Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Tentang Isu Penahanan Aung San Suu Kyi dan Pengumuman Tewasnya Teroris di Temanggung

 

TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
TENTANG PERKEMBANGAN POLITIK MYANMAR
DAN PENGUMUMAN TEWASNYA TERORIS DI TEMANGGUNG

DI KANTOR PRESIDEN
12 AGUSTUS 2009


Saudara-saudara,
Saya akan menyampaikan pernyataan atau statement terhadap dua isu yang para wartawan angkat hari ini. Pertama, berkaitan dengan isu penjatuhan hukuman tahanan rumah kepada Aung San Suu Kyi di Myanmar. Yang kedua yang saudara tanyakan bagaimana tanggapan saya terhadap pengumuman dari Polri bahwa yang tewas di Temanggung kemarin bukan Noordin Muhammad Top.

Yang pertama, yang menyangkut isu Myanmar. Pemerintah Indonesia secara resmi melalui Departemen Luar Negeri sudah mengeluarkan pernyataan sehubungan dengan dijatuhkannya penahanan rumah kembali selama 18 bulan ke depan kepada Aung San Suu Kyi dengan harapan agar keadilan betul-betul ditegakkan kepada Aung San Suu Kyi. Yang ingin saya sampaikan hari ini berkaitan dengan isu di Myanmar itu adalah pertama, sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh Myanmar sendiri, road to democracy, tahun depan ini akan dilaksanakan Pemilihan Umum. Indonesia berharap, dunia berharap, bahwa pemilihan umum itu dapat diselenggarakan secara demokratis, inklusif dan credible. Dan begitulah norma dan nilai demokrasi yang diharapkan bagi rakyat tentunya dan juga oleh dunia.

Dengan keingan untuk menggelar pemilihan umum di Myanmar sebagai bagian dari road to democracy itu, maka saya berpendapat Aung San Suu Kyi dengan National Lead to Democracy harus menjadi bagian dari proses pemilihan umum itu, dari bagian road to democracy itu. Tentunya dunia akan mempertanyakan dan sulit dimengerti kalau itu menjadi solusi politik untuk Myanmar dan diharapkan di situlah dengan election makanya semua permasalahan akan bisa berakhir karena rakyatlah yang tentunya dalam proses pemilu itu akan memberikan mandatnya kepada siapa yang akan memimpin Myanmar di waktu yang akan datang.

Oleh karena itu bagi Indonesia prinsip untuk pemilu itu dilaksanakan secara inklusif dan dalam konteks ini maka keikutsertaan Aung San Suu Kyi dengan NLD menjadi bagian dari keberhasilan dan kredibilitas pemilu itu. Berkaitan dengan itu maka saya sebagai salah satu pemimpin di ASEAN mengusulkan kepada Chairman atau Ketua ASEAN yang sekarang yaitu Perdana Menteri Thailand agar ASEAN sebagai organisasi mengambil langkah-langkah yang semestinya. Saya mendorong agar pada tingkat menteri luar negeri segera melakukan persidangan untuk segera berkomunikasi dengan Myammar agar sekali lagi proses road to democracy dan proses pemilu Myanmar yang akan datang sungguh mengindahkan keinginan ASEAN, keinginan dunia dan janji dari Myanmar sendiri sebagai proses yang sungguh demokratis. Sekali lagi intinya adalah inklusif, credible dan demokratis.

Perlu diketahui bahwa ASEAN telah menandatangani dan telah meratifaksi piagam ASEAN yang baru, New ASEAN Charter. Disitu sangat jelas bahwa ASEAN juga ingin membentu masyarakat ASEAN, masyarakat yang menghormati nilai dan praktek demokrasi. Nilai dan praktek demokrasi yang dimaksud diantaranya adalah berbangunnya pemerintahan hasil pemilihan umum yang demokratis. Kita ingin tentunya dalam kaitan dengan isu Aung San Suu Kyi ini mengajak Myamnar untuk bersama-sama anggota ASEAN yang lainnya menghormati piagam ASEAN itu dengan titik berat pada penghormatan nilai-nilai demokrasi yang menjadi semangat dan kesepakatan ASEAN.

Itu yang menjadi pandangan saya berkaitan dengan isu Aung San Suu Kyi dan harapan saya, usulan saya agar ASEAN sebagai sebuar organisasi, sebagai sebuah keluarga besar dengan sangat serius betul-betul mengambil langkah-langkah yang tepat berkaitan dengan diperpanjangnya tahanan rumah bagi Aung San Suu Kyi dikaitkan dengan road to democracy dan pemilihan umum di Myanmar.

Yang kedua saudara-saudara.
Saya sudah mendapatkan penjelasan sebelumnya dari Kapolri, sebelum penjelasan resmi hari ini bahwa yang tewas di Temanggung kemarin dalam operasi penegakan hokum yang dilaksanakan Polri bukan Noordin Muhammad Top tapi adalah Ibrohim. Saya mengerti bahwa Polri telah dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menegakkan hukum, untuk mengungkap pelaku pemboman yang dilaksanakan di Jakarta beberapa saat yang lalu. Kemudian untuk mencari dan menangkap pelakunya, dan kemudian membawanya ke pengadilan agar mendapatkan sanksi yang setepat-tepatnya. Saya juga memahami dan mengikuti terus-menerus apa yang dilakukan, termasuk penggagalan rencana pemboman yang akan datang yang dipersiapkan. Mobil pembomnya di Jati Asih yang telah dapat digagal dan dirampas peralatan yang akan digunakan untuk mengebom itu.

Saya juga mengikuti upaya kepolisian untuk mengejar para pelaku itu sampai ke Jawa Tengah, ke Temanggung. Saya pun juga tau sekarang, mereka terus bekerja untuk melanjutkan tugasnya. Oleh karena itu saya kira itu prestasi yang bagus dan sekalipun itu bukan Noordin Muhammad Top sebagaimana yang barangkali diberitakan selama ini, atau yang diharapkan oleh semua yang ingin kejahatan terorisme segera dihentikan atau dicegah untuk terus berkembang. Tetapi saya juga mendapat penjelasan bahwa yang tewas di Temanggung juga seseorang yang juga akan melakukan kegiatan pemboman di waktu yang akan datang. Itu juga suatu prestasi yang patut kita hargai.

Yang penting mari kita berikan semangat, dorongan kepada kepolisian dan pihak-pihak yang lain untuk menjalankan tugasnya, menjalankan kewajibannya sesuai amanah undang-undang. Dan tentunya rakyat perlu memberikan dukungan dan rakyat juga mengetahui apabila Noordin Muhammad Top yang selama 7 tahun ini mengguncangkan Indonesia dengan berbagai aksi terorisme yang dirancang, yang digerakkan, yang diotaki, maka kita semua tentu harus memberikan dorongan bagi kepolisian untuk mencari dan menahan orang-orang seperti itu agar terorisme tidak terus berkembang di negara kita.

Itu saja penjelasan saya. Terimakasih.