mekanisme di waktu yang akan datang, karena masih cukup besar suara yang tidak sah, meskipun di negara lain yang saya pelajari, banyak yang lebih besar dibandingkan jumlah yang ada di negeri kita.

Kami juga akan memberikan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia berkaitan dengan penyempurnaan Undang-Undang Pemilu maupun Undang-Undang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di waktu yang akan datang, dengan harapan berangkat dari pengalaman empirik di lapangan sekarang ini, undang-undang itu akan lebih tepat. Jangan sampai setelah undang-undang diterbitkan harus keluar Peraturan-peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang. Semua itu akan kami salurkan dengan tujuan dan niat yang baik secara konstruktif dan melihat ke depan.

Saudara-saudara,
Muncul di arena publik dewasa ini, juga diangkat oleh berbagai media massa, tentang yang disebut dengan voting irregularities atau katakanlah hal-hal yang tidak benar tadi, kekurangan-kekurangan. Meskipun saya ingatkan yang namanya irregularities dalam elections itu tidak serta-merta, tidak selalu itu kecurangan atau fraud, tetapi bagaimanapun harus dikoreksi, harus diperbaiki dan harus diselesaikan secara baik.

Saya mempelajari, misalnya negara-negara lain yang punya kompleksitas, punya besaran, jumlah pemilih yang juga besar, sebaran geografi yang juga memberikan tantangan tersendiri, misalnya Amerika Serikat, India dan Brazil. Saya hanya merujuk 3 negara itu, karena punya kompleksitas yang sama dengan negara kita, meskipun tentu bagi Amerika Serikat sudah lebih mapan sistemnya.

Dan yang menarik di situ, ada perbandingan-perbandingan antara irregularities dari 3 negara itu dengan negara kita. Kalau saya membaca tentunya tidak khas Indonesia kekurangan-kekurangan ini, tetapi sekali lagi, karena kita ingin makin ke depan makin baik sistem kita, makin tepat undang-undang kita dan makin berkurang penyimpangan atau kekurangan dalam penyelenggaraan dalam pemilu, kami tetap akan menyampaikan semuanya ini, apakah itu berupa aduan maupun berupa masukan dan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait.

Dan akhirnya Saudara-saudara, atas nama Tim SBY-Boediono, saya mengajak semua pihak untuk terus mengawal dan menuntaskan proses pemilihan umum tahun 2009 ini, sebagaimana yang menjadi harapan kita semua, harapan seluruh rakyat Indonesia, agar semuanya itu berlangsung dengan baik. Dan setelah ini, bangsa ini kemudian bersatu kembali untuk melanjutkan pembangunan 5 tahun mendatang untuk membangun hari esok yang lebih baik. Demikianlah pernyataan saya, Saudara-saudara. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan